-->

Ingin Pindah Planet? Ini 5 Planet yang Berpotensi Laik Huni

Info Astrononomy - Pandemi, sistem tata negara yang kurang baik, dan masalah-masalah lain tampaknya selalu hadir di Bumi. Pernahkah terlintas di pikiran kamu untuk pindah planet saja? Dari hasil temuan para astronom, berikut ini adalah 5 planet berpotensi laik huni yang bisa kamu pilih.

Perlu digarisbawahi, planet-planet yang akan disebutkan dalam artikel ini dikategorikan sebagai planet laik huni karena mereka berada di dalam zona laik huni bintang induknya, atau jarak yang pas dari bintang induk di mana air dalam bentuk cair berpotensi eksis di permukaannya. Seperti yang kita tahu, spesies kita membutuhkan air untuk tetap hidup.

Baiklah, kita langsung saja ke planet asing terdekat pertama dari Bumi.

Proxima b

Sebuah planet yang kemungkinan mirip Bumi telah ditemukan di dalam zona laik huni bintang Proxima Centauri. Berjarak kurang lebih sekitar 4,2 tahun cahaya dari Bumi, Proxima Centauri adalah bintang terdekat kedua setelah Matahari.

Pada tahun 2016 silam, seperti dilansir Space.com, sekelompok astronom dari organisasi Pale Red Dot mengumumkan penemuan adanya planet asing yang mengitari Proxima Centauri, planet yang kini dikenal sebagai Proxima b.

Meskipun masih banyak yang harus dipelajari tentang planet asing yang baru ditemukan ini, para astronom yakin akan beberapa hal: Planet asing tersebut merupakan jenis planet berbatu yang mirip Bumi, memiliki massa sekurang-kurangnya 1,3 kali massa Bumi, dan mengorbit Proxima Centauri setiap 11,2 hari (sebagai perbandingan, Bumi butuh 365 hari untuk mengitari Matahari).
Para astronom juga mengatakan bahwa Proxima b terletak di zona laik huni Proxima Centauri, yang berarti planet ini mengorbit pada jarak yang aman dari bintang induknya, yang membuatnya tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Karena itu, para astronom mengatakan bahwa Proxima b mungkin memiliki suhu permukaan yang sesuai yang memungkinkan keberadaan air dalam bentuk cair di permukaannya.

Dengan pesawat berkecepatan cahaya, kamu butuh waktu 4,2 tahun untuk tiba di planet ini.

Wolf 1061c

Planet asing yang satu ini terletak pada jarak sekitar 13,8 tahun cahaya (yang artinya butuh 13,8 tahun dengan kecepatan cahaya menuju planet ini) dari Bumi di arah rasi bintang Ofiukus, menjadikannya planet terdekat kedua yang berpotensi dapat dihuni oleh manusia Bumi, setelah Proxima b.
Wolf 1061c terletak di zona laik huni bintang induknya yang merupakan jenis kerdil merah, yang dikatalogkan sebagai Wolf 1061 dalam sebuah studi tahun 2015 di The Astrophysical Journal Letters. Planet Wolf 1061c ini membutuhkan waktu sekitar 17,9 hari untuk menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi bintang induknya.

Dengan massanya yang diperkirakan sekitar 4,3 kali massa Bumi, Wolf 1061c dianggap sebagai planet berbatu, yang artinya mungkin dapat mendukung kehidupan seperti yang kita kenal, dan mungkin juga memiliki air di permukaannya.

Gliese 832c

Planet asing yang dikatalogkan sebagai Gliese 832c ini sedikit lebih jauh dari Bumi, sekitar 16 tahun cahaya, tetapi menurut para astronom memiliki banyak sifat serupa Bumi yang menunjukkan bahwa ia mungkin juga dapat mendukung kehidupan.

