Matahari, Salah Satu Bintang di Alam Semesta

Info Astronomy - Mungkin masih banyak di antara kita yang belum menyadari bahwa Matahari, objek terang di siang hari yang menyinari Bumi, adalah bintang. Ia adalah salah satu bintang anggota galaksi Bimasakti, yang juga merupakan salah satu galaksi di alam semesta.

Matahari merupakan bintang berbentuk bola gas bercahaya yang menyinari Bumi. Ia nyaris bulat sempurna dan terdiri dari plasma, yaitu suatu bentuk zat yang seperti gas. Karena itu, Matahari tidak memiliki batas permukaan yang keras seperti Bumi, melainkan hanya gas saja. Semakin dalam ke interior Matahari, gas semakin padat.

Matahari kita, menurut diagram Hertzsprung-Russell, merupakan jenis bintang kerdil kuning yang lebih masif dari rata-rata bintang di galaksi Bimasakti. Meski begitu, dalam cahaya tampak, Matahari berwarna putih.

Energi Matahari dihasilkan jauh di dalam intinya oleh salah satu proses paling kuat di alam semesta: Fusi nuklir. Pada proses ini, dua inti hidrogen bergabung untuk membentuk helium dan melepaskan sejumlah besar energi. Proses itulah yang membuat bintang bisa bersinar. Fusi nuklir menghasilkan tekanan keluar pada bintang yang mampu melawan gravitasi bintang itu sendiri. Keseimbangan antara dorongan keluar dari fusi dengan tarikan gravitasi ke dalam disebut kesetimbangan hidrostatik.

Apa yang kita lihat sebagai sinar Matahari sehari-hari adalah cahaya tampak dari Matahari yang mencapai Bumi. Meski begitu, Matahari juga mengeluarkan energi dalam panjang gelombang cahaya yang tak terlihat, seperti sinar gamma, sinar-X, ultraviolet, inframerah, gelombang mikro, dan radio.
Tahukah kamu siapa orang pertama yang mengetahui bahwa Matahari adalah bintang? Dia adalah Anaxagoras. Sekitar tahun 450 SM, menurut catatan sejarah, Anaxagoras adalah orang pertama yang menyarankan bahwa Matahari adalah bintang yang berjarak dekat (atau, sebaliknya, bahwa bintang-bintang lainnya adalah Matahari yang berjarak jauh). Sayangnya, pada masa itu, gagasan ini tidak diterima.

Sekitar 1.800 tahun kemudian, sekitar tahun 1590 M, seseorang bernama Giordano Bruno menyarankan hal yang sama, yang berakhir tragis karena membuatnya dibakar di tiang pancang baik oleh Katolik Roma dan Gereja Reformasi pada tahun 1600 M karena dianggap bid'ah (mengklaim sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahaman yang diterima oleh Gereja).

Hingga akhirnya, pada abad ke-16 hingga ke-17, melalui karya ilmiah Galileo Galilei, Johannes Kepler, dan Nicolaus Copernicus, sifat-sifat tata surya dan Matahari menjadi lebih jelas. Memasuki abad ke-19, manusia akhirnya bisa mempelajari bintang-bintang. Pada saat itulah terbukti bahwa Matahari adalah bintang.

Pada abad ke-21 ini, Matahari sudah dipelajari dengan sangat baik. Matahari diketahui bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti dengan membawa seluruh anggota tata surya yang mengelilinginya. Kecepatan Matahari dalam mengitari pusat galaksi sendiri adalah sekitar 828.000 kilometer per jam, sehingga butuh sekitar 230 tahun untuk sekali berkeliling Bimasakti.

Itulah Matahari, salah satu bintang di alam semesta.
BERIKAN KOMENTAR ()