-->

Seluruh Tata Surya Tidak Benar-benar Mengitari Matahari

Info Astronomy - Banyak dari kita, sejak bangku sekolah, belajar bahwa Matahari adalah pusat tata surya, yang diorbiti oleh planet-planet bersama dengan sabuk asteroid hingga komet. Namun, ternyata Matahari bukan benar-benar pusat tata surya kita lho.

Eits, untukmu yang masih berkutat dengan Bumi sebagai pusat semesta, artikel ini bukan bertujuan untuk mendukung gagasan kuno itu ya.

"Alih-alih mengelilingi Matahari, seluruh objek di tata surya mengorbit pusat massa," kata James O'Donoghue, seorang ilmuwan planet di badan antariksa Jepang, JAXA. "Bahkan Matahari itu sendiri."

Tunggu dulu, apa itu pusat massa?

Menurut Space.com, setiap objek di alam semesta memiliki pusat massa, tepatnya pusat dari segala material yang membentuk objek tersebut. Pusat massa suatu benda adalah titik agar benda dapat seimbang dengan sempurna.

Pusat massa suatu objek sendiri bisa berada tepat di tengah. Contohnya adalah pusat massa sebuah penggaris. Coba deh cari penggaris, lalu angkat penggaris itu dari bawah menggunakan satu jarimu di beberapa titik sampai seimbang.

Nantinya, kamu akan menemukan satu buah titik yang membuatmu bisa menyeimbangkan penggaris hanya dengan satu jari saja. Titik itulah pusat massa penggaris. Pusat massa juga disebut sebagai pusat gravitasi maupun barisenter.
Barisenter ini tidak selalu berada di tengah objek. Terkadang, barisenter ada di pinggir sebuah objek karena ada bagian dari objek tersebut yang memiliki massa yang lebih besar daripada bagian lainnya. Contohnya sendiri adalah sebuah palu. Hanya ada satu bagian palu yang lebih berat, yakni sebagian besar massanya berada di dekat ujung palu. Dengan begitu, pusat massanya lebih dekat di bagian ujung yang lebih berat itu.
Nah, barisenter juga berlaku nih di luar angkasa. Titik pusat massa tersebut biasanya terbentuk pada dua atau lebih objek yang saling mengorbit, termasuk pada tata surya kita. Pusat massa pada objek di luar angkasa akan selalu berada lebih dekat dengan objek yang massanya lebih besar tuh.

Kalau diibaratkan sebuah palu, Matahari adalah bagian kepala palu, sementara planet-planet yang mengelilinginya adalah gagang palunya. Untuk mendemonstrasikan ini, O'Donoghue membuat animasi yang bisa kamu tonton di bawah ini, yang menunjukkan bagaimana Matahari, Saturnus, dan Jupiter saling tarik-menarik di sekitar barisenternya.
"Selama ini, kita sering menyangka bahwa planet-planet mengorbit pusat Matahari, tetapi rupanya hal itu sangat jarang terjadi," kata O'Donoghue.

Iya, memang benar pergerakan Matahari dibuat secara berlebihan dalam video di atas. Tetapi, hal itu adalah untuk membuat pergerakannya dalam mengelilingi barisenter tata surya lebih terlihat. Dari animasi ini, kita kini bisa tahu bagaimana pergerakan Matahari.

Sebagian besar pergerakan Matahari sendiri berasal dari gravitasi Jupiter. Matahari mendominasi 99,8 persen massa total tata surya, sementara Jupiter mendominasi sekitar 0,2 persen sisanya. Dominasi massa dari Jupiter itu cukup untuk menarik Matahari. "Matahari sebenarnya sedikit mengorbit Jupiter," kata O'Donoghue.
Setiap sistem planet di alam semesta sebenarnya mengorbit titik yang tidak terlihat, termasuk tata surya kita. Barisenter terkadang membantu para astronom menemukan planet tersembunyi yang mengelilingi bintang-bintang lain, karena mereka dapat menghitung seberapa besar "goyangan" pada posisi bintang akibat ia mengitari barisenternya.

Jadi, kalau ditanya apakah planet-planet mengitari Matahari? Secara teknis, karena titik barisenter tata surya berada di dekat Matahari, maka bisa dibilang planet-planet tetap mengitari Matahari, alih-alih seluruh semesta mengelilingi Bumi.

Mau belajar tata surya lebih jauh? Ikutan kelas onlinenya di BelajarAstro yuk. Klik di sini untuk pendaftaran diri kamu.
BERIKAN KOMENTAR ()