-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

J0313-1806: Quasar Terjauh di Alam Semesta

Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok astronom mengumumkan penemuan sebuah quasar yang berada pada jarak terjauh dari Bumi. Berdasarkan pengamatan, cahaya quasar ini berasal dari 670 juta tahun setelah Big Bang, atau 13 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Quasar yang satu ini sangat terang, luminositasnya 1.000 kali lebih terang dari gabungan cahaya bintang-bintang di seantero galaksi kita. Ia ditenagai oleh lubang hitam supermasif raksasa yang massanya 1,6 miliar kali lebih besar dari massa Matahari kita.

Dikatalogkan sebagai J0313-1806, penelitian terhadap quasar ini telah diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters. Menurut makalah ilmiahnya, penemuan quasar ini terjadi hanya tiga tahun setelah penemuan pemegang rekor quasar terjauh sebelumnya, ULAS J1342 + 0928. Penemuan-penemuan quasar ini membuat pemahaman kita tentang bagaimana galaksi dan lubang hitam supermasifnya terbentuk harus selalu diperbarui.

Apa Itu Quasar?

Quasar mungkin kurang familiar di kalangan awam. Istilah quasar berasal dari asal mula objek-objek ini ditemukan secara tidak sengaja dalam pengamatan langit melalui gelombang radio paling awal pada tahun 1950-an.

Dalam pengamatan paling awal tersebut, sebagian besar sumber radio di langit teridentifikasi sebagai galaksi yang tampak normal. Namun, ada beberapa sumber radio yang tampak seperti bintang terang yang tidak biasa, bahkan dalam beberapa foto yang berhasil didapatkan menunjukkan bahwa objek-objek ini seperti diselubungi lingkaran cahaya redup.
Nah, karena penampilannya yang hampir seperti bintang, tetapi para astronom belum tahu pasti objek apa itu sebenarnya, objek-objek ini pun dijuluki "sumber radio mirip bintang", atau yang dalam bahasa Inggris disebut "quasi-stellar radio source", yang sejak tahun 1964 disingkat menjadi "quasar".

Apa sebenarnya quasar ini? Menurut UniverseToday.com, pada setiap pusat galaksi-galaksi raksasa di alam semesta diketahui ada sebuah lubang hitam supermasifnya. Ketika lubang hitam supermasif ini aktif melahap bintang dan material di sekitarnya, material yang tertarik gravitasi lubang hitam supermasif ini akan membentuk cakram akresi yang berputar mengelilingi lubang hitam, persis seperti cincin pada Saturnus. Material pada cakram akresi akan memanas hingga jutaan derajat Celcius, meledakkan sejumlah besar radiasi.

Lingkungan magnetik kuat yang berada di sekitar lubang hitam supermasif lantas akan membentuk semburan material yang mengalir jutaan tahun cahaya jauhnya ke seantero alam semesta. Fenomena ini dikenal sebagai active galactic nucleus, atau inti galaksi aktif.

Nah, semburan material tersebut lah yang dikenal sebagai quasar. Ia bersinar terang dalam gelombang radio. Dari gelombang radio yang dipancarkan quasar inilah para astronom bisa mengetahui seberapa jauh jaraknya.

Saat diamati, sejumlah besar garis emisi gelombang radio quasar bergerak ke arah merah. Pergeseran merah yang besar ini menjadi bukti lokasi quasar yang sangat jauh dari Bumi kita.

Quasar Terjauh

Ukuran lubang hitam supermasif dari quasar pemecah rekor baru ini bisa dikategorikan sebagai lubang hitam monster. Bagaimana tidak, menurut IFLScience.com, ia 385 kali lebih masif daripada lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bimasakti kita, dan dua kali lebih besar dari pemegang rekor sebelumnya.

Galaksi tempat quasar berada ini juga berkembang pesat. Kelompok astronom yang dipimpin oleh Dr. Feige Wang dari Observatorium Steward Universitas Arizona, memperkirakan bahwa sang galaksi dapat membentuk 200 bintang sebesar Matahari per tahun, kira-kira 200 kali lipat dari laju pembentukan bintang di galaksi kita.

Namun pertumbuhan ini tidak akan berlangsung selamanya. Lubang hitam supermasif di pusatnya yang memiliki quasar terjauh ini mampu memakan bintang setara 25 Matahari per tahun. Pada akhirnya, galaksi induknya ini tidak akan memiliki cukup gas untuk membuat bintang baru dan aktivitasnya akan terhenti.
BERIKAN KOMENTAR ()