-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Seberapa Bahaya Supernova Bagi Kehidupan di Bumi?

Info Astronomy - Supernova merupakan suatu peristiwa paling spektakuler di alam semesta, yang mana dalam setiap kejadiannya mampu melepaskan energi kosmis yang setara dengan yang dihasilkan Matahari sepanjang hidupnya. Nah, pertanyaannya, seberapa bahaya sih supernova itu bagi kehidupan di Bumi?

Jawaban dari pertanyaan ini tergantung pada jarak supernova dari Bumi. Sayangnya, tidak ada jarak aman tertentu yang diyakini para astronom. Saat ini, hanya diketahui bahwa jika ada bintang yang meledak dalam jarak 50 tahun cahaya, kita di Bumi masih aman. Kalau lebih dekat dari itu, Bumi dalam bahaya.

"Sinar kosmis dari supernova akan sangat berbahaya bagi Bumi," kata Profesor Adrian Melott. Dia dan timnya lah yang memperkirakan batas aman supernova dari Bumi adalah 50 tahun cahaya dalam sebuah penelitian pada 2017.

Katakanlah ada supernova yang meledak pada jarak yang lebih dekat dari batas aman, apa yang akan terjadi? Cahaya dari supernova akan lewat begitu saja, tetapi sinar kosmisnya, yang merupakan campuran dari proton dan elektron, akan berinteraksi dengan atmosfer planet kita, selama kurang lebih 10.000 tahun sampai sisa-sisa supernova benar-benar habis.

Begitu sinar kosmis ini mencapai planet kita, mereka akan mengionisasi lapisan ozon, dan tanpa lapisan ozon, nantinya akan ada lebih banyak sinar UV yang mencapai permukaan Bumi.
Ini mungkin tidak terdengar seperti bencana global, tetapi ditumbuk sinar kosmis selama 10.000 tahun sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan banyak spesies di Bumi, yang pada gilirannya akan mengakhiri peradaban manusia akibat radiasi yang berlebihan kita terima. Untungnya, tidak ada bintang dalam radius 50 tahun cahaya dari Bumi yang akan menjadi supernova.

Bintang akan meledak dalam supernova ketika inti bintangnya tidak dapat menahan gravitasi bintang itu sendiri. Ini terjadi karena bahan bakar untuk melakukan fusi, yang selama ini berperan menciptakan tekanan keluar melawan gravitasi, habis. Supernova jenis ini dikenal sebagai supernova Tipe II.

Ada pula bintang yang meledak dengan cara "mencuri" material dari bintang pendampingnya, sampai mereka akhirnya runtuh dengan sendirinya karena terlalu masif. Supernova yang satu ini dikenal sebagai Tipe Ia.

Ada sekitar 2.000 bintang di wilayah sekitar Bumi di galaksi Bimasakti. Untungnya, sebagian besar adalah bintang yang sangat redup. Hanya 133 yang cukup terang untuk terlihat, dan tidak satupun dari mereka tampak bersiap untuk meledak.

"Kandidat" terdekat untuk ledakan supernova adalah bintang IK Pegasi yang berjarak 150 tahun cahaya. Ia diperkirakan akan meledak sebagai jenis supernova Tipe Ia, tapi butuh waktu lama bagi bintang ini untuk benar-benar meledak. Lagi pula, ia berada di luar jarak aman.

Untuk kandidat supernova Tipe II, kita perlu mencari bintang super raksasa merah. Nah, bintang super raksasa merah "terdekat" yang akan meledak dalam supernova adalah Antares dan Betelgeuse. Namun, sekali lagi kita masih aman dari mereka karena keduanya berjarak lebih dari 600 tahun cahaya dari Bumi.

Saat ini, tidak ada supernova yang akan membahayakan kehidupan di Bumi dalam kala hidup kita. Meski begitu, amannya Bumi kita saat ini dari ancaman seharusnya tidak seharusnya membuat kita meremehkan betapa berbahaya dan dahsyatnya supernova.
BERIKAN KOMENTAR ()