-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Mengenal 3 Jenis Galaksi Paling Umum di Alam Semesta

Info Astronomy - Menurut penelitian pada tahun 2017, alam semesta diperkirakan memiliki lebih dari 2 triliun galaksi. Dari banyaknya galaksi itu, para astronom telah membaginya ke dalam 3 jenis utama. Apa saja jenis-jenis galaksi itu?

Galaksi sendiri pada dasarnya adalah sekumpulan bintang, yang mana bisa terdiri mulai dari 100 miliar hingga 1 triliun bintang. Setiap bintang dalam galaksi mengalami gerak mengitari pusat galaksinya, yang mana biasanya dihuni oleh lubang hitam supermasif, termasuk galaksi Bimasakti kita.

Tiga jenis galaksi berikut ini adalah jenis-jenis paling umum di alam semesta. Itu artinya, ke mana pun para astronom melihat ke ruang angkasa, ketiga jenis galaksi ini selalu ada.

Jenis Pertama, Galaksi Spiral
Galaksi spiral adalah jenis galaksi yang pertama kali dipaparkan oleh astronom bernama Edwin Hubble dalam karyanya tahun 1936, The Realm of the Nebulae. Kebanyakan galaksi spiral terdiri atas cakram datar berisi bintang-bintang, gas, dan debu yang berputar mengeliligi pusat galaksi.

Galaksi spiral dinamai demikian karena memang memiliki struktur spiral yang membentang dari pusatnya ke arah cakram galaksi. Lengan spiral pada galaksi ini sendiri merupakan tempat pembentukan bintang yang sedang berlangsung, dan biasanya berwarna kebiruan karena berisi bintang-bintang yang baru lahir.
Sekitar dua pertiga dari semua galaksi spiral yang telah diamati oleh para astronom memiliki komponen tambahan yang menarik: Bar atau palang. Struktur ini memanjang dari tonjolan pusat galaksi spiral, ujung lengan spiral dimulai, hingga ke tepian luar galaksi.

Galaksi spiral mendominasi sekitar 60% dari seluruh galaksi di alam semesta yang pernah diamati hingga saat ini. Mereka kebanyakan ditemukan di daerah dengan kepadatan rendah dan jarang ditemukan di pusat gugus galaksi.

Jenis Kedua, Galaksi Eliptikal
Galaksi eliptikal adalah jenis galaksi yang ciri khasnya memiliki bentuk kira-kira elipsoidal. Ia sangat berbeda dengan galaksi spiral dan kadang hampir tidak berfitur sama sekali.

Kebanyakan galaksi eliptikal juga terdiri dari bintang-bintang tua bermassa rendah, dengan medium antarbintang yang jarang dan aktivitas pembentukan bintang yang sangat minim. Mereka juga cenderung dikelilingi oleh sejumlah besar gugus bola.

Galaksi eliptikal diyakini mendominasi sekitar 10–15% galaksi di Supergugus Virgo, kumpulan galaksi-galaksi di rasi bintang Virgo. Namun, galaksi eliptikal bukan jenis galaksi paling dominan di alam semesta secara keseluruhan. Mereka lebih sering ditemukan di dekat pusat gugus galaksi. Galaksi elipikal bisa terdiri mulai dari puluhan juta hingga lebih dari seratus triliun bintang.
Jenis Ketiga, Galaksi Tak Beraturan
Sesuai namanya, galaksi tak beraturan adalah galaksi yang bentuknya berantakan, tidak seperti galaksi spiral atau galaksi eliptikal.

Menurut pengamatan para astronom, beberapa galaksi tak beraturan dulunya adalah galaksi spiral atau eliptikal, tetapi mengalami deformasi oleh gaya gravitasi eksternal, seperti tabrakan galaksi atau interaksi dengan galaksi di sekitarnya.

Galaksi tak beraturan adalah salah satu galaksi terkecil dan penuh akan gas dan debu. Dengan begitu, galaksi-galaksi tak beraturan biasanya sangat aktif melakukan pementukan bintang, yang terkadang membuat mereka sangat cerah.
Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil adalah contoh galaksi tak beraturan paling dekat dengan Bumi. Mereka adalah dua galaksi kecil yang mengorbit di sekitar Galaksi Bimasakti kita sendiri. Diketahui, 20% galaksi di alam semesta adalah galaksi tak beraturan.

Nah, itulah 3 jenis galaksi paling umum di alam semesta.
BERIKAN KOMENTAR ()