-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Mengenal HD 106906 b, Planet dengan Orbit Terjauh dari Bintangnya

Info Astronomy - Sebagian besar dari 4.300 planet asing yang telah dikonfirmasi yang ditemukan hingga saat ini memiliki satu kesamaan umum: Mereka mengitari bintang induknya dalam orbit yang relatif dekat sehinga suhunya begitu panas.

Namun, baru-baru ini para astronom telah menemukan sesuatu yang berbeda. Rupanya ada sebuah planet asing mirip Jupiter yang mengorbit bintang induknya dalam periode orbit 15.000 tahun. Ini adalah pertama kalinya para astronom berhasil menemukan planet dengan jarak orbit sebesar itu.

Planet asing ini dikatalogkan sebagai HD 106906 b. Massanya diperkirakan sekitar 11 kali massa Jupiter. Ia mengorbit sistem biner, yakni sepasang bintang yang saling mengitari satu sama lain. Kedua bintangnya itu adalah jenis deret utama mirip Matahari yang dikatalogkan sebagai HD 106906, yang saling mengorbit satu sama lain dalam 100 hari. Seluruh sistem ini berjarak 336 tahun cahaya jauhnya dari Bumi kita.

Meskipun sangat berbeda dengan tata surya kita, sistem planet yang satu ini memberikan potensi keberadaan Planet Kesembilan yang selama ini sedang dicari di tata surya. Menurut salah satu astronom dalam studi ini, Meiji Nguyen dari University of California, "Planet asing ini sangat jauh terpisah dari bintang induknya dengan orbit yang eksentrik. Planet Kesembilan di tata surya kita bisa jadi juga seperti ini."

Alasan sebagian besar planet asing yang sejauh ini ditemukan berada pada jarak relatif dekat dengan bintang induknya sendiri cukup sederhana, yakni berkaitan dengan cara kita untuk bisa menemukan dan mengonfirmasi planet-planet asing tersebut.

Dua metode yang paling umum digunakan untuk menemukan planet asing adalah, metode transit, di mana kita mencari peredupan kecil pada cahaya bintang yang disebabkan oleh adanya planet asing yang sedang mengorbit melintas di depannya dalam pandangan dari Bumi. Metode kedua adalah mencari goyangan pada bintang. Jika sebuah bintang memiliki planet, ia dan planetnya akan mengitari titik barisenter, sehingga bintang tampak "bergoyang" dalam orbitnya.

Melihat transit planet atau mengamati goyangan bintang tidak hanya dilakukan dalam satu malam saja. Umumnya para astronom melakukan pengamatan secara berkala selama bertahun-tahun untuk memastikan keberadaan sebuah planet asing pada bintang tersebut.

Baik metode transit ataupun goyangan, keduanya akan lebih mudah diamati jika planet asingnya berjarak relatif dekat dengan bintang induknya. Jika sebuah planet asing berjarak sama seperti jarak Jupiter ke Matahari, misalnya, yang butuh 12 tahun untuk mengorbit, maka para astronom pun perlu menunggu 12 tahun untuk melihat satu peredupan atau satu goyangan pada bintang.

Hasilnya, sejauh ini kita hanya berhasil menemukan planet-planet asing yang berjarak relatif dekat dari bintang induknya. Lalu, mengapa sekarang bisa menemukan planet dengan orbit terjauh dari bintangnya?
Jawabannya, HD 106906 b adalah bintang yang langka. Sebagian besar planet asing yang telah ditemukan terlalu redup dan terlalu dekat dengan bintang induknya untuk diamati, tetapi jarak HD 106906 b yang sangat jauh membuatnya tidak "menghilang" dalam cahaya terang dari bintang binernya. Ia bahkan sudah berhasil dicitrakan, yang bisa kamu lihat di atas.

Meski begitu, mempelajari orbit planet asing tetap bukan hal yang mudah. Untuk itu, tim astronom yang meneliti planet ini butuh meninjau arsip data dari Teleskop Antariksa Hubble yang telah didapatkan dalam 14 tahun terakhir. Hingga akhirnya diketahui bahwa jarak HD 106906 b dari bintang binernya adalah sekitar 737 AU, atau sekitar 110,5 miliar kilometer.

Seperti yang bisa kamu bayangkan, sebuah planet asing yang berjarak sekitar 110,5 miliar kilometer sehingga butuh waktu 15.000 tahun sekali untuk mengitari bintangnya jelas tidak akan banyak bergerak dalam arsip data Hubble yang telah dikumpulkan dalam waktu hanya 14 tahun. Namun, menariknya, data-data tersebut sudah cukup bagi para astronom untuk mengetahui orbitnya.

Periode orbit 15.000 tahun hanyalah salah satu hal dari apa yang berhasil dipelajari. Hal lain yang lebih membingungkan adalah planet asing ini memiliki kemiringan orbit yang sangat tinggi. Salah satu kemungkinannya adalah HD 106906 b tidak mengorbit bintang binernya sejak lahir.

Dalam skenario ini, planet HD 106906 b dulunya adalah planet pengembara, yang melayang bebas di ruang angkasa tanpa mengitari satu bintang tertentu, sampai akhirnya ia melintas cukup dekat ke suatu bintang lalu tertangkap gravitasinya.

Skenario lain menyebutkan bahwa HD 106906 b terbentuk dari cakram puing sisa-sisa pembentukan bintang binernya. Awalnya, planet asing ini berada pada jarak yang dekat dari bintang binernya. Namun, interaksi gravitasi antara dua bintang binernya ini kemungkinan telah membuat sang planet asing keluar dari orbitnya menuju orbit yang lebih jauh seperti sekarang ini.

Studi mengenai planet ini telah dipublikasikan di The Astronomical Journal, baca di sini.