Kapan Ada Gerhana Matahari dan Bulan Lagi di Indonesia?

Info Astronomy - Rindu peristiwa gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan? Kita di Indonesia setidaknya harus menunggu setahun sampai tiga tahun lagi untuk menyaksikannya. Memangnya, kapan sih ada gerhana lagi di Indonesia?

Pertanyaan ini banyak kami terima di media sosial, terutama Instagram @infoastronomy. Peristiwa gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan memanglah menarik dan cukup langka untuk bisa terjadi di daerah yang sama.

Nah, dalam artikel ini, kami ingin menginformasikan kapan, di mana, dan gerhana apa yang bisa kita amati dalam waktu dekat. Siap untuk melingkari tanggal di kalendermu?

Gerhana Bulan
Gerhana Bulan akan terjadi lebih dulu di Indonesia, tepatnya pada 26 Mei 2021 mendatang. Gerhana Bulan ini juga paling dinantikan: Gerhana Bulan total!

Apa itu gerhana Bulan total? Menurut EarthSky.org, ini adalah peristiwa ketika Bulan memasuki bayangan gelap atau umbra Bumi sepenuhnya. Namun, alih-alih gelap, wajah Bulan justru akan memerah karena sinar Matahari yang melalui atmosfer Bumi masih terbiaskan ke permukaan Bulan.
Di Indonesia, Papua akan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati gerhana Bulan total 26 Mei 2021. Hal itu terjadi karena Papua bisa melihat gerhana Bulan total ini dari fase awal, fase puncak, hingga gerhananya berakhir.

Gerhana Bulan total selalu didahului oleh gerhana Bulan penumbra, ketika Bulan memasuki bayangan penumbra Bumi, yang pada 26 Mei 2021 ini, menurut In-the-sky.org, akan terjadi pukul 17.47 WIT. Lalu, Bulan mulai masuk bayangan umbra pada pukul 18.44 WIT, momen di mana kita akan melihat "gigitan" pada permukaan Bulan.

Fase gerhana Bulan total 26 Mei 2021 ini sendiri akan dimulai pukul 20.11 WIT, puncak gerhana pukul 20.18 WIT, dan fase total berakhir pukul 20.25 WIT. Setelahnya, masih ada gerhana Bulan parsial yang akan berakhir sepenuhnya pukul 21.52 WIT.

Nah, ini dia peta kenampakan gerhana Bulan totalnya:
Berdasarkan peta di atas, wilayah Indonesia masuk dalam zona "gerhana terjadi saat Bulan terbit". Papua masuk dalam subzona P1, di mana saat gerhana dimulai Bulan sudah terbit. Sementara semakin ke barat, khususnya Sumatra, Bulan belum terbit saat gerhana sudah terjadi.

Walau begitu, seluruh wilayah Indonesia bisa kok menyaksikan fase puncak gerhana Bulan total ini. Tergantung pada cuaca cerah saja supaya kamu bisa menemukan kemunculan Bulan di langit malam saat gerhana berlangsung.

Gerhana Matahari
Bagaimana dengan gerhana Matahari? Kita harus lebih bersabar karena di Indonesia baru terjadi lagi pada 23 April 2023 mendatang, sebuah fenomena gerhana Matahari hibrid.

Apa itu gerhana Matahari hibrid? Menurut UniverseToday.com. gerhana Matahari yang satu ini merupakan sebuah fenomena ketika gerhana Matahari cincin dan total terjadi pada satu fenomena gerhana secara berurutan. Gerhana jenis ini cukup langka karena biasanya dalam satu fenomena gerhana hanya ada satu jenis gerhana Matahari saja, entah itu gerhana Matahari total, cincin, atau parsial.

Pada prinsipnya, gerhana Matahari hibrid bisa terjadi karena jarak antara Bulan dan Bumi bervariasi pada setiap titik wilayah Bumi. Variasi jarak ini terjadi karena bentuk Bumi yang bulat serta orbit Bulan yang berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna.

Gerhana Matahari hibrid biasanya dimulai dengan fenomena gerhana Matahari cincin, lalu diikuti dengan gerhana Matahari total dalam waktu yang sangat singkat, hingga akhirnya kembali gerhana Matahari cincin.

Nah, keunikan gerhana Matahari hibrid ini lagi-lagi bisa disaksikan di Papua. Karena pada 23 April 2023 mendatang, Papua adalah satu-satunya wilayah daratan di Indonesia yang akan dilalui jalur gerhana Matahari hibrid ini, sementara wilayah lainnya hanya bisa melihat gerhana Matahari parsial.
Pulau Karas di Papua Barat akan menjadi wilayah daratan pertama yang bisa menyaksikan gerhana Matahari hibrid ini mulai pukul 12.08 WIT. Puncak gerhana Matahari ini akan terjadi pukul 13.45 WIT, lalu gerhana akan berakhir pukul 15.16 WIT.

Waktu terjadinya gerhana Matahari tidak berbarengan layaknya gerhana Bulan. Wilayah daratan terakhir di Indonesia yang bisa menyaksikan gerhana Matahari hibrid ini adalah Biak, Papua, yang mana gerhana dimulai pada pukul 12.21 WIT, puncaknya pukul 13.57 WIT, dan berakhir pukul 15.26 WIT.

Menurut MrEclipse.com, gerhana Matahari hibrid ini adalah bagian dari siklus Saros 129, yang berulang setiap 18 tahun 11 hari, berisi 80 peristiwa gerhana. Siklus Saros 129 ini dimulai dengan gerhana Matahari parsial pada tanggal 3 Oktober 1103 Masehi. Di dalam siklus Saros 129 ini terdapat gerhana Matahari cincin 6 Mei 1464 dan 18 Maret 1969, gerhana Matahari hibrid 29 Maret 1987 dan 20 April 2023, serta gerhana Matahari total 30 April 2041 dan 26 Juli 2185.

Siklus Saros 129 ini akan berakhir pada gerhana Matahari parsial yang akan terjadi pada tanggal 21 Februari 2528. Sementara itu, durasi totalitas gerhana terlama dalam Saros 129 terjadi selama 3 menit 43 detik pada tanggal 25 Juni 2131 mendatang.

Nah, itulah gerhana Matahari dan gerhana Bulan yang akan terjadi dalam waktu dekat di Indonesia. Selamat menanti gerhana!
BERIKAN KOMENTAR ()