-->

Bagaimana Lanjutan Pencarian Planet Kesembilan? Ini Kabar Terbarunya

Info Astronomy - Sejak tahun 2016, para astronom mencari keberadaan Planet Kesembilan yang diperkirakan berada di tepian jauh tata surya kita. Sayangnya, sampai hari ini, belum ada satupun bukti yang mengarah pada wujud sang planet hipotesis ini.

Namun, baru-baru ini, sekelompok astronom di Universitas Yale telah memaparkan sebuah metode yang dapat memudahkan pencarian Planet Kesembilan. Seperti apa metode tersebut?

Bukti untuk keberadaan Planet Kesembilan sendiri didasarkan pada pola orbit objek-objek di Sabuk Kuiper. Teorinya adalah, ada suatu objek besar dengan massa 5 sampai 10 kali massa Bumi yang dengan gravitasinya telah membuat orbit objek-objek Sabuk Kuiper belaku aneh.

Meski begitu, bukti-bukti ini belum cukup untuk mengonfirmasi keberadaan Planet Kesembilan. Para astronom perlu untuk mendapatkan bukti pamungkas: Berhasil mencitrakan sang Planet Kesembilan di tepi tata surya.

Perhitungan paling mutakhir memperkirakan bahwa Planet Kesembilan memiliki orbit 14 hingga 27 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan jarak Neptunus, sehingga sang planet sudah pasti sangatlah redup karena jauh dari Matahari. Menemukannya akan sangat sulit karena para astronom perlu menyisir wilayah langit yang luas, bagaikan mencari kucing hitam yang sedang tidur di dalam ruangan yang gelap.

Walau sulit, hal itu tidak menyurutkan minat para astronom terhadap pencarian planet ini. Profesor Gregory Laughlin dan mahasiswa PhD Malena Rice dari Universitas Yale baru-baru ini menerbitkan sebuah penelitian di Planetary Science Journal, yang di dalamnya menjabarkan sebuah metode yang disebut "menggeser dan menumpuk".

Metode ini sendiri adalah mengumpulkan gambar dari teleskop pemburu planet NASA, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) ke arah sepanjang jalur orbit yang paling berpotensi menjadi letak Planet Kesembilan, kemudian bergeser dari satu bidang langit ke bidang langit berikutnya. Hasil citra yang didapatkan kemudian digabungkan, atau ditumpuk, sehingga nantinya objek yang sangat redup dapat terdeteksi.

Untuk memvalidasi metode mereka efektif atau tidak, Laughlin dan Rice telah berhasil menggunakan TESS sebelumnya untuk mencari tanda-tanda keberadaan planet kerdil Sedna dan dua objek trans-Neptunian lainnya yang sudah diketahui, yang mana mereka semua terletak di Sabuk Kuiper.

Laughlin dan Rice juga telah mencoba melihat dua bidang langit tempat Planet Sembilan mungkin berada. Dan dalam pertemuan tahunan American Astronomical Society bulan ini, pasangan astronom tersebut melaporkan bahwa mereka telah menemukan 17 objek potensial yang perlu analisis lebih lanjut.

Terletak pada jarak sekitar 20 kali lebih jauh dari jarak Neptunus ke Matahari, Planet Kesembilan, jika memang ada, kemungkinan besar akan sekitar satu juta kali lebih redup daripada kenampakan Neptunus itu sendiri di langit malam Bumi.

Akankah Planet Kesembilan kali ini ditemukan dengan metode yang ditawarkan? Kita tunggu saja hasilnya.
BERIKAN KOMENTAR ()