-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Jadwal Fenomena Langit Januari 2021

Info Astronomy - Selamat tahun baru 2021! Banyak orang yang berharap tahun ini menjadi tahun yang lebih baik, dan semoga harapan itu menjadi kenyataan. Seperti biasa, setiap tanggal 1, InfoAstronomy.org selalu merangkum akan ada fenomena langit apa saja sebulan ke depan.

Januari 2021 ini kita berkesempatan untuk melihat konjungsi planet-planet dengan Bulan dan satu fenomena hujan meteor. Jangan lupa simpan artikel ini untuk dibaca ulang atau dibagikan ke teman-teman kamu sebagai kalender astronomi ya.

Baiklah, mari kita cek jadwal fenomena langit Januari 2021:

2 Januari 2021: Bumi di Perihelion
Apa itu perihelion? Dalam astronomi, perihelion adalah fenomena ketika Bumi berada pada jarak terdekatnya dari Matahari. Eits, terdekat di sini kalau dibandingkan dengan jarak terjauhnya ya, yakni yang disebut sebagai aphelion.

Perbedaan jarak antara perihelion dengan aphelion Bumi sendiri hanya 3%. Itu artinya, suhu di Bumi tidak akan terasa perbedaan. Lagi pula, perubahan suhu dan iklim bukan dipengaruhi oleh jarak Bumi dari Matahari, melainkan dari kemiringan sumbu Bumi kita.

Jadi, meskipun Bumi mencapai perihelion pada 2 Januari 2021, Bumi belahan utara seperti Amerika Utara dan Eropa akan tetap mengalami musim dingin bersalju seperti biasanya. Perihelion Bumi sendiri secara astronomis terjadi pada pukul 20.50 WIB. Planet kita akan berjarak kurang lebih sekitar 0,98 AU (1 AU = 150 juta kilometer) dari Matahari.

3 Januari 2021: Hujan Meteor Quadrantid
Hujan meteor ini sebenarnya sudah berlangsung dari tanggal 28 Desember 2018 hingga 12 Januari 2021. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada puncaknya, yakni pada dini hari tanggal 3 Januari 2021.
Untuk mengamatinya, kamu tidak membutuhkan teleskop sama sekali. Cukup berbaring mengamati langit, meteor-meteor nantinya akan melesat indah di langit. Meski begitu, untuk mendapatkan lebih banyak meteor, kamu bisa melihat ke arah titik radiannya.

Titik radian adalah titik semu di langit di mana meteor-meteor tampak muncul. Untuk Quadrantid, titik radiannya berada di dekat rasi bintang Bootes seperti yang digambarkan dalam ilustrasi di atas. Rasi bintang ini akan berada di langit arah timur laut pada pukul 04.30 dini hari waktu setempat daerahmu, itulah waktu yang disarankan untuk mengamatinya. Akan ada 80-120 meteor per jamnya yang bisa diamati.

6 Januari 2021: Fase Bulan Perbani Akhir
Perbani akhir adalah fase ketika Bulan tampak separuh bagian saja dalam pandangan dari Bumi karena sebagian lainnya sedang malam hari (tidak tersinari Matahari). Fase ini terjadi ketika posisi Bulan berada 90 derajat dari posisi Matahari.

Pada fase perbani akhir, Bulan baru akan terbit pada tengah malam, mencapai titik tertinggi di langit atas kepala pada saat Matahari terbenam, kemudian akan terbenam di barat pada tengah hari. Secara astronomis, Bulan masuk fase perbani akhir pada pukul 16.37 WIB.

12 Januari 2021: Konjungsi Bulan dengan Venus
Menjelang Matahari terbit, sekitar pukul 05.15 waktu setempat daerahmu, cobalah untuk mengamati arah langit timur. Kamu bisa menemukan planet Venus yang muncul bagai bintang paliiiiing terang sekitar 1 derajat di sisi Bulan. Fenomena ini dikenal sebagai konjungsi.
Kedua benda langit bisa tampak berdekatan hanya dalam pandangan dari Bumi kita saja, pada kenyataannya keduanya masih terpisah miliaran kilometer jauhnya. Kamu bisa menggunakan teleskop dengan pembesaran minimum 225x untuk bisa melihat Venus lebih jelas.

Konjungsi Bulan dengan Venus ini bisa diamati sampai Matahari terbit, yang cahayanya membuat cahaya Venus kalah terang sehingga akan sulit diamati di langit yang sudah membiru.

21 Januari 2021: Konjungsi Bulan dengan Mars
Setelah bertemu Venus, Bulan akan berkencan dengan Mars. Yup, pada 21 Januari 2021, Bulan dan Mars akan tampak berada di arah langit yang sama, terpisah sekitar 5 derajat satu sama lain dalam pandangan dari Bumi.

Kalau kamu mengamatinya tanpa teleskop, Mars nantinya hanya akan tampak bagai bintang kemerahan terang di dekat Bulan. Pasangan kosmis ini bisa kamu mulai amati pada sekitar pukul 18.45 sore waktu setempat daerahmu, saat keduanya berada di langit atas kepala. Mereka kemudian akan terbenam karena rotasi Bumi pada pukul 23.45 malamnya.
21 Januari 2021: Fase Bulan Perbani Awal
Sama seperti perbani akhir, perbani awal adalah fase ketika Bulan hanya tampak separuh. Bedanya, yang disinari Matahari pada fase perbani awal adalah yang sedang malam hari pada fase perbani akhir. Bulan pun akan terbit pada tengah hari, berada di langit atas kepala saat Matahari terbenam, dan akan terbenam di langit barat pada tengah malam. Itulah mengapa kadang kamu bisa melihat Bulan di siang hari, karena ia memang sudah terbit.

Secara astronomis, fase perbani awal akan dicapai Bulan pada pukul 04.02 WIB.

23 Januari 2021: Waktu Terbaik Melihat Merkurius
Sebagai planet terdekat dari Matahari, posisi Merkurius di langit sangat jarang bisa berada jauh dari posisi Matahari, menyebabkan ia tidak bisa teramati pada malam hari. Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana Merkurius tampak pada titik tertinggi di langit saat Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit, yang salah satunya akan terjadi pada tanggal ini.

23 Januari 2021 adalah tanggal ketika Merkurius berada pada ketinggian 17 derajat dari cakrawala barat ketika Matahari terbenam. Ini adalah ketinggian maksimum yang bisa dicapainya, sehingga bisa dibilang sebagai waktu terbaik untuk melihat Merkurius.
Jangan berekspektasi tinggi dulu ya. Dalam pandangan mata telanjang, Merkurius hanya akan tampak bagai bintang kecil kuning. Ia baru akan tampak besar dan detail kalau kamu melihatnya dengan teleskop pembesaran minimum 225x.

29 Januari 2021: Fase Bulan Purnama
Bulan purnama pertama tahun 2021 akan menjadi fenomena langit penutup bulan ini. Fase ini adalah ketika posisi Bulan berada sejauh 180 derajat dari Matahari di langit Bumi, sehingga Matahari menyinari sekitar hampir 100% wajah Bulan.

Secara astronomis, Bulan masuk fase purnama pada pukul 02.16 WIB, tetapi kita sudah bisa melihatnya sejak Matahari terbenam tanggal 28 Januari 2021 hingga menjelang Matahari terbit tanggal 29 Januari 2021.

Nah, itulah fenomena-fenomena langit yang bisa kita amati sepanjang bulan Januari 2021 ini. Mana yang menjadi fenomena langit incaranmu untuk diamati pertama kali tahun ini?
BERIKAN KOMENTAR ()