-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Apa yang Akan Kita Amati Saat Betelgeuse Mengalami Supernova?

Info Astronomy - Kalau kamu sering mengamati langit dari November hingga Februari setiap tahunnya, kamu mungkin sudah tidak asing dengan rasi bintang Orion. Salah satu bintang di rasi bintang ini, Betelgeuse, dikabarkan sedang sekarat dan siap supernova.

Sayangnya, supernova Betelgeuse sepertinya tidak akan teramati di kehidupan generasi kita. Menurut Astronomy.com, para astronom memperkirakan, berdasarkan kandungan dan karakteristik Betelgeuse saat ini, sang bintang baru akan meledak sebagai supernova dalam 100.000 tahun mendatang.

Betelgeuse saat ini mengalami variasi dalam kecerahan karena ia adalah bintang super raksasa merah yang sedang sekarat dengan diameter sekitar 700 kali lebih besar dari Matahari kita. Nah, kalau nantinya Betelgeuse pada akhirnya supernova, kira-kira apa sih yang akan manusia amati dari Bumi?

Jaraknya Betelgeuse dari Bumi kita sendiri kira-kira 650 tahun cahaya. Ketika supernova terjadi, tentunya fenomena itu akan menjadi hal yang spektakuler di langit Bumi.
Dengan banyaknya spekulasi yang beredar tentang apa yang akan terjadi ketika Betelgeuse akhirnya mengalami supernova, astronom Andy Howell dari Universitas California melakukan studi bersama sepasang mahasiswa pascasarjananya, Jared Goldberg dan Evan Bauer, yang menciptakan simulasi yang lebih presisi mengenai hari-hari terakhir sang bintang kelak.

Para astronom ini mengatakan bahwa masih ada ketidakpastian tentang bagaimana supernova Betelgeuse akan terjadi. Meski begitu, mereka telah mempelajari Supernova SN1987A, supernova terakhir yang teramati sangat terang di langit Bumi pada tahun 1987, untuk menambah keakuratan simulasi yang mereka lakukan.

Menurut simulasi tersebut, kehidupan di Bumi tidak akan terdampak secara langsung saat Betelgeuse supernova. Namun, bukan berarti supernova tersebut akan luput dari perhatian. Goldberg dan Bauer menemukan bahwa ketika Betelgeuse meledak, ia akan bersinar seterang fase Bulan separuh, atau sembilan kali lebih redup dari Bulan purnama, selama lebih dari tiga bulan.

"Supernova Betelgeuse akan teramati bagai bintik yang sangat terang di langit Bumi," kata Howell, dilansir Space.com. "Semua orang di seluruh dunia akan penasaran tentang benda langit terang apa yang sedang muncul di langit nantinya, karena kecerahannya yang sangat tidak biasa."

Nantinya, manusia bahkan akan dapat melihat supernova Betelgeuse di langit siang hari selama kurang lebih satu tahun, dan sisa-sisa kecerahannya akan terlihat pada malam hari dengan mata telanjang selama beberapa tahun, sampai supernovanya meredup.
Selama ini, Betelgeuse adalah bagian dari bahu pada rasi bintang Orion. "Pada saat supernova Betelgeuse benar-benar memudar, rasi bintang Orion akan kehilangan bahu kirinya," kata Sarafina Nance, yang juga seorang mahasiswa pascasarjana Universitas California.

Yang jelas, tidak perlu khawatir dengan ledakan bintang Betelgeuse. Sebuah supernova harus terjadi pada jarak yang sangat dekat (maksimal 10 tahun cahaya) dari Bumi agar radiasi membahayakannya bisa mempengaruhi kehidupan. Betelgeuse berada jauh di luar zona bahaya Bumi dari supernova.

Meski begitu, supernova masih bisa berdampak pada Bumi dengan cara yang lain. Misalnya, Howell menunjukkan, banyak hewan di Bumi yang memanfaatkan cahaya Bulan untuk navigasi. Ketika supernova terjadi, yang cahayanya bisa seterang Bulan, hal itu dapat mengganggu navigasi para hewan tadi. Bahkan, penelitian langit bisa saja akan berhenti sementara karena langit malam terlalu terang.

Siap untuk melihat supernova Betelgeuse, wahai anak cucu?