-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Jadwal Fenomena Langit Februari 2021

Info Astronomy - Tidak terasa, hari ini kita sudah memasuki bulan kedua pada tahun 2021. Meskipun tahun ini dibuka dengan banyak bencana di Indonesia, tidak ada alasan untuk tidak terus optimis kalau tahun ini akan berjalan lebih baik dari tahun lalu.

Nah, biar Februari kamu menyenangkan, bagaimana kalau diisi dengan kegiatan mengamati langit? Ada beberapa fenomena langit menarik yang bisa diamati sepanjang Februari 2021 ini, lho. Dan seperti biasa, InfoAstronomy.org menjadi sumber utama untuk jadwal fenomena langitnya.

Siap untuk pengamatan?

5 Februari 2021: Fase Bulan Perbani Akhir
Pada tanggal ini, Bulan akan terlihat lebih menonjol di langit fajar karena baru akan terbit pada tengah malam dalam fase perbani akhir. Fase ini adalah ketika Bulan terletak sejauh 90 derajat dari posisi Matahari di langit, sehingga dari Bumi hanya terlihat separuh bagiannya saja.

Secara astronomis, Bulan masuk fase perbani akhir pada pukul 00.37 WIB.

8 Februari 2021: Hujan Meteor Alpha Centaurid
Hujan meteor α-Centaurid atau kalau dilatinisasi dibaca Alpha Centaurid sudah aktif dari tanggal 28 Januari 2021 hingga 21 Februari 2021 mendatang. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada puncaknya, yakni pada malam 8 Februari 2021.
Selama periode puncak ini, peluang untuk melihat meteor Alpha Centaurid lebih besar. Meteor-meteor akan muncul dari arah titik radiannya, yakni rasi bintang Centaurus yang terletak di belahan langit selatan dalam pandangan dari Indonesia.

Titik radian hujan meteor ini akan terbit pada tengah malam, waktu yang ideal untuk melihat hujan meteor karena langit sudah benar-benar gelap. Akan ada 6 meteor per jam yang bisa diamati kalau cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Kamu pun bisa menyaksikannya sampai fajar menyingsing sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat daerahmu.

Pengamatan tidak memerlukan teleskop sama sekali. Kamu justru butuh lokasi dengan medan pandang langit yang luas karena meteor-meteor bisa muncul dari segala arah. Gunakan kursi santai juga agar kamu bisa berbaring sambil mengamati langit semalaman.

10 Februari 2021: Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Inilah kesempatan terbaik untuk menemukan posisi planet Saturnus di langit malam. Sebab, pada 10 Februari 2021, posisi Saturnus di langit Bumi akan berada sejauh 3 derajat dari Bulan. Dalam astronomi, fenomena ini dikenal sebagai konjungsi.

Di langit Indonesia, pasangan kosmis ini akan terlihat di langit timur menjelang fajar, tepatnya mulai sekitar pukul 05.00, sejam sebelum Matahari terbit. Bulan akan bersinar dengan magnitudo -8,5, sedangkan Saturnus dengan magnitudo 0,6. Keduanya teramati di depan rasi bintang Kaprikornus.
Kalau diamati dengan mata telanjang, Saturnus hanya akan muncul bagai bintang kuning terang di dekat Bulan. Kamu butuh teleskop untuk bisa melihat Saturnus lengkap dengan cincinnya yang megah.

12 Februari 2021: Fase Bulan Baru
Fase ini adalah ketika Matahari-Bulan-Bumi berada segaris lurus, dengan Bulan yang berada di tengah. Namun, karena kemiringan bidang orbit Bulan yang mencapai 5 derajat terhadap ekliptika Bumi, gerhana Matahari pun tidak selalu terjadi. Sebagai gantinya, fase Bulan Baru lah yang terjadi.

Dengan kata lain, pada fase ini, Bulan tidak bisa diamati dari permukaan Bumi karena sisi terang yang disinari Matahari sedang membelakangi Bumi. Secara astronomis, Bulan mencapai fase ini pada pukul 02.06 WIB.

19 Februari 2021: Segitiga Bulan-Mars-Pleiades
Setelah Saturnus, kini giliran Mars yang akan muncul di dekat Bulan. Pada momen konjungsi kali ini, Bulan yang hampir mencapai fase perbani awal ini akan berada sejauh 3 derajat dari posisi planet Mars yang hanya muncul bagai bintang kemerahan terang di langit Bumi.

Untuk melihat pasangan kosmis ini, amatilah langit atas barat daerah kamu selepas Matahari terbenam. Bulan dan Mars akan bertengger di depan rasi bintang Aries dan akan terlihat hingga menjelang jam 23.00 malam waktu setempat daerahmu karena mereka akan terbenam di ufuk barat.

Menariknya, akan teramati juga gugus bintang Pleiades di dekat Bulan dan Mars ini. Akankah ia menjadi orang ketiga?
20 Februari 2021: Fase Bulan Perbani Awal
Tujuh hari setelah Bulan Baru, Bulan akan masuk fase perbani awal, di mana ia hanya akan tampak separuh karena posisinya 90 derajat dari posisi Matahari di langit. Pada fase ini, Bulan sudah terbit pada tengah hari, sehingga bisa diamati di langit siang hari.

Secara astronomis, fase perbani awal dicapai Bulan pada pukul 01.48 WIB.

27 Februari 2021: Fase Bulan Purnama
Februari 2021 akan ditutup dengan fase Bulan purnama. Ini adalah fase yang terjadi saat Matahari-Bumi-Bulan (dengan Bumi ada di tengah) yang sedang segaris lurus. Namun, karena lagi-lagi bidang orbit Bulan yang miring 5 derajat terhadap ekliptika Bumi, gerhana Bulan tidak selalu terjadi. Kita hanya akan melihat Bulan tersinari secara penuh dalam fenomena Bulan purnama.

Karena sedang segaris lurus dengan Matahari, hal ini akan membuat Bulan terbit tepat saat Matahari terbenam, teramati sepanjang malam, dan akhirnya akan terbenam saat Matahari terbit esok hari. Secara astronomis, fase purnama terjadi pukul 15.17 WIB.

Nah, itulah fenomena langit yang akan terjadi sepanjang Februari 2021 ini, mana yang paling kamu tunggu-tunggu?