Bisakah Komet C/2020 F3 (NEOWISE) Diamati di Indonesia?

Info Astronomy - Langit Bumi kedatangan benda langit baru, yakni sebuah komet yang berasal dari Awan Oort di tepian tata surya, C/2020 F3 (NEOWISE). Sudah banyak astrofotografer di seluruh dunia yang mengabadikannya, tapi apakah komet ini teramati di Indonesia?

Astronomy.com mencatat, Komet NEOWISE ini menjadi komet pertama pada tahun 2020 yang akhirnya bisa diamati dengan mata telanjang.

NEOWISE sendiri telah mencapai jarak terdekat dari Matahari pada hari Jumat, 3 Juli 2020 kemarin, ketika ia berada pada jarak sekitar 0,29 AU (atau 43,4 juta kilometer) dari bintang induk tata surya kita itu, sedikit lebih dekat daripada jarak rata-rata Merkurius ke Matahari.

Komet ini ditemukan oleh para astronom lewat wahana antariksa nirawak Near Earth Asteroid Wide-field Infrared Survey Explorer (NEOWISE), yang tugasnya adalah untuk memantau pergerakan asteroid dekat Bumi, pada 27 Maret 2020. Pada saat itu, para astronom memprediksi bahwa komet ini akan mencapai magnitudo visual +3 atau bahkan +2.

Namun, menurut Comet Observation, ketika dicoba diamati kembali pekan lalu, Komet NEOWISE ini rupanya muncul lebih terang dari perkiraan, yakni mencapai magnitudo visual +1,5, cukup terang untuk diamati dengan mata telanjang!

Bagaimana kenampakan komet ini di langit? Inilah salah satu hasil jepretan Komet NEOWISE di langit Idaho, AS, oleh astrofotografer Allan Morton:

Di Mana Letak Komet Ini?

Mau melihat komet ini di langit Indonesia? Bangunlah lebih pagi besok, sebab Komet NEOWISE akan di langit timur laut saat sebelum Matahari terbit.

Komet NEOWISE saat ini berada di arah rasi bintang Auriga, akan terlihat selama beberapa hari ke depan. Sayangnya, posisi komet ini sangat rendah di atas cakrawala kalau diamati di Indonesia. Kami menyarankan pengamatan dilakukan pukul 05.35 pagi waktu setempat daerahmu, lalu amati langit arah timur laut.

Pada jam itu, Komet NEOWISE akan berada pada ketinggian sekitar 2 derajat dari cakrawala timur laut. Posisi komet ini sangat rendah, kamu mungkin kesulitan untuk menemukannya. Dibutuhkan cuaca yang cerah dan pandangan ke arah timur laut yang tidak terhalang gedung, rumah, gunung, bahkan pepohonan, pastikan area pandangnya terbuka luas.

Inilah letak Komet NEOWISE pada 8 Juli 2020 pukul 05.35 dan pukul 06.00 pagi:
Kalau kamu berhasil menemukan komet ini, kamu akan melihat ekornya yang panjangnya kira-kira 1 derajat. Komet pun cenderung tidak bergerak, ia akan "diam" di langit, bergerak semu seiring Bumi berotasi. Namun, karena komet bergerak mengelilingi Matahari, posisinya setiap hari akan selalu berubah.

Setelah 8 Juli 2020 besok, posisi Komet NEOWISE akan semakin rendah dan rendah jika diamati di Indonesia dan di seluruh dunia. Tepat pada tanggal 11 Juli 2020, komet ini akan benar-benar berada di bawah cakrawala.

Namun, menurut EarthSky.org, Komet NEOWISE kemungkinan akan muncul kembali di langit barat laut saat senja mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2020. Meski begitu, ia sudah akan meredup, mencapai magnitudo visual +5 hingga +6, sulit diamati dengan mata telanjang.
Pengamatan tetap bisa kamu lakukan jika kamu memiliki teleskop. Teleskop kecil dengan magnifikasi minimum 45x sudah cukup untuk bisa menemukan Komet NEOWISE di langit. Beberapa teleskop rekomendasi kami di antaranya adalah Celestron PowerSeeker 80EQ, Celestron AstroMaster 70AZ, atau Celestron FirstScope 76.

Selamat mencoba berburu Komet C/2020 F3 (NEOWISE)!
BERIKAN KOMENTAR ()