-->

Bulan Tidak Akan Berwarna Biru Malam Ini, 31 Oktober 2020

Info Astronomy - Belakangan ini, kamu mungkin sudah sempat membaca kabar bahwa pada hari ini, 31 Oktober 2020, akan terjadi suatu fenomena yang disebut sebagai Blue Moon atau Bulan Biru. Sayangnya, Bulan tidak akan benar-benar muncul dengan warna biru ya.

"Bulan Biru" sendiri hanya nama yang diberikan untuk Bulan Purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Oktober ini, purnama sudah terjadi pada tanggal 1 kemarin, dengan begitu purnama 31 Oktober ini adalah purnama kedua.

Mengapa disebut "Bulan Biru" kalau ternyata Bulan tidak akan berwarna biru? Menurut EarthSky.org, istilah Bulan Biru untuk Bulan Purnama kedua dalam sebulan kalender berasal dari majalah Sky and Telescope edisi Maret 1946, yang memuat artikel berjudul "Once in a Blue Moon" oleh James Hugh Pruett.

Dalam artikel itu, Pruett menjuluki Bulan Purnama kedua dalam sebulan kalender sebagai "Bulan Biru" berdasarkan Almanak Petani Maine, yang pada akhirnya istilah ini terus digunakan sampai hari ini, walaupun Bulan akan muncul sama saja seperti purnama pada umumnya, tanpa ada warna biru sedikitpun.

Nah, sekarang kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa bisa ada dua kali Bulan Purnama dalam sebulan kalender? Bukannya seharusnya sekali saja?

Sebenarnya, dalam kalender berbasis pergerakan Bulan, seperti salah satunya kalender Hijriah, Bulan Purnama tetap terjadi sekali. Kita menganggap purnama terjadi dua kali dalam sebulan karena menggunakan sistem kalender Masehi.

Dalam kalender Masehi, setahun berlangsung selama 365,24 hari, sementara satu periode siklus Bulan (siklus dari satu purnama ke purnama selanjutnya) adalah 29,53 hari. Kalau kita membagi 365,24 hari dengan 29,53 biar tahu berapa kali Bulan Purnama bisa terjadi dalam satu tahun Masehi, maka jawabannya kita akan melihat 12 kali Bulan Purnama dalam setahun.

Namun, 365,24 hari tidak habis jika dibagi 29,59 hari. Itu artinya, menurut Space.com, 12 kali Bulan Purnama ini terjadi dalam waktu 354 hari saja, atau sekitar 11 hari lebih pendek dari satu tahun kalender yang mencapai 365.24 hari tersebut.

Nah, 11 hari tambahan inilah yang akan terakumulasi setiap tahunnya, sehingga setiap 2,71 tahun sekali akan ada satu fase Bulan Purnama tambahan. Jadi, alih-alih selalu ada 12 Bulan Purnama, dalam setahun bisa ada 13 kali Bulan Purnama yang terjadi. Bulan Purnama tambahan inilah yang disebut "Bulan Biru".

Malam ini, menurut In-the-sky.org, Bulan secara astronomis masuk fase purnama pada pukul 21:51 WIB. Meski begitu, karena terletak sekitar 180 derajat dari posisi Matahari di langit setiap purnama, Bulan sudah akan terbit di langit timur ketika Matahari terbenam. Ia pun akan terlihat sepanjang malam seiring bergerak semu ke barat akibat rotasi Bumi.

Kesimpulannya, karena hanya julukan saja, Bulan tidak akan berwarna biru malam ini, ia akan muncul seperti Bulan Purnama pada umumnya.
BERIKAN KOMENTAR ()