Gliese 832c juga terletak di dalam zona laik huni bintang induknya, yang lagi-lagi merupakan jenis bintang kerdil merah, yang disebut sebagai Gliese 832. Planet asing ini menyelesaikan satu orbit mengelilingi bintangnya dalam 36 hari.
Satu hal yang menarik dari planet ini adalah, para astronom menjuluki Gliese 832c sebagai "bumi super" karena ukurannya setidaknya lima kali lebih besar dari Bumi, tetapi tetap merupakan planet berbatu yang bisa dipijak permukaannya.

Dan ya, 16 tahun perjalanan diperlukan dengan kecepatan cahaya menuju planet ini.

Gliese 667Cc

Sama halnya dengan Gliese 832c, planet asing yang satu ini juga dianggap sebagai "bumi super" karena ukurannya 3,9 kali lebih besar dari Bumi. Ia mengorbit kerdil merah yang dikatalogkan sebagai Gliese 667C, yang merupakan bagian dari sistem tiga bintang, terletak 22 tahun cahaya jauhnya dari Bumi di arah rasi bintang Skorpius.

Kalau siang-siang berada di planet ini, kita bisa melihat tiga "Matahari" menggantung di langitnya. Bahkan Tatooine saja cuma punya dua!
Gliese 667Cc juga terletak di dalam zona laik huni bintang induknya dan membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk menyelesaikan satu orbit penuh. Para astronom mengumumkan penemuan planet asing ini pada tahun 2011. Ditemukan menggunakan teleskop 3,6 meter milik European Southern Observatory (ESO) di Cile.

TRAPPIST-1d

Untukmu yang getol dengan perkembangan informasi astronomi, mungkin masih ingat bagaimana hebohnya penemuan sistem tata bintang TRAPPIST-1 pada bulan Mei 2016 silam. Sistem bintang ini mirip tata surya, beranggotakan 7 planet asing, dengan 3 di antaranya merupakan planet berbatu seperti Bumi.

Berjarak sekitar 40 tahun cahaya jauhnya di arah rasi bintang Akuarius, pusat sistem bintang ini merupakan bintang kerdil merah TRAPPIST-1. Nah, dari tiga planet berbatu yang mengitarinya, hanya TRAPPIST-1d lah yang berada di zona laik huni.
TRAPPIST-1d diperkirakan memiliki massa 30% massa Bumi kita. Kalau kamu berminat tinggal di planet ini, kami sarankan untuk memiliki lokasi di antara sisi siang dan malam planet ini. Karena saking dekatnya sang planet dari bintang induknya (hanya butuh 4 hari untuk sekali mengorbit), TRAPPIST-1d mengalami penguncian gravitasi.

Itu artinya, ada satu sisi planetnya yang terus-menerus menghadap ke bintang induknya, merasakan panas dan radiasi secara terus-menerus, sementara satu sisinya mengalami malam hari abadi.

Gliese 163c

Planet rekomendasi terakhir kami sebagai tujuan tempat tinggal baru kamu adalah Gliese 163c. Planet asing ini juga tampaknya berpotensi laik huni, tetapi berjarak cukup jauh, yakni 49 tahun cahaya dari Bumi di arah rasi bintang Dorado.

Memiliki tujuh kali massa Bumi (yang artinya tarikan gravitasinya juga 7 kali lebih kuat, membuat berat tubuhmu bertambah), ia pun mendapat gelar "bumi super" juga oleh para astronom yang menemukannya.
Gliese 163c juga tentunya terletak di zona laik huni bintang induk kerdil merahnya yang dikenal sebagai Gliese 163, dan membutuhkan waktu 26 hari untuk menyelesaikan satu orbit penuh. Ia merupakan salah satu dari dua planet asing yang ditemukan mengorbit bintang Gliese 163 ini.

Para astronom menemukan planet asing ini dengan menggunakan instrumen pengamatan bernama High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS), yang dipasang pada teleskop ESO yang terletak di La Silla Observatory.

Nah, itulah 5 planet asing yang berpotensi laik huni rekomendasi kami kalau kamu berminat untuk pindah planet sesegera mungkin. Yuk mulai menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa.
BERIKAN KOMENTAR ()