-->

Dua Gerhana Bulan di Indonesia pada 2021

Info Astronomy - 2021 di depan mata, akan ada banyak fenomena langit menarik yang bisa kita amati pada tahun depan. Dua di antaranya adalah dua fenomena gerhana Bulan, yang mana keduanya ini bisa diamati Indonesia. Penasaran kapan akan terjadi?

Sebelumnya, kita kenalan dulu deh dengan gerhana Bulan. Untukmu yang lupa atau belum tahu, gerhana Bulan adalah fenomena ketika Bulan melewati titik potong antara Matahari dan Bumi, sehingga Bumi menghalangi cahaya Matahari yang seharusnya diterima Bulan. Dengan kata lain, Matahari-Bumi-Bulan berada dalam segaris lurus.

Alih-alih gelap, Bulan justru akan tampak merah jika gerhana Bulan total terjadi. Itu karena sinar Matahari masih merangsek melalui atmosfer Bumi, lalu terbiaskan ke Bulan sehingga Bulan akan tampak merah. Merahnya Bulan ini bahkan bisa semerah darah, yang menyebabkannya dijuluki sebagai "Blood Moon".

Nah, pada tahun 2021, Indonesia kebagian fenomena gerhana Bulan total dan gerhana Bulan parsial. Bedanya, pada gerhana Bulan parsial hanya sebagian wajah Bulan saja yang tertutupi bayangan Bumi, sehingga tidak akan muncul merah, melainkan hanya akan seperti "tergigit" saja.

Kapan keduanya akan terjadi?

Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan total akan menyapa Indonesia lebih dulu, tepatnya pada 26 Mei 2021 mendatang. Indonesia bagian timur menjadi lokasi terbaik untuk melihat gerhana Bulan total ini karena bisa melihat proses gerhana dari awal hingga selesai.

Itu terjadi karena gerhana Bulan total ini akan dimulai pada pukul 17.47 WIT, ketika Bulan pertama kali masuk bayangan penumbra Bumi. Pada saat itu, Indonesia bagian barat masih pukul 15.47 WIB dan Indonesia bagian tengah masih pukul 16.47 WITA, di mana Bulan belum terbit sehingga tidak bisa melihat apapun.

Gerhana pun akan berlanjut dengan masuknya Bulan ke bayangan umbra, yakni pada pukul 18.44 WIT. Di sini, "tergigit"-nya wajah Bulan mulai terlihat. Sayangnya, Bulan masih belum terbit di Indonesia bagian barat maupun di Indonesia bagian tengah. Ini terjadi karena gerhana Bulan bertepatan dengan fase Bulan purnama, fase di mana Bulan baru terbit saat Matahari terbenam karena posisinya 180 derajat dari Matahari.
Dengan begitu, kamu yang berada di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah nantinya akan melihat Bulan terbit yang sudah tergerhanai oleh bayangan Bumi.

Puncak gerhana Bulan total pun akan terjadi pada pukul 20.18 WIT, momen ketika Bulan sedang merah-merahnya. Beruntung, Bulan sudah menggantung di langit untuk Indonesia bagian barat dan tengah, sehingga pada fase ini seluruh Indonesia bisa melihat gerhana Bulan total berbarengan.

Fase puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20.25 WIT, 19.25 WITA, dan 18.25 WIB. Merahnya Bulan akan berangsur-angsur pudar, tetapi "gigitan" pada wajah Bulan masih akan teramati hingga fase parsial berakhir pukul 21.52 WIT, 20.52 WITA, 19.25 WIB.

Secara keseluruhan, gerhana Bulan total 26 Mei 2021 ini akan berlangsung selama 5 jam 2 menit, yang diakhiri dengan keluarnya Bulan dari bayangan penumbra Bumi pukul 22.49 WIT, 21.49 WITA, 20.49 WIB.

Gerhana Bulan Parsial
Pada tahun 2021, Indonesia bisa melihat gerhana Bulan parsial pada tanggal 19 November.

Lagi lagi, Indonesia bagian timur menjadi lokasi terbaik untuk melihatnya, meskipun tidak bisa menyaksikannya dari awal gerhana. Ketika Bulan terbit di langit Indonesia bagian timur, gerhana Bulan parsial telah terjadi.

Gerhana Bulan ini dimulai pada pukul 15.02 WIT, di mana hari masih siang untuk seluruh wilayah Indonesia. Belum ada Bulan di langit saat gerhana dimulai. Puncak gerhana parsial akan dimulai pukul 16.18 WIT, Bulan masih juga belum terbit.
Puncaknya, terjadi pukul 18.02 WIT. Inilah momen di mana orang-orang di Indonesia bagian timur bisa melihat Bulan terbit yang sedang digerhanai Bumi. 97% wajah Bulan akan tertutupi oleh Bumi, sehingga warnanya akan sedikit merah, hampir seperti gerhana Bulan total 26 Mei 2021.

Gerhana parsial ini akan berakhir pukul 19.47 WIT. Pada momen ini, Indonesia bagian tengah sudah bisa melihat Bulan rendah di langit timur, sementara Bulan masih belum juga terbit untuk Indonesia bagian barat.

Hingga akhirnya, saat Matahari terbenam untuk Indonesia bagian barat, Bulan terbit timur dengan sisa-sisa gerhana penumbra yang masih berlangsung. "Gigitan" pada wajah Bulan tidak terlihat lagi pada saat ini, sehingga gerhana tampak sudah berakhir. Gerhana baru benar-benar berakhir pukul 21.03 WIT. Secara keseluruhan, gerhana Bulan parsial ini terjadi selama 6 jam 2 menit.

Nah, itulah dua gerhana Bulan yang akan terjadi di Indonesia pada tahun 2021 mendatang. Ingin tahu tahun depan ada fenomena langit apa lagi selain gerhana? Kamu bisa membeli Kalender Astronomi 2021 yang kini dibuka pre-ordernya di InfoAstronomy Store.

BERIKAN KOMENTAR ()