Selamat Hari Keantariksaan Nasional 2020!

Info Astronomy - Kapan terakhir kali kamu bisa melihat begitu banyak bintang di langit malam? Seiring majunya peradaban manusia, teknologi cahaya buatan pada malam hari membuat adanya polusi cahaya. Hal itu membuat kenampakan bintang yang seharusnya menghiasi langit malam menjadi kurang terlihat karena kalah terang.

Polusi cahaya sendiri dianggap sebagai pengganggu dalam pengamatan astronomi. Itulah mengapa banyak observatorium dibangun di atas pegunungan, seperti Observatorium Nasional Timau yang saat ini sedang dalam pembangunan, karena kondisi langit di sana masih bebas polusi cahaya.

Nah, tahukah kamu kalau ada satu hari setiap tahunnya di mana kita memperingati pentingnya gelapnya langit malam? Hari itu adalah hari ini. Setiap 6 Agustus, sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang kegiatan keantariksaan di Indonesia, kita memperingati hari ini sebagai Hari Keantariksaan Nasional.

Dalam merayakan Hari Keantariksaan Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggagas Malam Langit Gelap. Kurang lebih, kegiatan ini mirip seperti Earth Hour, yakni mematikan lampu selama satu jam pada hari ini pukul 20.00-21.00 waktu setempat daerah masing-masing.

Walau begitu, mematikan lampu di sini lebih ke lampu di luar ruangan saja. Menurut LAPAN, dengan mematikan lampu luar ruangan selama satu jam, polusi cahaya bisa direduksi, sehingga dapat mengembalikan gelapnya langit malam.

Jika langit sudah cukup gelap, niscaya banyak benda-benda langit yang dapat diamati, mulai dari bintang, planet, hingga hujan meteor.

Nah, fenomena langit apa saja yang bisa diamati untuk Malam Langit Gelap tahun 2020 ini?

Melihat Planet-planet

Pernahkah kamu melihat planet-planet di langit? Mungkin pernah, tetapi kamu tidak menyadarinya. Sebab, kenampakan planet-planet di langit Bumi hanya seperti bintang saja karena jarak mereka yang sangat jauh. Walau begitu, cahaya yang kita lihat pada planet lebih terang dan tidak berkelap-kelip layaknya bintang.

Nah, pada Malam Langit Gelap 2020, kita bisa melihat planet-planet mulai dari Jupiter, Saturnus, Mars, hingga Venus. Kemunculan planet-planet ini akan berbeda karena posisi mereka di tata surya juga jelas berbeda-beda.
Planet Jupiter dan Saturnus akan menjadi dua planet pertama yang bisa diamati. Setengah jam setelah Matahari terbenam, cobalah untuk mengamati langit arah timur. Kamu akan menemukan Jupiter yang tampak sebagai bintang kekuningan paling terang di sana, dengan Saturnus yang lebih redup beberapa derajat di bawahnya.

Untuk melihat kedua planet ini lebih jelas, disarankan untuk menggunakan teleskop yang memiliki magnifikasi atau pembesaran minimum 75x. Dalam pandangan teleskop, garis-garis atmosfer pada Jupiter serta cincin pada Saturnus bisa teramati dengan lebih jelas.

Seiring Bumi berotasi, Jupiter dan Saturnus akan terus bergerak semu ke barat, jadi mereka tidak akan tetap di arah timur saja semalaman. Memasuki tengah malam, terbitlah planet Mars di langit arah timur.
Mars juga akan tampak sebagai bintang, namun cahayanya kemerahan. Ia akan tampak lebih terang dibanding bintang-bintang sejati di sekitarnya karena jaraknya relatif lebih dekat ke Bumi daripada jarak bintang-bintang itu ke Bumi.

Lalu, planet terakhir yang bisa diamati adalah Venus. Meski begitu, Venus baru akan terbit pada dini hari 7 Agustus 2020, ketika Jupiter dan Saturnus hampir terbenam di langit barat. Mulailah pengamatan pada pukul 04.30 dini hari, Venus sudah berada di langit arah timur dan bisa terus diamati sampai Matahari terbit.

Melihat Hujan Meteor

Selain melihat planet, kita juga berkesempatan melihat fenomena hujan meteor. Eits, fenomena yang satu ini membutuhkan kondisi langit yang benar-benar bebas polusi cahaya ya, pengamatan pun bisa dilakukan mulai tengah malam.

Hujan meteor yang dimaksud adalah Perseid. Sayangnya, malam ini belum puncaknya. Perseid akan mencapai puncak kenampakannya pada 12 Agustus mendatang. Pada momen puncak itu, diperkirakan bisa ada 80-an meteor per jam.

Meski begitu, malam ini sudah bisa diamati kok walaupun intensitasnya belum sebanyak saat puncaknya. Meteor-meteor akan tampak melesat dari arah rasi bintang Perseus.
Kalau kamu sudah tinggal di daerah yang minim polusi cahaya, hujan meteor Perseid ini bisa dan wajib diamati dengan mata telanjang. Meteor-meteor akan melesat di langit sepanjang malam mulai pukul 02.30 dini hari waktu setempat daerahmu, ketika rasi bintang Perseus yang menjadi titik radiannya terbit.

Meteor-meteor ini berasal dari debris yang ditinggalkan oleh sebuah komet. Karena ukurannya kecil-kecil, para meteor itu tidak akan membahayakan Bumi kita, karena akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa mencapai tanah.

Semua fenomena di atas bisa diamati di seluruh Indonesia, ya. Selamat merayakan Hari Keantariksaan Nasional 2020 dengan Malam Langit Gelap!
BERIKAN KOMENTAR ()