Menuju Super Konjungsi Planet Jupiter dan Saturnus

Info Astronomy - Siapapun kamu yang selepas Matahari terbenam suka melihat langit, kamu pasti pernah menemukan adanya dua benda terang yang cukup berdekatan di arah timur dalam beberapa bulan terakhir ini. Keduanya sangat terang meski tampak bagaikan bintang. Nyatanya, kedua benda tersebut adalah planet.

Benda langit yang tampak paling terang di langit timur sekitar setengah jam setelah Matahari terbenam itu adalah planet Jupiter, sementara tidak jauh di dekatnya, yang juga muncul terang tetapi kalah terang dari Jupiter, adalah planet Saturnus.

Jupiter dan Saturnus, sejak dua bulan terakhir ini, memang sedang terlihat bersama di langit awal malam hingga menjelang Matahari terbit keesokan harinya. Menariknya, pada akhir tahun 2020 ini, mereka akan berada di posisi terdekat satu sama lain sejak 400 tahun terakhir dalam pandangan dari Bumi!

Super Konjungsi
Dalam astronomi, sebutan untuk fenomena berdekatannya dua atau lebih benda langit dalam pandangan dari Bumi dikenal sebagai konjungsi. Apabila dua atau lebih benda langit dikatakan dalam titik konjungsi, itu artinya mereka sedang berada di arah yang sama dalam pengamatan kita.

Super konjungsi memang bukan istilah astronomi yang formal, tetapi istilah ini tampaknya cukup menggambarkan apa yang akan kita lihat.

Jupiter membutuhkan waktu 12 tahun untuk sekali mengitari Matahari, sedangkan Saturnus membutuhkan waktu 30 tahun. Dengan begitu, dalam orbitnya masing-masing, Jupiter bisa dikatakan selalu bisa mengejar Saturnus. Dan setiap 20 tahun, keduanya dapat terlihat berdekatan, atau berada di arah pandangan yang sama. Terakhir kali hal ini terjadi adalah pada tahun 2000, sebelumnya terjadi tahun 1980, dan seterusnya.

Kini, 20 tahun sudah berlalu sejak super konjungsi terakhir Jupiter dan Saturnus. Kita akan melihat kembali betapa dekatnya kedua planet ini di langit!

Oh iya, kami perlu menekankan bahwa "dekat" di sini maksudnya adalah dalam padangan dari planet kita saja. Pada kenyataannya, Saturnus berjarak dua kali lebih jauh dari Jupiter. Kedua planet ini terpisah sejauh 11,1 miliar kilometer.

Karena masing-masing planet bergerak mengelilingi Matahari, posisi keduanya akan berpindah-pindah setiap malamnya, tidak menetap di suatu titik tertentu saja. Sebagai contoh, inilah perbedaan letak Jupiter dan Saturnus pada Agustus, Oktober, dan Desember 2020:
Kemunculan Jupiter-Saturnus ini juga tidak akan selalu di langit timur sejak awal malam. Karena Bumi juga mengelilingi Matahari, waktu terbit kedua planet ini juga akan berubah-ubah. Pada Agustus ini, keduanya memang masih di timur sejak setengah jam setelah Matahari terbenam. Memasuki Oktober, keduanya sudah berada di langit atas kepala saat senja.

Sementara pada Desember, di mana mereka akan semakin dekat satu sama lain, Jupiter-Saturnus akan berada di langit barat saat senja, tidak lagi di timur.

Kejar-kejaran antara Jupiter dan Saturnus ini mencapai puncaknya pada 21 Desember 2020, ketika Jupiter akhirnya berhasil mengejar Saturnus. Bisa dilihat pada gambar di atas, kalau diamati lewat mata telanjang keduanya akan seperti satu bintang tunggal saking dekatnya, kurang dari 1 derajat (tepatnya hanya seperlima diameter Bulan purnama), terdekat dalam 400 tahun terakhir.

Kalau kamu punya teleskop, kamu bisa melihat keduanya dalam satu bidang pandang seperti ini:
Terakhir kali kedua planet ini bisa hadir dalam satu bidang pandang teleskop adalah pada 16 Juli 1623, masa-masa di mana manusia bahkan belum menggunakan teleskop untuk melihat langit. Kalau kamu terlewat untuk menyaksikannya tahun ini, kamu harus menunggu hingga 24 Agustus 2417.

Mari bersiap menyambut super konjungsi Jupiter dan Saturnus!
BERIKAN KOMENTAR ()