-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Satelit Uni Emirat Arab dan Tiongkok Berhasil Tiba di Mars

Info Astronomy - Hampir berbarengan, dua satelit masing-masing milik Uni Emirat Arab (UEA) dan Tiongkok baru-baru ini berhasil mencapai orbit planet Mars. Apa misi kedua satelit tersebut? Kami akan membahasnya di artikel ini.

Mari kita bahas dari yang pertama kali tiba di Mars tahun ini.

Uni Emirat Arab
Misi luar angkasa pertama dari Uni Emirat Arab telah berhasil mencapai tujuannya: Mars. Setelah menempuh perjalanan selama tujuh bulan dan jarak hampir 500 juta kilometer, satelit bernama Hope (atau Al-Amal, nama Arabnya) telah tiba di orbit Planet Merah pada pukul 22.57 WIB pada hari Selasa, 9 Februari 2021, menurut informasi resmi dari akun Twitternya, @HopeMarsMission.

Satelit pengorbit Mars tersebut sendiri dibangun oleh Pusat Luar Angkasa Mohammed bin Rashid bersama dengan Universitas Colorado Boulder, Universitas Arizona, dan Universitas California. Satelit ini memiliki satu misi utama: Dapat membangun pemetaan cuaca sepanjang waktu dari Mars, data yang nantinya akan dibagikan dengan para ilmuwan di 200 universitas di seluruh dunia.
Tim misi sains satelit Al-Amal telah menetapkan tiga tujuan penting untuk misi ini: Memahami bagaimana iklim planet Mars berubah; memetakan cuaca global planet Mars, khususnya bagaimana cuaca berkontribusi terhadap hilangnya oksigen dan hidrogen dari atmosfer yang lebih rendah; dan mencari tahu bagaimana elemen-elemen ini berperilaku di atmosfer dan mengapa Mars kehilangannya saat ini.

Satelit Al-Amal diharapkan dapat memberikan wawasan baru yang penting dari Mars dan memberikan gambaran lengkap tentang atmosfer Mars, serta bagaimana fitur geologis Mars berperan di dalamnya. Mars memiliki gunung tertinggi di tata surya, Olympus Mons, dan salah satu lembah celah terbesar, Valles Marineris, dua fitur yang juga akan diteliti Al-Amal.

Satelit tersebut akan mengitari Mars dalam orbit elips, dengan jarak terdekat dari Mars mencapai 20.000 kilometer dan jarak terjauhnya 43.000 kilometer. Untuk sekali mengitari Mars, Al-Amal akan membutuhkan waktu 55 jam.

Meski begitu, Al-Amal tidak akan langsung aktif bertugas. Menurut siaran pers UEA, misi pertamanya baru akan dimulai pada September 2021. Dari Februari hingga Agustus 2021 ini, tim misi dan sains Al-Amal akan memanfaatkan waktunya dulu untuk menguji setiap instrumen yang dipasang di Al-Amal untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Tiongkok
Tiongkok menjadi negara kedua di dunia yang tiba di Mars pada tahun 2021 ini setelah UEA. Menariknya, satelit milik Tiongkok ini agak sedikit berbeda dengan milik UEA.

Dinamai Tianwen-1, satelit ini tidak hanya seorang diri, melainkan juga mengangkut wahana antariksa pendarat dan penjelajah. Walau begitu, wahana antariksa pendarat dan penjelajahnya tidak langsung diturunkan ke permukaan Mars. Agensi Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) akan menunggu kondisi atmosfer yang optimal. Pendaratan diperkirakan baru akan berlangsung pada Mei tahun ini, dan merupakan bagian paling berisiko dari misi tersebut.

Jika berhasil, Tiongkok akan menjadi negara kedua yang sukses mendaratkan dan mengerahkan sebuah wahana antariksa eksplorasi di permukaan planet Mars. Sejauh ini, baru Amerika Serikat saja yang baru bisa mendaratkan robot-robot penjelajahnya ke Planet Mars. Walaupun sempat ada Mars-3 dan British Beagle 2 milik Uni Soviet yang diyakini telah mendarat dengan selamat, sayangnya keduanya tidak berfungsi dan langsung rusak.

Ada juga wahana antariksa pendarat Schiaparelli dari Agensi Antariksa Eropa dan Mars Polar Lander milik NASA menabrak planet saat mendarat. Faktanya, sekitar setengah dari semua misi yang dikirim ke Mars telah gagal sejauh ini, jadi NASA tetap menjadi satu-satunya badan antariksa yang telah mengoperasikan wahana antariksa di permukaan planet lain.

Tianwen-1 sendiri berhasil tiba di orbit Mars pada 10 Februari 2021 pukul 07.58 WIB, menurut kantor berita pemerintah Tiongkok CGTN. Sang satelit pun langsung memotret Mars dari orbitnya, dan inilah hasil pertamanya:
Satelit Tianwen-1 dirancang untuk mempelajari geologi Mars dan magnetosfer yang mengelilingi planet. Ia dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi yang dapat mengambil gambar dengan resolusi sekitar 2 meter dari orbitnya, yang berjarak 400 kilometer dari permukaan tanah Mars.

Sementara itu, duo pendarat-penjelajah Tianwen-1 dirancang berdasarkan kesuksesan Chang'e-4, misi pendaratan pertama Tiongkok di sisi jauh Bulan yang sukses besar pada tahun 2018. Pendarat Tianwen-1 akan mendarat di Utopia Planitia, wilayah yang sudah dikenal dalam hal eksplorasi robotik. Di situlah wahana pendarat Viking 2 milik NASA mendarat pada tahun 1976. Lokasi ini juga menarik karena NASA menemukan deposit es yang besar di sana.

Instrumen menarik dalam misi ini adalah radar penembus tanah yang akan memetakan secara rinci hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan Mars. Para astronom berharap wahana antariksa Tianwen-1 akan memberikan lebih banyak detail tentang Mars.

Nama "Tianwen" sendiri berasal dari puisi Tiongkok kuno yang ditulis oleh Qu Yuan (~ 340-278 SM), yang mana dapat diterjemahkan sebagai "Pertanyaan ke Langit". Diharapkan misi ini akan memberikan jawaban atas banyak ketidakpastian tentang Mars.

Selamat bertugas, Al-Amal dan Tianwen!
BERIKAN KOMENTAR ()