-->

Bumi Kemungkinan Teramati dari 1.000 Sistem Planet Asing

Info Astronomy - Selama beberapa dekade terakhir, manusia telah menemukan lebih dari 4.000 planet ekstrasurya, planet yang mengitari bintang selain Matahari. Beberapa di antaranya mirip dengan Bumi kita, sementara sebagian besar lainnya sangat berbeda.

Dari banyaknya planet ekstrasurya yang berhasil ditemukan ini, muncul sebuah pertanyaan sederhana di kalangan para astronom, "Jika kita dapat melihat mereka, dapatkah mereka melihat kita?".

Dua orang astronom baru-baru ini menemukan jawaban yang menarik.

Dalam rentang jarak 100 parsec (326 tahun cahaya) dari Bumi, mereka telah mengidentifikasi total keberadaan 1.004 bintang yang telah dikonfirmasi diorbiti oleh planet-planet mirip Bumi. Seluruh planet ekstrasurya ini ditemukan oleh manusia menggunakan metode transit.

Metode transit adalah teknik paling sukses yang pernah manusia terapkan hingga saat ini untuk menemukan planet ekstrasurya, yakni mengamati planet yang sedang transit di depan bintang induknya, yang mana menimbulkan penurunan cahaya bintang secara periodik yang dapat diamati lewat teleskop.

Selain itu, metode transit juga memungkinkan kita untuk mengumpulkan informasi tentang atmosfer planet dengan mengamati bagaimana atmosfernya itu menyerap berbagai jenis cahaya dari bintang induknya.

Walau begitu, metode transit memiliki satu kekurangan. Agar kita dapat mendeteksi planet ekstrasurya dengan metode transit, orbit planetnya kurang lebih harus sejajar dengan garis pandang antara kita dan bintang induknya, biar transit planet bisa terlihat.

Nah, baru-baru ini, para astronom membahas sebuah skenario terbalik, mereka mencari tahu kandidat potensial planet ekstrasurya yang mungkin dapat mendeteksi Bumi dengan metode transit dari planetnya.
Studi yang diterbitkan dalam Pemberitahuan Bulanan dari Royal Astronomical Society ini mengungkapkan rupanya ada banyak planet ekstrasurya yang mana dapat melihat planet kita dan atmosfernya lewat metode transit.

Studi ini dilakukan oleh Profesor Lisa Kaltenegger, direktur Carl Sagan Institute, dan Profesor Joshua Pepper dari Lehigh University. Mereka berfokus pada bintang yang mirip dengan Matahari kita. Mereka menemukan lebih dari 1.000 bintang seperti itu dalam rentang jarak 326 tahun cahaya dari Bumi, 508 di antaranya diperkirakan dapat melakukan pengamatan transit Bumi di depan wajah Matahari yang dapat berlangsung setidaknya 10 jam.

"Jika ada kehidupan cerdas di luar sana yang berhasil mengamati Bumi mengitari Matahari, mereka akan dapat melihat tanda-tanda biosfer di atmosfer planet kita," kata Profesor Kaltenegger dalam sebuah pernyataan, dilansir dari IFLScience.com.

"Hanya sebagian kecil dari planet asing yang kebetulan berada dalam posisi sejajar dengan garis pandang kita sehingga kita bisa melihat mereka transit di depan bintang induknya," Profesor Pepper menambahkan. "Tapi lebih dari seribu planet dalam seribu bintang yang kami identifikasi dalam makalah ilmiah kami kemungkinan dapat melihat Bumi kita transit di depan Matahari, yang bisa jadi sangat menarik perhatian mereka."

Studi ini memberikan beberapa target planet ekstrasurya menarik untuk dilihat oleh Teleskop TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) milik NASA dan program SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence). Akankah kita menemukan planet mirip Bumi di zona laik huni di sekitar bintang-bintang ini? Mungkinkah ada "seseorang" yang sudah melihat kita?

Belum ada yang tahu pasti akan hal itu. Namun menurut Kaltenegger, "Jika kita berhasil menemukan biosfer di atmosfer salah satu dari seribu planet ini, bisa jadi ada seseorang di sana yang sedang melihat planet kita juga."
BERIKAN KOMENTAR ()