Mulai Agustus, Yuk Lihat Galaksi Andromeda di Langit Malam!

Info Astronomy - Melihat Bulan, bintang, atau planet di langit malam mungkin sudah biasa. Pernahkah kamu mencoba melihat galaksi lain?

Alam semesta tidak hanya ada galaksi kita saja, Bimasakti, melainkan juga ada galaksi-galaksi lain. Namun, karena jaraknya saling berjauhan, tidak semua galaksi bisa terlihat. Hanya ada satu galaksi raksasa yang berjarak paling dekat dengan Bumi kita yang bisa diamati bahkan dengan mata telanjang: Galaksi Andromeda.

Meski begitu, melihat galaksi Andromeda bukanlah hal yang mudah, terlebih jika kamu tinggal di area perkotaan dengan polusi cahaya yang tinggi. Melihat, atau bahkan sekadar menemukan galaksi tetangga Bimasakti ini rasanya hampir mustahil kalau dilakukan dengan mata telanjang.

Namun, kalau kamu tinggal di daerah yang masih minim polusi cahaya, kesempatan melihat Andromeda masih ada. Nah, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana cara agar kamu bisa menemukan galaksi Andromeda.

Apa itu Galaksi Andromeda?
Galaksi Andromeda adalah salah satu anggota galaksi dalam gugus galaksi Grup Lokal, kelompok galaksi di mana galaksi Bimasakti juga termasuk ada di dalamnya.

Andromeda adalah galaksi spiral terdekat dari Bimasakti, jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,4 triliun kilometer, jadi 2,5 juta tahun cahaya adalah 9,4 triliun dikali 2,5 juta). Meski masih cukup jauh dalam skala jarak manusia, galaksi ini rupanya cukup terang sehingga kita dapat melihat Andromeda dengan mata tanpa bantuan apapun dari lokasi pengamatan yang gelap gulita.
Di mana letak Galaksi Andromeda?
Di langit Bumi, galaksi Andromeda berada di arah rasi bintang dengan nama yang sama, Andromeda. Itulah kenapa galaksi ini dinamai "Galaksi Andromeda". Andai saja galaksi ini berada di rasi bintang Gemini, mungkin akan dikenal sebagai Galaksi Gemini. Nama resmi Andromeda dalam katalog Messier adalah M31.

Nah, di mana jadinya letak rasi bintang Andromeda itu? Pada awal Agustus ini, rasi bintang Andromeda akan terbit pada pukul 23.00 malam waktu setempat daerahmu di arah langit timur (menghadap ke arah Matahari terbit tapi sedikit ke kiri).

Rasi bintang ini, bersama galaksinya, akan berada pada titik tertinggi dari cakrawala (42 derajat dari cakrawala utara) pada pukul 03.30 dini hari waktu setempat daerahmu. Tapi ingat, ini berlaku pada awal Agustus saja. Karena Bumi mengitari Matahari, ada yang dikenal sebagai gerak semu langit.

Gerak semu langit ini memiliki periode 23 jam 56 menit 4 detik, sementara gerak harian Matahari di langit Bumi memiliki periode 24 jam. Di antara kedua periode ini, ada perbedaan sekitar 4 menit. Perbedaan itulah yang menyebabkan posisi bintang-bintang di langit akan mengalami perubahan walaupun dilihat pada jam yang sama tiap harinya.

Jadi, kalau rasi bintang Andromeda hari ini (5 Agustus 2020) terbit pukul 23.00 malam, maka besok dia akan terbit pukul 22.56, lalu lusa pukul 22:52, dan seterusnya. Dengan kata lain, bintang-bintang akan akan terbit 4 menit lebih cepat dari hari sebelumnya.

Hal inilah yang juga membuat waktu pengamatan galaksi Andromeda tidak bisa dilakukan setiap malam sepanjang tahun. Karena ada massanya rasi bintang Andromeda terbit berbarengan dengan Matahari, sehingga ia tidak muncul di malam hari.

Balik lagi ke posisi galaksi Andromeda, pada rasi bintang Andromeda ia berada di dekat salah satu bintangnya di sana, yang bernama Nu Andromedae. Seperti ini posisinya:
Jadi, kalau mau menemukan galaksi Andromeda, cobalah arahkan teleskop kamu ke bintang Nu Andromedae ini. Galaksi Andromeda berada sejauh 1,3 derajat di arah utara dari Nu Andromedae. Kalau kamu sulit menemukan bintang ini (karena memang redup), kamu bisa mencari bintang Mirach yang berada hampir 2 derajat di arah selatannya.

Salah satu hal tersulit untuk menemukan galaksi Andromeda untuk pertama kalinya adalah mengetahui apa yang nantinya kamu lihat. Kenampakan galaksi Andromeda dalam pandangan mata, bahkan lewat teleskop, tidak akan sangat jelas seperti jepretan teleskop antariksa Hubble.

Dengan mata telanjang, Andromeda hanya akan seperti pita cahaya samar di langit malam yang lebarnya hampir sebesar diameter sudut Bulan purnama. "Noda abu-abu di langit" mungkin merupakan ungkapan terbaik untuk menggambarkan kenampakan galaksi ini.

Dalam pandangan teleskop, galaksi Andromeda memang akan lebih terang, tetapi bagian terang yang kamu amati itu adalah area pusat galaksinya saja, sementara cakram galaksinya terlalu redup. Kamu butuh kamera dengan pengaturan eksposur yang panjang serta alat pelacak otomatis untuk memotret galaksi Andromeda mengingat ia adalah objek langit jauh.

Kami merekomendasikan kamu untuk mengunduh aplikasi peta langit untuk memudahkan pencarian posisi galaksi Andromeda. Beberapa aplikasi yang bisa kamu coba di antara lain adalah Stellarium, Star Walk, ataupun Star Chart.

Oh iya, selain harus mencari lokasi yang gelap dulu untuk bisa melihat galaksi Andromeda, pengamatan juga disarankan pada fase-fase Bulan mendekati atau setelah fase Bulan Baru saja, karena cahaya Bulan bisa menjadi polusi cahaya alami.

Untukmu yang belum punya teleskop dan ingin mencoba mengamati galaksi ini, kami merekomendasikan teleksop Celestron PowerSeeker 80EQ atau Celestron AstroMaster 70AZ, keduanya bisa kamu dapatkan di InfoAstronomyStore.com.

Selamat berburu galaksi!
BERIKAN KOMENTAR ()