Melihat Nova Reticuli 2020, Letupan Cahaya Bintang

Info Astronomy - Tahukah kamu apa itu nova? Nova berbeda dari supernova. Baru-baru ini, Robert McNaught, pengamat komet veteran dari Coonabarabran, Australia, menemukan nova di arah rasi bintang Reticulum yang bisa kita amati dengan mata telanjang.

Istilah nova berasal dari bahasa Latin yang berarti "baru". Karena dulunya, nova dianggap sebagai sebuah bintang baru yang tiba-tiba muncul di langit. Nova yang baru ditemukan dan dikonfirmasi keberadaannya ini diberi nama Nova Reticuli 2020 (N Ret 2020).

Para astronom juga telah menentukan bahwa ini merupakan jenis nova klasik, yang terbentuk dalam sebuah sistem bintang ganda di mana anggota bintangnya terdiri atas sebuah kerdil putih dan pendampingnya adalah sebuah bintang deret utama mirip Matahari.

Kedua bintang ini saling berdekatan, mengorbit satu sama lain dalam periode waktu hanya beberapa jam saja. Karena kedekatan itu, kerdil putih yang memiliki tarikan gravitasi kuat karena ia adalah sisa-sisa keruntuhan bintang (satu sendok teh material kerdil putih bisa berbobot beberapa ton), hidrogen dari bintang pendampingnya dapat ditarik dan membentuk cakram akresi yang mengelilingi kerdil putih itu.

Ketika semakin banyak hidrogen (dan helium) bertambah pada cakram akresi, tekanan dan suhu di sana akan meningkat hingga cukup untuk memicu reaksi fusi nuklir (proses yang sama yang menyebabkan Matahari kita dan sebagian besar bintang bersinar).

Akhirnya, ketika hidrogen cukup terakumulasi serta suhu dan tekanan di permukaan kerdil putih sudah semakin tinggi, reaksi termonuklir pun terjadi. Reaksi ini menyebabkan hidrogen yang terbentuk dengan cepat mengalami fusi menjadi unsur yang lebih berat, melepaskan energi dalam jumlah sangat besar dalam ledakan yang kita lihat dari Bumi sebagai nova.
Sekarang pertanyaannya, bisakah kita melihat Nova Reticuli 2020? Jawabannya, bisa saja, jika ia belum memudar. Nova ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas, terletak di arah rasi bintang Reticulum, sehingga dapat dilihat dengan mudah di Indonesia.

Menurut Astronomy.com, Nova Reticuli 2020 bersinar dengan magnitudo visual sekitar +5, yang artinya ia dapat terlihat oleh mata telanjang, tetapi butuh lokasi pengamatan yang sangat gelap tanpa polusi cahaya.

Jika lokasi pengamatan kamu memang memungkinkan, temukan Nova Reticuli 2020 sesuai dengan peta bintang di bawah ini. Nova ini akan berada 5° di arah barat dari bintang bermagnitudo +3,3 Alfa Doradus dan 4,2° di arah barat daya bintang bermagnitudo +4,3 Gama Doradus:
Nova Reticuli 2020, menurut basis data benda langit dari American Association of Variable Star Observers, terjadi pada sistem bintang yang diberi label MGAB-V207, dan dikategorikan sebagai bintang variabel kalatismik. Bintang-bintang sejenis ini memang diketahui sering mengalami ledakan nova klasik karena adanya perpindahan massa antara bintang deret utama ke bintang kerdil putihnya.

Fenomena nova klasik ini memang mirip dengan supernova Tipe Ia, tetapi ada perbedaan utama: Supernova tipe Ia adalah fenomena yang dapat menghancurkan kerdil putih menjadi berkeping-keping, sedangkan nova klasik tidak.

Dalam fenomena nova, reaksi termonuklir yang membuatnya seketika terang hanya terjadi pada permukaan kerdil putih saja. Dengan kata lain, supernova tipe Ia hanya dapat terjadi sekali, tetapi nova klasik dapat terulang berkali-kali.

Inilah bagaimana Nova Reticuli 2020 sebelum dan sesudah:
Kalau kamu berhasil mengamati Nova Reticuli 2020 ini, jepret dan bagikan hasil pengamatan kamu ke Instagram @infoastronomy ya. Selamat berburu nova!
BERIKAN KOMENTAR ()