-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Bintang-bintang Terbentuk Berpasangan, Kenapa Matahari Sendirian?

Info Astronomy - Awan gas dan debu berisi bintang-bintang muda yang terletak di arah rasi bintang Perseus menyingkapkan fakta menarik tentang alam semesta: Sebagian besar bintang terbentuk berpasangan. Itu berarti, di suatu tempat di luar sana, Matahari memiliki pasangan yang hilang. Ke mana ia sekarang?

Menurut Astronomy.com, pada dasarnya semua bintang terbentuk di sebuah awan molekuler yang dikenal sebagai nebula. Dalam pengamatan terhadap nebula di Perseus, hampir semua bintang di sana saling terikat secara gravitasi.

Fenomena tersebut dianggap sebagai hal yang alamiah dalam proses pembentukan protobintang menjadi bintang. Dengan adanya bintang pendamping untuk setiap bintang yang sedang terbentuk, pemerataan massa bagi setiap bintang pun menjadi lebih efisien, sehingga sebuah nebula akan mampu membentuk lebih banyak bintang.

Nah, kenapa Matahari sendirian? Menurut ScienceAlert.com, di suatu sudut galaksi, ada bintang saudara Matahari yang, tidak hanya lahir dalam satu nebula yang sama, tetapi juga memiliki karakteristik yang hampir identik, sebuah pendamping biner yang terbuat dari material bintang yang sama. Dan para astronom sempat mengklaim bahwa mungkin baru saja menemukannya.

Terletak pada jarak kira-kira 184 tahun cahaya, bintang saudara Matahari yang hilang itu disebut HD 186302. Merupakan bintang deret utama kelas G yang hanya sedikit lebih besar dari Matahari, tetapi memiliki suhu permukaan dan luminositas yang sama. Bintang ini juga memiliki kelimpahan unsur kimiawi yang sangat mirip, dan usianya kira-kira sama, sekitar 4,5 miliar tahun.
Sayangnya, Matahari sekarang menjadi bintang yang bisa dibilang terisolasi, jauh dari bintang apapun. Namun, miliaran tahun yang lalu, Matahari adalah bagian dari nebula pembentuk bintang yang muda dan padat.

Matahari terbentuk bersama ribuan bintang lainnya pada masa-masa awal kehidupannya. Namun, karena adanya pengaruh gravitasi galaksi Bimasakti, nebula pembentuk Matahari dan bintang saudara-saudaranya itu terkoyak, dan kini mereka semua saling berpencar, bertebaran di seantero galaksi. Fenomena ini sering disebut sebagai pemisahan kosmis.

Kita sebenarnya tidak tahu di mana Matahari terbentuk, dan untuk mencari tahunya adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Dengan begitu, setiap temuan bintang yang teridentifikasi mirip dengan Matahari kita adalah sebuah petunjuk penting untuk mengungkap sejarah tata surya kita.

Jadi, jika bukan karena peristiwa pemisahan kosmis, Bumi kita saat ini bisa saja memiliki dua Matahari sekaligus yang menggantung di langit sepanjang hari.

Penelitian lengkapnya bisa kamu baca di jurnal Astronomy & Astrophysics.