-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Menanti Pendaratan Perseverance di Planet Mars

Info Astronomy - Sekitar 10 hari lagi, robot penjelajah Perseverance milik Badan Antariksa AS (NASA) dijadwalkan akan mendarat di planet Mars. Apa misinya kelak di Planet Merah?

Perseverance, atau yang dijuluki sebagai Percy, adalah robot penjelajah Mars seukuran mobil yang dirancang untuk menjelajahi kawah Jezero di Mars sebagai bagian dari misi Mars 2020 NASA. Robot penjelajah enam roda ini diproduksi oleh Jet Propulsion Laboratory dan telah diluncurkan pada 30 Juli 2020 pukul 18.50 WIB dan dijadwalkan mendarat di Mars pada 19 Februari 2021 pukul 03.00 WIB dini hari.

Robot penjelajah nirawak ini membawa tujuh instrumen ilmiah untuk mempelajari permukaan Mars. Selain itu, dibawa juga sebuah helikopter kecil bernama Ingenuity, yang merupakan drone eksperimental yang akan diterbangkan di Mars untuk memastikan apakah penerbangan dapat dilakukan di atmosfer Mars atau tidak.

Tujuh instrumen ilmiah Percy di antara lain adalah:
  • Planetary Instrument for X-Ray Lithochemistry (PIXL), sebuah spektrometer fluoresensi sinar-X yang berfungsi untuk menentukan komposisi unsur dari material permukaan Mars.
  • Radar Imager for Mars' Subsurface Experiment (RIMFAX), sebuah radar "penembus" tanah Mars untuk membantu para ilmuwan mengetahui kepadatan permukaan Mars yang berbeda, struktur lapisan, kandungan batuan, hingga mendeteksi es air bawah permukaan Mars yang disinyalir berada pada kedalaman 10 meter.
  • Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA), seperangkat sensor yang berguna untuk mengukur suhu, kecepatan dan arah angin, tekanan, kelembaban relatif, radiasi, serta ukuran dan bentuk partikel debu.
  • Mars Oxygen ISRU Experiment (MOXIE), sebuah teknologi uji coba yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah kecil oksigen (O2) dari karbon dioksida (CO2) pada atmosfer Mars serta juga nantinya dapat ditingkatkan di masa depan untuk mendukung kehidupan manusia atau untuk membuat bahan bakar roket.
  • SuperCam, rangkaian instrumen kamera yang dapat memberikan pencitraan, analisis komposisi kimia, dan mineralogi dalam batuan dan regolit dari kejauhan. Ini adalah versi upgrade dari ChemCam pada robot penjelajah Curiosity, tetapi dengan dua laser dan empat spektrometer yang memungkinkannya untuk mengidentifikasi tanda-tanda biologis dari jarak jauh dan menilai kelaikhunian area tertentu di Mars.
  • Mastcam-Z, sistem pencitraan stereoskopik dengan kemampuan zoom-in yang mumpuni.
  • Scanning Habitable Environments with Raman and Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC), spektrometer ultraviolet Raman yang menggunakan pencitraan dan pengamatan ultraviolet (UV) untuk menentukan mineralogi dan mendeteksi senyawa organik.
Ketujuh instrumen ilmiah itu akan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan misi berikut:
  • Meneliti kelaikhunian Mars: mengidentifikasi seperti apa lingkungan masa lalu Mars yang disinyalir mampu mendukung kehidupan mikroba.
  • Mencari tanda-tanda biologis: mencari tanda-tanda kemungkinan kehidupan mikroba masa lalu di lingkungan yang laik huni Mars, terutama di bebatuan khusus yang diketahui dapat melestarikan tanda-tanda biologis dari waktu ke waktu.
  • Meneliti sampel batuan: mengumpulkan sampel batuan dan tanah Mars secara langsung.
  • Mempersiapkan misi manusia: uji produksi oksigen dari atmosfer Mars akan dilakukan untuk nantinya mencari tahu sesiap apa manusia mendarat di Mars.
Percy dirancang dengan bantuan dari tim teknik robot penjelajah Curiosity, itulah alasan mengapa kedua robot penjelajah ini sangat mirip satu sama lain. Meski begitu, banyak hal pada Percy yang jauh lebih baik ketimbang Curiosity. Misalnya, para insinyur perakit Percy membuat roda yang lebih kuat daripada roda Curiosity, yang mana sejauh ini telah mengalami beberapa kerusakan.

Percy memiliki roda aluminium yang lebih tebal dan tahan lama, dengan lebar yang diperkecil dan diameter yang lebih besar (52,5 cm) daripada roda Curiosity yang berukuran 50 cm. Roda aluminium tersebut juga dilapisi dengan gerigi dan jari-jari yang terbuat dari titanium untuk memudahkan Percy bergerak di permukaan Mars yang penuh batuan.

Robot penjelajah ini pun akan dilengkapi dengan lengan robotik berukuran panjang 2,1 m. Lengan tersebut akan digunakan dalam kombinasi dengan kameranya untuk menganalisis sampel geologi dari permukaan Mars.

Generator listrik robot ini sendiri memiliki massa 45 kilogram dan menggunakan 4,8 kilogram plutonium dioksida sebagai sumber pasokan panas yang akan diubah menjadi listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan adalah sekitar 110 watt saat diluncurkan dengan sedikit penurunan selama misi berlangsung.

Dua baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang juga disertakan. Dengan sumber daya ini, Percy diperkirakan bisa hidup selama 14 tahun ke depan.

Percy juga memiliki sistem komputer yang menggunakan komputer papan tunggal BAE RAD750. Komputer ini berisi 128 megabyte DRAM volatil, dan berjalan pada kecepatan 133 MHz. Perangkat lunaknya dapat mengakses 4 gigabyte memori non-volatil NAND.
Apakah kamu pada Desember 2019 sempat mendaftarkan nama kamu ke program "Send Your Name to Mars" oleh NASA? Kalau iya, nama kamu bersama dengan 10.932.294 orang lainnya yang telah mendaftar telah distensil dengan elektron pada tiga keping silikon seukuran kuku, bersama dengan esai dari 155 finalis dalam kontes "Name the Rover" NASA. Keping silikon tersebut dipasang pada pelat aluminium pada badan Percy.

Dan menariknya, karena Percy diluncurkan dalam masa pandemi COVID-19 yang mulai memengaruhi Bumi pada Maret 2020, NASA juga menyematkan pelat berukuran 8 cm × 13 cm yang berisi simbol "Tongkat dan Ular" pada Percy untuk menunjukkan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang telah membantu selama pandemi.

Manajer proyek Percy, Matt Wallace, mengatakan ia berharap generasi mendatang yang akan mendarat ke Mars dapat menghargai para tenaga kesehatan selama pandemi yang berlangsung pada awal-awal dekade kedua abad ke-21 ini.

Akankah pendaratan Percy berhasil? Kita lihat saja nanti.