-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Inilah Bintang Terdekat Bumi yang Akan Mengalami Supernova

Info Astronomy - Setiap detiknya, supernova selalu terjadi di setiap sudut semesta. Sayangnya, sebagian besar supernova itu jauh dari Bumi, sehingga kenampakannya tidak teramati. Nah, adakah bintang yang berjarak dekat dari Bumi yang akan mengalami supernova?

Jawabannya, ada. Bintang terdekat dari Bumi kita yang suatu saat akan meledak dalam fenomena supernova yang dahsyat adalah IK Pegasi.

IK Pegasi sendiri merupakan sistem bintang biner yang terletak di arah rasi bintang Pegasus. Bintang biner adalah dua bintang yang saling mengitari pusat massa satu sama lain. Dan bintang biner yang satu ini cukup bercahaya untuk dilihat dengan mata telanjang. Jaraknya dari Bumi, menurut perhitungan lewat satelit Hipparcos, adalah sekitar 154 tahun cahaya.

Karena merupakan sistem bintang biner, IK Pegasi terdiri atas bintang IK Pegasi A sebagai bintang utama dan IK Pegasi B sebagai bintang pendamping. IK Pegasi A adalah jenis bintang deret utama tipe-A. Ia juga dikategorikan sebagai bintang variabel Delta Scuti dan memiliki siklus periodik dalam hal variasi luminositas yang berulang sekitar 22,9 kali per hari.

Pendampingnya, IK Pegasi B, adalah katai putih masif — bintang yang telah berevolusi melewati deret utama dan tidak lagi menghasilkan energi melalui fusi nuklir. Mereka mengorbit satu sama lain setiap 21,7 hari dengan jarak rata-rata sekitar 31 juta kilometer, atau 0,21 AU. Jarak ini lebih kecil dari orbit Merkurius mengelilingi Matahari.

Nah, dari keduanya, IK Pegasi B adalah supernova terdekat dari Bumi yang diketahui sejauh ini, menurut Astronomy.com. Lebih tepatnya, supernova tipe Ia.

Jadi, ketika bintang utama dalam sistem ini mulai berkembang menjadi raksasa merah, bintang pendampingnya yang merupakan katai putih, dengan gravitasinya yang lebih kuat, akan menarik material dari lapisan terluar bintang utamanya. Segera setelah si katai putih itu mendekati batas Chandrasekhar, yakni 1,4 massa Matahari, ia akan meledak sebagai supernova.

Apakah Akan Berbahaya Bagi Bumi?
Supernova adalah ledakan bintang yang sangat merusak dalam skala yang hampir melampaui apa yang pernah terbayangkan oleh umat manusia. Jika Matahari kita meledak sebagai supernova, gelombang kejut yang dihasilkan mungkin tidak akan menghancurkan Bumi menjadi berkeping-keping, tetapi sisi Bumi yang menghadap Matahari akan mendidih.

Terlebih lagi, Bumi tidak akan tetap berada di orbitnya saat Matahari meledak dalam supernova. Penurunan massa Matahari yang secara tiba-tiba dapat membebaskan planet kita untuk mengembara ke luar angkasa. Untungnya, Matahari kita bukanlah jenis bintang yang ditakdirkan untuk meledak sebagai supernova.

Matahari berjarak 8 menit cahaya dari Bumi, sehingga kalau ia supernova maka akan membuat Bumi porak poranda. Pertanyaannya sekarang, berapa jarak aman terdekat dari supernova? Menurut EarthSky.org, jarak aman dari supernova adalah 50 hingga 100 tahun cahaya.

Dengan kata lain, supernova IK Pegasi sebetulnya aman bagi Bumi karena jaraknya sekitar 154 tahun cahaya dari planet kita. Hal yang berbeda terjadi jika IK Pegasi berjarak kurang dari 50 tahun cahaya, yang mana akan menyebabkan efek besar di Bumi, kemungkinan kepunahan massal.

Sinar-X dan sinar gamma yang sangat energik dari supernova dapat menghancurkan lapisan ozon yang melindungi kita dari sinar ultraviolet Matahari. Keduanya juga bisa mengionisasi nitrogen dan oksigen di atmosfer, yang mengarah pada pembentukan sejumlah besar oksida nitrat seperti kabut di atmosfer.

Ditambah lagi, jika supernova meledak dalam jarak kurang dari 50 tahun cahaya, fitoplankton dan komunitas terumbu karang di seluruh lautan Bumi akan sangat terpengaruh. Peristiwa seperti itu akan sangat menguras basis rantai makanan laut, yang kelak akan membuat kepunahan di Bumi.

Oh iya, seberapa sering sih supernova itu terjadi? Satu perkiraan menunjukkan bahwa mungkin ada satu peristiwa supernova berbahaya di sekitar Bumi setiap 15 juta tahun. Perkiraan lain mengatakan bahwa, rata-rata, ledakan supernova terjadi dalam jarak 33 tahun cahaya dari Bumi setiap 240 juta tahun. Dengan kata lain, tidak ada yang benar-benar tahu.

Pada masa yang akan datang, supernova bisa jadi adalah pemicu kepunahan umat manusia, jika kita tidak mencoba untuk mengekplorasi antariksa untuk menemukan rumah-rumah lain selain Bumi.