-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Jadwal Fenomena Langit Maret 2021

Info Astronomy - Ada fenomena langit apa saja pada bulan Maret 2021? Seperti biasa, InfoAstronomy.org sudah merangkumnya khusus untukmu.

Oh iya, perlu diketahui nih, artikel ini bukan merupakan ramalan atau hanya sekadar menebak saja. Karena pada dasarnya, pergerakan benda-benda langit bisa dihitung secara matematis, sehingga bisa diketahui akan terjadi fenomena langit apa saja.

Sebagai contoh, karena Bulan bergerak mengitari Bumi di sepanjang jalur ekliptika, maka ada masanya Bulan akan "berpapasan" dengan planet-planet tata surya yang juga muncul di sepanjang jalur ekliptika. Dengan menghitung pergerakan orbit Bulan, kita jadi bisa tahu deh kapan waktunya Bulan berkonjungsi dengan planet-planet.

Nah, kamu tidak perlu repot-repot lagi nih menghitungnya, karena InfoAstronomy.org sudah menghitung dan menyusunnya dengan lengkap di bawah ini.

5 Maret 2021: Konjungsi Merkurius dengan Jupiter
Bangunlah lebih pagi pada tanggal ini, sebab kamu berkesempatan melihat konjungsi antara planet Merkurius dengan Jupiter. Konjungsi sendiri adalah fenomena ketika dua atau lebih benda langit sedang berada di arah yang sama dalam pandangan dari Bumi.

Planet Merkurius dan Jupiter akan terpisah sejauh 0°19' dalam pandangan dari Bumi. Namun, karena kedua planet berjarak jauh dari kita, maka keduanya hanya tampak bagai bintang kuning terang yang berdekatan di langit, dengan Jupiter yang lebih terang (magnitudo -2) dibanding Merkurius (magnitudo 0,1), kalau diamati dengan mata telanjang. Gunakan teleskop untuk melihat planet-planet ini lebih jelas.
Kedua planet ini bisa diamati di langit timur, sekitar 10° di atas cakrawala, mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat daerahmu. Mereka bisa diamati sampai menjelang Matahari terbit, ketika langit sudah mulai membiru.

6 Maret 2021: Fase Bulan Perbani Akhir
Pada fase ini, Bulan akan tampak separuh saja karena separuh bagian lainnya sedang tidak tersinari Matahari. Hal ini terjadi karena posisi Bulan di langit Bumi sedang berada sejauh 90° dari posisi Matahari.

Secara astronomis, fase perbani akhir akan dicapai Bulan pada pukul 08.30 WIB.

10 Maret 2021: Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Pernahkah kamu melihat Saturnus? Siapkan teleskop, karena Bulan akan jadi pemandu kamu dalam menemukan sang planet bercincin. Pada tanggal ini, Saturnus akan berada sejauh 3° di arah utara dari Bulan sabit.
Dalam pandangan mata telanjang, Saturnus akan muncul bagai bintang kuning terang di sebelah utara Bulan. Namun, kalau kamu melihatnya dengan teleskop, kamu bisa melihat detail Saturnus sampai ke cincinnya yang megah.

Pengamatan bisa kamu lakukan mulai pukul 04.00 dini hari waktu setempat daerahmu. Pada saat itu, Bulan dan Saturnus akan berada di langit timur, baru saja terbit pada ketinggian 10° di atas cakrawala. Keduanya bisa diamati sampai Matahari terbit.

11 Maret 2021: Segitiga Bulan-Merkurius-Jupiter
Tiga benda langit sekaligus akan membentuk formasi segitiga di langit pada tanggal ini, yakni Bulan, planet Merkurius, dan planet Jupiter!

Segitiga benda langit ini bisa kamu amati mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat daerahmu di langit timur. Nantinya, formasi segitiganya akan seperti ini:
Gunakan teleskop untuk melihat planet-planet ini lebih jelas. Segitiga benda langit ini bisa kamu amati sampai waktu Matahari terbit karena silau Matahari akan membuat cahaya dari planet-planet meredup kalah terang.

13 Maret 2021: Fase Bulan Baru
Sebulan setelah Imlek, Bulan sudah memasuki fase Bulan Baru lagi. Secara astronomis, Bulan Baru pada Maret ini akan terjadi pukul 17.21 WIB. Dan seperti fase Bulan Baru biasanya, Bulan tidak akan muncul di langit karena sedang berkonjungsi dengan Matahari. Ia akan terbit dan terbenam berbarengan dengan Matahari sehingga wajah Bulan yang terangnya sedang membelakangi Bumi.

