-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Berburu Komet C/2020 S3 (Erasmus) di Penghujung 2020

Info Astronomy - Sebelum menutup tahun 2020, kita berkesempatan melihat sebuah komet yang dikatalogkan sebagai C/2020 S3 (Erasmus). Menurut LAPAN, komet ini rupanya cukup terang untuk bisa diamati di langit Indonesia.

Apa itu komet? Seringkali kita keliru nih menyamakan atau tertukar antara komet dengan meteor. Kalau di malam hari kamu melihat objek berekor yang bergerak cepat di langit, itu adalah meteor. Komet tidak bergerak cepat. Karena komet berada di luar atmosfer Bumi dan ia mengitari Matahari, maka kenampakannya di langit Bumi akan cenderung "diam", ia juga akan terbit dan terbenam sesuai gerak rotasi Bumi kita.

Menurut UniverseToday.com, komet ini ditemukan pada malam 17 September 2020 oleh astronom Nicolas Erasmus selama ia melakukan survei langit dengan instrumen ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System). Itulah mengapa komet ini dinamai Komet Erasmus.

Komet Erasmus akan mencapai perihelion, jarak terdekat dengan Matahari, pada 12 Desember 2020 pukul 23.03 WIB. Jaraknya dari Matahari nantinya akan mencapai sekitar 0,39 AU, atau sekitar 59,6 juta kilometer.

Komet yang satu ini akan mencapai puncak kecerahannya di langit Indonesia pada 11 Desember 2020 mendatang. Kita berkesempatan melihatnya di langit pagi sebelum Matahari terbit, dengan magnitudo visual komet akan mencapai +5,6.

Apa artinya magnitudo visual? Dalam astronomi, magnitudo adalah sistem kecerahan benda langit. Semakin minus magnitudo visual benda langit, semakin terang ia. Sebagai perbandingan, magnitudo visual Matahari adalah -23.

Batas pandangan teredup oleh mata manusia sendiri adalah +4,3. Dengan kata lain, Komet Erasmus akan cukup redup untuk diamati di lokasi yang polusi cahayanya berlebihan, sehingga membutuhkan binokuler atau teleskop. Namun, kalau kamu tinggal di pedesaan dengan tingkat polusi cahaya yang minim, magnitudo visual +5,6 masih bisa ditoleransi, komet pun bisa terlihat.

Melihat ke Arah Mana?
Pada pukul 05.00 pagi waktu setempat daerahmu, amatilah langit arah tenggara. Komet Erasmus masih cukup rendah di atas cakrawala saat itu, sekitar 7 derajat dari cakrawala tenggara. Di arah yang sama, kamu juga bisa menemukan planet Venus. Sang komet akan berada sejauh 9 derajat dari Venus, atau selebar satu kepalan tangan.

Seperti Apa Kenampakan Komet?
Karena komet ini akan terletak pada jarak yang sangat jauh dari Bumi (sekitar 1,2 AU atau 192,6 juta kilometer) dan magnitudo visualnya tidak terlalu terang, kenampakannya di langit tidak akan menunjukkan ekornya. Komet akan tampak seperti titik buram kalau diamati dengan mata telanjang. 

Meski begitu, kalau kamu menggunakan teleskop untuk mengamati Komet Erasmus, kamu akan mendapatkan detail yang lebih jelas. Komet pun akan tampak dengan rona koma yang berwarna kehijauan, berbeda dari warna bintang di sekitarnya, seperti yang diabadikan oleh astrofotografer Jose Chambo di New Mexico, AS ini:
Selamat berburu Komet Erasmus. Semoga berhasil dan komet ini bisa menutup tahun 2020 dengan lebih baik untukmu.