Bersiap untuk Waktu Terbaik Melihat Planet Mars!

Info Astronomy - Belakangan ini kamu mungkin sudah melihat adanya "bintang" kemerahan di langit timur sekitar pukul 10 malam. Namun, tahukah kamu kalau itu bukanlah bintang?

Kalau kamu mengamatinya dengan teleskop, kamu akan menemukan bahwa "bintang" kemerahan tersebut adalah sebuah planet yang dikenal sebagai Mars. Yup, saat ini, Mars sedang menuju puncak kecerlangannya, sehingga akan muncul semakin terang dari malam ke malam.

Mengapa bisa seperti itu? Bukannya Mars itu planet dan planet tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri? Memang benar, tetapi planet bisa memantulkan cahaya Matahari yang ia terima. Dengan kata lain, saat kita melihat Mars, yang kita amati adalah sisi siang harinya.

Nah, Mars akan tampak semakin terang dari malam ke malam ini disebabkan karena Bumi kita sedang mengejar Mars dalam orbit masing-masing mengelilingi Matahari. Bumi, yang periode orbitnya lebih cepat, akan membalap Mars bulan depan.

Dalam perlombaan mengitari Matahari ini, akan ada momen di mana Matahari-Bumi-Mars berada segaris lurus. Momen itu adalah waktu terbaik untuk melihat Mars dari Bumi, karena Mars akan terlihat tersinari sepenuhnya oleh Matahari, membuat ia akan tampak sangaaaat terang, bahkan lebih terang daripada kenampakan Jupiter selama ini.

Fenomena ini dikenal sebagai oposisi Mars. Dengan kata lain, saat berada di titik oposisi, Mars akan berada pada titik berlawanan dari Matahari di langit Bumi. Saat Matahari terbenam di barat, Mars baru saja terbit di timur.

Oposisi Mars terjadi pada 14 Oktober 2020 mendatang. Ini juga merupakan fenomena ketika jarak antara Bumi dan Mars mencapai titik terdekatnya. Meski begitu, jaraknya masih sekitar 55 juta kilometer, sehingga Mars tidak akan tampak begitu besar di langit. Ia masih tetap tampak bagaikan bintang kemerahan, hanya saja lebih terang, kalau kamu cuma melihatnya dengan mata telanjang.

Menemukan Mars
Untuk menemukan posisi Mars di langit sebenarnya merupakan hal yang mudah. Namun, beberapa dari kita mungkin ada yang baru mengenal astronomi, sehingga butuh cara mudah untuk bisa menemukannya.

Di sini, kami menyarankan untuk menggunakan Stellarium Web. Ini adalah peta langit berbasis web di mana kamu bisa melacak atau menemukan posisi suatu benda langit tanpa harus menginstall sebuah aplikasi di gawaimu.

Cukup dengan membuka alamat webnya di stellarium-web.org, tampilannya akan seperti ini:
Nah, karena kita akan mencari posisi Mars, pada kotak pencarian di tengah atas tinggal ketikkan saja "Mars", nantinya Stellarium Web akan langsung menemukan posisinya untukmu. Jangan lupa atur jam dan tanggalnya juga di bagian pojok kanan bawah ya.

Nantinya, posisi Mars akan ditemukan seperti ini:
Menurut Stellarium Web, Mars akan berada setinggi lebih dari 20 derajat dari cakrawala timur pada pukul 22.00 malam. Selanjutnya, kamu bisa langsung mengamati arah langit timur untuk menemukan Mars di sana pada waktu yang telah ditentukan tadi.

Perlu diketahui bahwa posisi Mars akan berubah-ubah dari malam ke malam karena Mars dan Bumi tempat kita mengamatinya saling bergerak mengelilingi Matahari. Mars akan terbit lebih awal dari hari ke hari hingga 14 Oktober 2020 mendatang, ketika ia akan terbit saat Matahari terbenam.

Oposisi Mars seperti ini adalah fenomena biasa dalam astronomi, yang mana selalu terjadi setiap 2 tahun 2 bulan. Fenomena ini juga yang biasanya dimanfaatkan para ilmuwan untuk mengirimkan wahana-wahana antariksa nirawak ke Mars karena jarak antara Bumi-Mars sedang lebih dekat dalam 2 tahun 2 bulan.

Dalam pandangan teleskop, saat oposisi nanti Mars akan muncul cukup jelas. Kamu butuh teleskop dengan pembesaran minimum 225x, seperti teleskop Celestron PowerSeeker 80EQ, agar bisa melihat Mars bahkan bersama salah satu dari dua bulan yang mengitarinya, Deimos:
Semoga cuaca cerah dan selamat mengamati Planet Merah!
BERIKAN KOMENTAR ()