-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

5 Fenomena Astronomi Paling Menarik di 2020

Info Astronomy - 2020 mungkin akan dikenang sebagai tahun yang berat. Meski begitu, kita masih bisa belajar banyak hal tentang alam semesta pada tahun ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas setidaknya ada 5 fenomena astronomi paling menarik yang pernah diketahui para astronom. Penasaran ada apa saja?

Meredupnya Bintang Betelgeuse
Ya, peredupan bintang Betelgeuse yang misterius itu terjadi pada tahun ini. Ketika pandemi mulai menyebar dan kebakaran hutan berkecamuk di seluruh Australia, bintang paling terang kedua di rasi bintang Orion ini justru keluar dari daftar 20 bintang paling terang di langit malam karena mengalami peredupan yang tidak biasa.

Pada awal tahun 2020, kecerahan Betelgeuse teramati hanya 37 persen dari kecerahan biasanya. Barulah ketika memasuki akhir Februari 2020, Betelgeuse baru mulai naik lagi kecerahannya. Penyebab penurunan kecerahan yang tak terduga ini masih belum pasti, tetapi satu teori menunjukkan bahwa hal itu disebabkan oleh terbentuknya bintik bintang raksasa di permukaan Betelgeuse.
Penemuan Air di Bulan
Tidak hanya di Bumi, air rupanya juga ada di Bulan. Para astronom akhirnya mengonfirmasi keberadaan air di Bulan tersebut, pada tahun ini, setelah bertahun-tahun penelitian dan pengamatan terhadap satu-satunya satelit alami milik Bumi kita itu.

Menurut hasil penelitiannya, diperkirakan terdapat satu gelas air per ton tanah di Bulan. Jumlah ini memang sedikit, tetapi sangat menarik mengetahui fakta bagaimana Bulan bisa memiliki air di permukaannya.

Tidak hanya itu, para astronom juga menemukan adanya sebuah fenomena yang mereka sebut sebagai perangkap dingin, yakni area di permukaan Bulan yang selalu mengalami malam hari karena kemiringan sumbu Bulan sehingga area tersebut tidak tersinari Matahari. Dalam perangkap dingin itu, ditemukan juga adanya air dalam bentuk es.

Supernova Paling Terang
Pada bulan April 2020, para astronom menemukan supernova paling terang yang pernah diamati, bahkan dua kali lebih terang dari kematian bintang mana pun yang pernah terlihat sebelumnya.

Para astronom menjelaskan bagaimana fenomena ini terjadi. Pertama, sebuah bintang melepaskan lapisan terluarnya yang besar ke ruang angkasa. Kemudian, fenomena itu memicunya meledak dalam supernova, melepaskan sejumlah besar energi dan material yang menghantam dirinya sendiri, sehingga luminositasnya naik begitu terang.

Fenomena tersebut, yang dikatalogkan sebagai SN2016aps, telah diajukan sebagai bukti fenomena yang disebut sebagai supernova yang langka.

Sebenarnya, fenomena ini telah diprediksi secara teoritis, tetapi tidak pernah berhasil diamati sebelumnya. Menurut hasil penelitiannya yang diterbitkan di Nature Astronomy, tim astronom yang meneliti supernova ini telah mengamati cahaya dari supernova tersebut selama dua tahun, menggunakan data untuk memahami ledakan dan memperkirakan sifat bintang progenitornya.

Diperkirakan, massa bintang yang meledak saat supernova berada di antara 50 dan 100 kali massa Matahari, jauh lebih tinggi daripada supernova pada umumnya, yang biasanya "hanya" antara 8 hingga 25 kali massa Matahari.

Ledakan Terbesar Sejak Big Bang
Meskipun SN2016aps di atas terdengar luar biasa, rupanya ia bukan merupakan ledakan terbesar sejak alam semesta bermula. Itu karena pada tahun ini, para astronom berhasil mengukur ledakan terbesar dalam sejarah alam semesta, sebuah lubang hitam supermasif yang melepaskan semburan energi yang begitu kuat sehingga menciptakan cekungan selebar 15 kali diameter Bimasakti pada plasma yang mengelilingi galaksi induknya.
Ledakan tersebut terjadi pada jarak 240 juta tahun cahaya di arah rasi bintang Ofiukus. Jarak yang sangat jauh dari Bumi sehingga kita masih aman di planet ini dari dampak ledakannya.

Penemuan Fosfin di Planet Venus
September 2020 kemarin, suatu hasil penelitian terhadap planet tetangga terdekat Bumi, Venus, dipublikasikan oleh para astronom.

Dalam publikasi itu, fosfin ditemukan di antara awan yang menggantung di langit Venus. Di Bumi, gas yang satu ini hanya diproduksi oleh organisme hidup, dan dianggap sebagai tanda keberadaan kehidupan biologis saat kita sedang mencari kehidupan di tempat lain di alam semesta, sehingga pendeteksian fosfin di Venus telah memicu spekulasi tentang dari mana asal-usulnya.

Meski begitu, analisis lanjutan oleh tim astronom lainnya mengungkapkan bahwa keberadaan fosfin di Venus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Ada juga masalah dengan data asli. Para astronom pun kini melanjutkan penelitian mereka, yang semoga kita akan tahu hasilnya dalam beberapa bulan ke depan.

Nah, itulah 5 fenomena astronomi paling menarik pada tahun 2020. Tahun 2021 mendatang memang belum menjamin semua hal akan menjadi lebih baik dari tahun ini, tetapi semangat dalam mempelajari astronomi oleh para astronom di seluruh dunia kemungkinan besar akan terus berkembang, dan kita akan dibuat takjub oleh penemuan-penemuan baru pada masa yang akan datang.

Terima kasih, 2020.
BERIKAN KOMENTAR ()