5 Fakta Menarik Tentang Rasi Bintang

Info Astronomy - Apa yang pertama kali kamu pikirkan tentang rasi bintang? Polusi cahaya telah membuat orang-orang di area sekitar kota besar kesulitan menemukan bintang di langit, sehingga mungkin sudah sangat asing dengan rasi bintang.

Pada dasarnya, rasi bintang hanyalah kelompok bintang yang secara imajinatif saling terhubung satu sama lain untuk membentuk karakter-karakter mitologis, hewan, dan maupun benda-benda mati dari zaman dahulu.

Rasi bintang dirangkai oleh nenek moyang kita dulu dengan banyak tujuan. Mulai dari untuk kegiatan keagamaan, memprediksi musim untuk pertanian, mengukur waktu, hingga menjadikannya sebagai kompas yang membantu mereka menemukan arah.

Nah, sekarang kita belajar rasi bintang lewa 5 fakta menariknya yuk!

1. Ada 88 Rasi Bintang Resmi di Langit

Pada tahun 1922, International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengakui keberadaan total 88 rasi bintang di langit, di mana 48 di antaranya berasal dari catatan kuno yang ditulis oleh astronom Yunani, Ptolemeus, dalam bukunya Almagest pada sekitar tahun 150 M.

Dalam peta rasi bintang yang dibuat oleh Ptolemeus, bagian langit di arah selatan belum memiliki rasi bintang. Karena pada saat itu, ia tidak dapat melihat langit arah selatan dari Yunani.

Langit arah selatan baru mendapatkan banyak rangkaian rasi bintang ketika orang-orang Eropa mulai menjelajah, seperti misalnya penjelajah Belanda Gerardus Mercator (1551), astronom Polandia Johannes Hevelius (1690), dan astronom Prancis Nicolas Louis de Lacaille (1750-an). Ketiga astronom ini yang kontribusinya paling besar dalam merangkai rasi bintang di langit arah selatan.

2. Rasi Bintang Berasal dari Kebudayaan Kuno

Rasi bintang rupanya telah ada sejak zaman kuno. Setidaknya, ada sekitar 30 rasi bintang modern saat ini yang dapat ditelusuri asalnya, yakni dari sekitar Zaman Perunggu Akhir (1650-1050 SM). Hal itu diketahui karena beberapa catatan rasi bintang berhasil ditemukan pada tablet tanah liat Mesopotamia dan katalog rasi bintang Babilonia yang berasal dari zaman Milenium ke-3 SM.

3. Rasi Bintang Penentu Musim

Bukti dari Bumi kita mengelilingi Matahari adalah: Kenampakan rasi bintang selalu berbeda-beda sepanjang tahunnya. Kenampakan rasi bintang malam ini akan berbeda dengan rasi bintang yang akan muncul pada 6 bulan ke depan.

Dengan kata lain, rasi bintang yang kita lihat malam ini adalah rasi bintang yang akan terletak di belakang Matahari dalam 6 bulan dari sekarang, sehingga membuat mereka tidak teramati karena muncul pada siang hari. Sebaliknya, rasi bintang yang saat ini berada di belakang Matahari akan teramati di langit malam 6 bulan dari sekarang.
Untuk lebih memahami mengapa ini terjadi, bayangkan kamu sedang duduk di komidi putar (Bumi) dengan cahaya yang sangat terang (Matahari) ditempatkan di tengahnya. Kamu tidak akan dapat melihat apa yang ada di balik cahaya (Matahari) itu karena kecerahannya. Seiring kamu berputar pada komidi putar, apa yang kamu lihat di sekelilingmu akan berbeda-beda.

Nah, karena hal ini, kemunculan suatu rasi bintang bisa menjadi penentu musim. Rasi bintang Orion selalu muncul pada awal musim dingin, sedangkan Leo muncul ketika awal musim semi, ada pula Skorpius yang menjadi penanda musim panas, dan Pegasus penanda musim gugur.

4. Rasi Bintang Berubah Bentuk

Orang-orang Yunani pernah beranggapan bahwa rasi bintang tidak akan pernah berubah bentuk. Namun, hal itu keliru. Bintang-bintang yang kita lihat, termasuk Matahari, masing-masing memiliki jalur edar tersendiri dalam mengitari pusat massa Galaksi Bimasakti kita.

Terlebih lagi, jalur edar setiap bintang dapat memiliki kemiringan yang berbeda satu sama lain, dan kecepatannya pun bergantung pada seberapa jauh jaraknya dari pusat Bimasakti. Dengan kata lain, bintang-bintang yang membentuk rasi bintang tidak akan selamanya tetap di posisinya saat ini, membuat bentuk rasi bintang dapat berubah.

Meski begitu, dalam pandangan dari Bumi, pergerakan sebagian besar bintang sangat kecil, yang bahkan harus diukur dalam mili-detik busur per tahun, di mana satu detik busur adalah 1/3.600 derajat, dan tentu saja mili berarti seperseribu dari itu.
Luruskan tanganmu ke depan lalu angkat jari kelingkingmu: Lebar kelingking kamu itu, jika dinyatakan sebagai sudut, setara dengan lebar satu derajat. Satu derajat adalah 3.600 detik busur, atau 3.600.000 mili detik. Sudah terbayang betapa lambatnya pergerakan bintang?

Bintang dengan gerakan tercepat yang dapat diamati perubahan posisinya adalah bintang Barnard, sebuah bintang kerdil merah bermassa rendah sekitar 6 tahun cahaya jauhnya di arah rasi bintang Ofiukus.

Menurut perhitungan para astronom, kecepatan radialnya sekitar 110 kilometer per detik dari kita. Dan pergerakan bintang Barnard di langit Bumi adalah 10,3 detik busur per tahun. Untuk dapat bergerak selebar jari kelingkingmu, bintang Barnard membutuhkan waktu sekitar 350 tahun!

Rasi bintang zaman dahulu, hari ini, dan pada masa depan tidak akan pernah sama bentuknya.

5. Rasi-rasi Paling Menarik di Langit

Rasi bintang terbesar di langit Bumi adalah Hydra, yang membentang lebih dari 3% di langit malam. Sementara itu, yang terkecil adalah Crux, yang hanya mencakup 0,165% wilayah langit.

Rasi bintang yang menarik lainnya adalah Centaurus, yang berisi jumlah bintang paling banyak, yaitu 101 bintang, namun memang tidak semua bintangnya terlihat dengan mata telanjang. Sedangkan Kanis Mayor adalah rasi bintang yang berisi bintang paling terang di langit malam, yaitu Sirius, yang memiliki magnitudo -1,46.

Mensa, di sisi lain, adalah rasi bintang yang paling redup di langit malam karena bintangnya yang paling terang hanya memiliki magnitudo visual 5,09.

Nah, itulah 5 fakta menarik tentang rasi bintang. Apakah kamu tertarik untuk belajar rasi bintang lebih jauh? Kamu bisa nih mengikuti kelas online di BelajarAstro tentang rasi bintang yang akan dimulai pada 12 Juli 2020 mendatang. Silakan cek info lengkap dan pendaftaran di sini ya: BelajarAstro.my.id/kelas
BERIKAN KOMENTAR ()