Mengapa Nama Benda Langit Banyak Berawalan NGC, M, dan IC?

Info Astronomy - Kamu pasti pernah deh, ketika baca artikel astronomi mengenai galaksi, nebula, atau gugus bintang, menemukan bahwa nama-nama benda langit tersebut diawali dengan NGC, M, atau IC. Sebenarnya, apa maksud dari awalan tersebut?

Huruf-huruf awalan tersebut bukan hanya sekadar huruf tanpa makna. Baik NGC, M, atau IC ketiganya adalah singkatan dari katalog-katalog astronomi yang berisi senarai bintang-bintang, nebula, sisa-sisa supernova, galaksi, dan benda-benda lainnya di luar angkasa.

Kita bahas satu per satu yuk!

NGC

NGC adalah singkatan dari New General Catalogue, sebuah katalog benda langit yang disusun oleh astronom John Dreyer pada tahun 1888 berdasarkan pengamatan dari astronom William Herschel dan putranya John Herschel. Dalam katalog ini, ada total 7.840 benda langit mulai dari galaksi, gugus bintang, hingga nebula.

Kamu bisa melihat daftar lengkap 7.840 anggota NGC pada tautan ini. Salah satu anggota NGC adalah sebuah galaksi spiral yang megah, NGC 1300:

IC

IC atau Index Catalogue merupakan ekstensi dari katalog NGC, lho. Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, IC juga masih disusun oleh Dreyer dari tahun 1895 hingga 1908, dengan total 5.386 benda langit tambahan.

Katalog IC berisi galaksi-galaksi dan nebula. Satu perbedaan antara NGC dengan IC adalah, sebagian besar benda-benda langit baru yang dikatalogkan dalam IC sudah ditemukan melalui teknologi fotografi.

Salah satu anggota katalog IC adalah IC 1101, galaksi elips terbesar yang pernah diketahui di alam semesta kita sejauh ini:

M

M adalah Messier. Nama ini diambil dari nama astronom yang menyusunnya, Charles Messier, seorang pemburu komet asal Prancis.

Katalog Messier berisi daftar 110 gugus bintang, nebula, dan galaksi. Kendati katalog ini masih menjadi panduan untuk menemukan benda langit bagi para astronom amatir, saat ini katalog Messier sudah lebih tergantikan oleh NGC.

Katalog Messier mencakup beragam benda langit seperti sisa-sisa supernova yang dijuluki sebagai Nebula Kepiting (M1), gugus bintang Pleiades (M45), dan galaksi spiral besar Andromeda (M31).

Tujuan Charles Messier dalam menyusun katalognya cukup unik: ia ingin mempermudah para astronom lainnya dalam perburuan komet dengan membuat daftar benda-benda langit yang bukan merupakan komet. Ada total 45 benda langit saat pertama kali katalog ini diterbitkan pada tahun 1771.

Pada 1784, Charles Messier telah mendaftarkan 103 benda langit tambahan, dengan enam di antaranya adalah bantuan dari rekannya, Pierre M├ęchain. Pada 1966, astronom amatir Inggris Kenneth Glyn Jones menambahkan galaksi satelit M31 yang ditemukan Messier tetapi tidak termasuk dalam katalognya.

Yup, galaksi Andromeda adalah salah satu anggota katalog Messier:
Nah, itulah arti dari awalan NGC, M, dan IC. Biasanya, nama-nama ini selalu diikuti nomor, yang menandakan urutan penemuannya. Sebagai contoh, M31 (galaksi Andromeda) lebih dulu ditemukan dibanding dengan M33 (galaksi Triangulum).
BERIKAN KOMENTAR ()