-->

Hujan Meteor Taurid Utara Mencapai Puncaknya Malam Ini

Info Astronomy - Setiap tahunnya, dari akhir Oktober hingga pertengahan November, hujan meteor Taurid Utara bisa diamati. Meski begitu, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada puncaknya, yang mana akan terjadi tengah malam ini, 12 November 2020.

Untuk tahun ini, pengamatan hujan meteor Taurid Utara cukup menjanjikan karena Bulan sudah berada dalam fase sabit tua, yang artinya cahayanya tidak akan terlalu mengganggu. Karena selain polusi cahaya buatan, cahaya Bulan juga bisa mengganggu kenampakan hujan meteor.

Sesuai dengan namanya, hujan meteor Taurid Utara akan memiliki titik radian di arah utara dari rasi bintang Taurus. Titik radian adalah titik kemunculan meteor. Walau begitu, meteor-meteor masih tetap bisa muncul dari segala arah kok.

Dilansir Space.com, rasi bintang Taurus akan berada pada ketinggian di atas 40 derajat dari cakrawala timur pada tengah malam ini (12/11). Dengan begitu, mulailah pengamatan pada tengah malam dan menghadap ke arah timur.
Pada puncaknya ini, diperkirakan akan teramati sekitar 5 meteor per jam. Namun, intensitas meteor per jam ini hanya berlaku untuk lokasi pengamatan yang langitnya gelap sempurna, minim polusi cahaya, jauh dari area kota. Kalau saja lokasi pengamatan kurang ideal, kemunculan meteor bisa lebih sedikit dari itu.

Fenomena hujan meteor sendiri tidak berbahaya. Fenomena ini muncul ketika Bumi melewati puing-puing yang tertinggal dari sebuah komet atau asteroid di sepanjang jalur orbitnya. Saat Bumi menerjang bekas orbit komet atau asteroid tersebut, puing-puing tadi akan tertarik gravitasi dan masuk lalu terbakar di atmosfer Bumi sebagai meteor. Untungnya, karena ukurannya kecil-kecil, meteor-meteor ini akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa mencapai permukaan Bumi.

Nah, hujan meteor Taurid Utara, menurut In-the-sky.org, berasal dari puing-puing yang ditinggalkan oleh asteroid 2004 TG10 di sepanjang jalur orbitnya.

Melihat hujan meteor juga sangat mudah. Kamu tidak memerlukan teleskop atau teropong sama sekali, karena pada dasarnya yang dibutuhkan adalah area dengan medan pandang langit yang luas, seperti di lapangan terbuka, persawahan, pantai, atau di puncak pegunungan.

Lakukanlah pengamatan sepanjang malam. Pastikan juga sudah melakukan adaptasi mata dengan gelapnya langit minimal 30-40 menit. Karena kalau kamu cuma mengamatinya 1-2 menit tanpa adaptasi mata, niscaya tidak akan ada satu pun meteor yang terlihat.

Semoga cuaca cerah!
BERIKAN KOMENTAR ()