Planet Venus Telah Kembali Sebagai Bintang Fajar

Info Astronomy - Setelah melalui titik konjungsi inferior, lewat di antara Matahari dan Bumi sehingga tidak teramati dari pandangan di planet kita, mulai besok Venus sudah bisa kembali diamati di langit timur saat sebelum fajar.

Yup, konjungsi inferior telah membuat Venus "pindah" posisi. Dari yang tadinya muncul di langit barat saat senja, mulai besok Venus akan muncul di langit timur pada waktu Subuh hingga menjelang Matahari terbit.

Untuk menemukan Venus, kamu bisa mengamati langit timur laut mulai pukul 05.20 pagi waktu setempat daerahmu. Kalau arah timur laut kamu tidak terhalang bangunan tinggi, pegunungan, atau pepohonan, kamu bisa menemukan Venus yang ketinggiannya sudah di atas 5 derajat dari cakrawala.

Iya, Venus memang masih sangat rendah posisinya di langit saat ini. Namun, seiring waktu, sudut elongasinya dari Matahari akan semakin membesar, membuat Venus akan terbit lebih dulu jauh sebelum waktu Matahari terbit.

Kamu bisa memanfaatkan Bulan sabit tua untuk bisa menemukan Venus pada 19 Juni 2020 mendatang, ketika kedua benda langit ini akan tampak berdekatan dalam pandangan dari Bumi atau yang dikenal sebagai fenomena konjungsi.
Cukup cari Bulan pada pukul 05.15 pagi waktu setempat daerahmu yang sedang bertengger di langit timur laut, kamu nantinya akan menemukan adanya Venus beberapa derajat di bawah Bulan. Dalam pandangan mata telanjang, kamu tidak akan melihat Venus muncul lebih besar dari Bulan ya, melainkan kebalikannya.

Planet Venus sendiri sudah paling nyaman untuk diamati mulai bulan Juli mendatang, yakni saat ia sudah muncul lebih tinggi dari 10 derajat dari cakrawala timur laut mulai pukul 04.30 dini hari waktu setempat daerahmu, membuatnya bisa lebih lama terlihat di langit sambil menunggu waktu Matahari terbit.

Setiap paginya mulai 1 Juni 2020, Venus akan berubah ketinggian seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Kalau kita lihat pada gambar di atas, Venus akan mencapai sudut elongasi terjauhnya dari sisi barat Matahari pada 13 Agustus 2020. Pada tanggal itu, tepat pada waktu Matahari terbit, ketinggian Venus sudah mencapai sekitar 42 derajat dari cakrawala timur laut.

Mengapa posisi Venus bisa berubah-ubah seperti ini? Jelas karena Venus adalah planet yang juga mengitari Matahari. Ia adalah planet kedua terdekat dari Matahari kita, sehingga hanya bisa teramati di langit senja ataupun dini hari.

Pada 13 Agustus 2020, Venus yang mencapai pada titik elongasi terbesarnya (greatest elongation) dari Matahari dalam pandangan dari Bumi bisa terjadi karena ia berada pada titik dikotomi dalam orbitnya relatif terhadap orbit Bumi. Kira-kira gambarannya seperti ini:
Kenampakan Venus di langit timur saat dini hari sendiri bisa diamati mulai besok hingga 25 Maret 2021, ketika ia mencapai titik konjungsi superior, yakni berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi kita.

Pada saat itu, Venus tidak akan teramati lagi di langit timur saat dini hari, melainkan akan "pindah" lagit ke langit barat saat senja.

Jadi, mari bangun lebih pagi untuk mengamati Venus yang telah kembali. Semoga cuaca cerah!
BERIKAN KOMENTAR ()