Melihat Jupiter dan Bulan-bulannya

Info Astronomy - Kita semua pasti sangat sering melihat Bulan di langit. Namun, pernahkah kamu melihat bulan milik planet lain selain Bumi? Jupiter adalah salah satu planet di tata surya yang bulan-bulannya dapat diamati dari permukaan Bumi lho!

Empat abad yang lalu, Galileo Galilei mengarahkan teleskop rakitannya ke arah planet Jupiter. Pada pengamatan awal itu, ia mengira ada empat bintang terang di sekeliling Jupiter. Namun, ketika diamati beberapa pekan setelahnya, bintang-bintang terang itu tetap berada di sekeliling Jupiter, namun berubah posisinya, tidak sama dengan pengamatan awal.

Pengamatan terus dilakukan oleh Galileo, hingga akhirnya ia menyadari bahwa keempat bintang yang tampak di sekitar Jupiter itu bukanlah bintang, melainkan bulan-bulan milik Jupiter yang mengitari sang planet raksasa gas.

Hasil pengamatan Galileo berhasil mengungkapkan bahwa bulan-bulan Jupiter mengelilinginya mengikuti Hukum Kepler, hukum yang sama yang menjelaskan pergerakan planet mengitari Matahari. Bulan-bulan ini mengorbit Jupiter dengan cara yang sama seperti Bulan kita mengorbit Bumi.

Penemuan Galileo pun, seperti dikatakan Forbes.com, telah mengubah cara pandang manusia saat itu terhadap alam semesta. Kita akhirnya sadar bahwa jika bulan bisa mengorbit sebuah planet, maka memang benar bahwa Bumi, yang mana merupakan sebuah planet, mengorbit Matahari. Geosentris, bersama kesombongan manusia yang sempat menganggap dirinya adalah pusat semesta, runtuh.

Kini, diketahui bahwa Jupiter memiliki banyak bulan, perhitungan terakhir sudah mencapai jumlah 79 bulan. Sebagian besar bulan yang mengelilingi Jupiter ini terlalu redup untuk diamati, hanya 4 di antaranya yang mudah dikenali. Keempatnya itu adalah yang diamati Galileo pada tahun 1610, yang kini dikenal sebagai bulan-bulan Galilea: Io, Europa, Ganimede dan Kalisto.

Menyaksikan bulan-bulan Galilea mengelilingi sang planet raksasa gas Jupiter merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik dalam astronomi, bahkan dapat dilakukan dengan mudah menggunakan teleskop kecil.

Iya, kamu butuh teleskop. Dalam pandangan mata, Jupiter hanya akan tampak bagai bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip. Sepanjang Agustus ini, bahkan sejak Juli kemarin, kalau kamu sering melihat "bintang" terang di langit timur selepas Matahari terbenam, itulah Jupiter.
Karena jarak planet Jupiter yang sangat jauh dari Bumi, bahkan jarak terdekatnya masih 660-an juta kilometer, kenampakannya di langit pun akan sangat kecil. Teleskop dengan pembesaran minimal 75x baru bisa membuat kita melihatnya lebih jelas.

Jika kamu kesulitan menemukan posisi Jupiter, kamu bisa memanfaatkan beberapa aplikasi peta langit, seperti misalnya Jupiter Guide untuk iOS, Star Walk untuk Android, ataupun Stellarium versi web kalau mau tanpa menginstal aplikasi.

Sekali kamu berhasil menemukan posisi Jupiter, kamu bisa mulai mengarahkan teleskopmu ke posisinya itu. Perlu diingat, akibat rotasi Bumi, Jupiter akan bergerak semu dari timur ke barat. Maka dari itu, arah teleskop akan berubah-ubah sepanjang malam, Jupiter tidak akan terus-menerus ada di langit timur.

Nantinya, dalam pandangan teleskop dengan pembesaran minimal 75x, kamu bisa melihat kurang lebih seperti ini:
Jadi, kalau kamu mau melihat Jupiter lengkap dengan empat bulan Galilea-nya, pastikan kamu sudah menyiapkan teleskop ya. Bulan-bulan Galilea ini akan tampak seperti titik-titik kecil yang berada di dekat Jupiter. Kami menyediakan teleskop juga di InfoAstronomyStore.com, lho.

Selamat berburu Jupiter dan bulan-bulannya!
BERIKAN KOMENTAR ()