-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Mengapa Para Astronom Gencar Mengeksplorasi Planet Mars?

Info Astronomy - Robot penjelajah Perseverance milik AS baru saja mendarat di planet Mars pada dini hari tadi (19/2). Pekan lalu, satelit Hope milik Uni Emirat Arab dan satelit Tianwen-1 milik Tingkok sudah lebih dulu tiba di Planet Merah. Mengapa banyak negara yang gencar meneliti Mars?

Mars telah lama memikat manusia sejak pertama kali kita melihatnya sebagai objek mirip bintang di langit malam. Kemudian, pada akhir tahun 1800-an, teknologi bernama teleskop untuk pertama kalinya bisa mengungkapkan kepada kita tentang permukaan Mars yang penuh dengan bentang alam unik yang pada mulanya keliru dianggap sebagai bagian dari kehidupan Mars oleh para ilmuwan.

Dan sekarang, kita mengetahui setidaknya hingga 3,5 miliar tahun yang lalu, planet Mars yang kini kering dan dingin itu kemungkinan pernah dapat dihuni seperti Bumi.

Alasan Mengeksplorasi Mars
Selama seabad terakhir, semua yang telah kita pelajari tentang Mars menunjukkan bahwa planet ini dulunya cukup mampu menampung ekosistem, dan mungkin saat ini masih menjadi inkubator bagi kehidupan mikroba.

Mars adalah planet keempat dari Matahari, tepat setelah Bumi. Ukurannya hanya setengah dari ukuran Bumi, dengan gravitasi hanya 38 persen dari gravitasi Bumi. Diperlukan waktu lebih lama bagi Mars untuk mengitari Matahari dibanding waktu yang diperlukan Bumi, hal yang menyebabkan satu tahun di Mars berlangsung selama 687 hari Bumi, sedangkan satu hari di Mars hanya 40 menit lebih lama daripada di Bumi.

Terlepas dari ukurannya yang lebih kecil dibanding planet kita, rupanya luas daratan planet Mars secara kasar setara dengan luas permukaan gabungan seluruh benua di Bumi. Itu artinya, setidaknya secara teori, Mars memiliki luas area daratan yang sama dengan planet kita.

Sayangnya, planet ini sekarang diselimuti oleh atmosfer karbon dioksida tipis dan tidak dapat mendukung bentuk kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi. Gas metana juga secara berkala muncul di atmosfernya, ditambah tanah permukaannya mengandung senyawa yang dapat menjadi racun bagi kehidupan.

Meskipun air memang ada di Mars, seluruh air tersebut terkunci di lapisan es yang berada di kedua kutubnya, dan kemungkinan juga ada yang terkubur dalam jumlah besar di bawah permukaannya.

Secara garis besar, Mars saat ini tidak laik huni.
Meski begitu, saat ini, ketika para ilmuwan mengamati permukaan Mars, mereka melihat fitur-fitur yang disinyalir merupakan bekas adanya aliran air di sana. Fitur-fitur tersebut di antara lain adalah bekas sungai, danau, dan delta.

Sampai akhirnya, pada suatu waktu dalam evolusi Mars, planet ini mengalami transformasi yang begitu dramatis. Dari dunia yang dulunya mirip Bumi menjadi planet kering berdebu yang kita lihat sekarang. Pertanyaannya, apa yang terjadi? Ke mana perginya air di Mars itu, dan apa yang terjadi dengan atmosfer Mars sehingga saat ini begitu tipis?

Nah, mengeksplorasi Mars adalah jawaban untuk membantu para ilmuwan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, yang secara tidak langsung membuat kita bisa mempelajari tentang perubahan penting dalam iklim yang dapat mengubah suatu planet, dan pada akhirnya kita bisa mencegah Bumi untuk menjadi seperti Mars.

Eksplorasi Mars juga memungkinkan kita mencari tanda-tanda biologis, tanda yang dapat mengungkapkan kepada kita apakah kehidupan sepmat berlimpah pada masa lalu planet ini, serta apakah masih ada saat ini.

Semakin banyak kita belajar tentang Mars, kita akan semakin siap untuk mencoba menjalankan misi pendaratan manusia di sana, suatu hari nanti di masa depan, sekaligus menjaga Bumi dari evolusi yang mematikan seperti Mars.

Tentu kamu tidak ingin kan Bumi kita yang asri berubah menjadi tandus dan dingin? Kalau masih ada yang nyinyir, "Buat apa buang-buang uang meneliti Mars? Mending buat kehidupan di Bumi." Mereka hanya tidak tahu bahwa meneliti Mars seperti ini juga memiliki tujuan untuk menyelamatkan miliaran manusia agar bisa tetap hidup di planet ketiga dari Matahari ini.

Dengan kata lain, mengeksplorasi Mars bukan berarti kita akan meninggalkan Bumi begitu saja.

Dengan adanya satelit-satelit dan robot penjelajah baru seperti Hope, Tianwen-1, dan Perseverance, kita tinggal menunggu data-data baru yang menarik tentang planet Mars. Siap belajar lebi banyak tentang Planet Merah?