14 Maret 2021: Hujan Meteor Gamma Normiid
Hujan meteor Gamma Normid sebenarnya sudah aktif setiap tahun pada tanggal 25 Februari hingga 28 Maret. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada puncaknya, yakni setiap tanggal 14 Maret.

Pada momen puncak ini, diperkirakan akan muncul 6 hingga 10 meteor per jam. Walau begitu, intensitas ini hanya berlaku untuk wilayah yang langitnya cerah dan gelap gulita bebas polusi cahaya ya. Intensitas untuk di tengah kota besar mungkin akan jauh lebih sedikit.
Pengamatan bisa dimulai pada tengah malam, ketika rasi bintang Norma (titik radian hujan meteor ini) sudah terbit dan berada pada ketinggian di atas 10° dari cakrawala tenggara. Kamu wajib melakukan pengamatan sepanjang malam kalau mau menemukan meteor. Karena kalau hanya melakukan pengamatan 1-10 menitan saja, niscaya tidak satu pun meteor bisa kamu amati.

Cukup berbaring sambil mengamati langit malam. Tidak perlu menggunakan teleskop karena mengamati hujan meteor justru memerlukan medan pandang yang luas. Meteor-meteor, jika kamu beruntung, akan melesat indah di langit pada puncaknya nanti.

19 Maret 2021: Segitiga Bulan-Mars-Aldebaran
Setelah membentuk formasi segitiga dengan Merkurius dan Jupiter pada 11 Maret, Bulan yang sudah berpindah posisi karena bergerak mengitari Bumi itu akan membentuk formasi segitiga bersama planet Mars dan bintang Aldebaran pada tanggal ini.

Pengamatan bisa langsung kamu lakukan sekitar setengah jam setelah Matahari terbenam, atau sekitar pukul 18.45 waktu setempat daerahmu. Pada saat itu, ketiga benda langit ini akan berada pada ketinggian 40° dari cakrawala barat laut.

Mars akan berada sejauh 3° di sisi timur Bulan, sedangkan Aldebaran sejauh 6° di sisi selatan Bulan. Dalam pandangan mata telanjang, Mars hanya akan muncul bagai bintang kemerahan mirip Aldebaran. Namun, Mars akan lebih redup (magnitudo 1,3) dibandingkan Aldebaran (magnitudo 0,1).

Formasi segitiga Bulan-Mars-Aldebaran ini bisa diamati sampai sekitar pukul 21.00 malam waktu setempat daerahmu, ketiga ketiganya bersiap terbenam di ufuk barat.
21 Maret 2021: Fase Bulan Perbani Awal
Tujuh hari setelah fase Bulan Baru, Bulan akan kembali tampak separuh saja karena separuh bagian lainnya sedang tidak tersinari Matahari. Hal ini, seperti fase perbani akhir, terjadi karena posisi Bulan di langit Bumi sedang berada sejauh 90° dari posisi Matahari.

Secara astronomis, fase perbani awal akan dicapai Bulan pada pukul 21.41 WIB.

29 Maret 2021: Fase Bulan Purnama
Purnama untuk Maret ini akan terjadi pada tanggal 29. Ini adalah fase ketika Bulan berada sejauh 180° dari Matahari, sehingga hampir seluruh (sekitar 99%) wajah Bulan tampak tersinari Matahari. Di tata surya, posisinya adalah Matahari-Bumi-Bulan sedang segaris lurus, dengan Bumi di tengah.

Meski begitu, gerhana Bulan tidak akan terjadi karena bidang orbit Bulan yang miring sekitar 5° terhadap bidang ekliptika. Kemiringan ini membuat Bulan bisa berada di "atas" ataupun di "bawah" bayangan umbra Bumi, sehingga Bulan tidak terhalang untuk gerhana.

Secara astronomis, fase Bulan purnama ini terjadi pukul 01.48 WIB. Dengan begitu, pada Matahari terbenam tanggal 28 Maret, kita sudah bisa melihat Bulan menjelang purnama, dan bisa diamati seterusnya sampai Matahari terbit 29 Maret 2021.

Purnama secara resmi menutup fenomena langit sepanjang Maret 2021 ini. Kalau boleh tahu, mana nih yang paling kamu tunggu? Jangan lupa simpan dan bagikan artikel ini ke teman-teman kamu biar semua juga pada tahu ya!