Dalam 600 Juta Tahun, Gerhana Matahari Total Terakhir Akan Terjadi

Info Astronomy - Gerhana Matahari total merupakan sebuah fenomena yang menakjubkan. Bulan, satelit pengiring Bumi, menutupi kenampakan Matahari di siang bolong, membuat suasana berubah menjadi malam seketika. Namun, gerhana Matahari total rupanya tidak selamanya terjadi.

Gerhana Matahari total terjadi ketika bidang orbit Bulan dalam mengelilingi Bumi berpotongan dengan bidang orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari. Karena Bulan dan Matahari memiliki ukuran diameter sudut yang sama besar di langit Bumi (Matahari berjarak 400 kali lebih jauh dari jarak Bulan, tetapi Bulan 400 kali lebih dekat dari Bumi), gerhana Matahari total pun bisa terjadi.

Untuk saat ini, gerhana Matahari total bisa terlihat dari suatu tempat di permukaan Bumi rata-rata setiap 18 bulan sekali. Namun, melihat gerhana Matahari total dari satu lokasi tertentu sangat jarang bisa terjadi, karena bayangan umbra Bulan relatif kecil, sehingga membatasi total area di mana gerhana total terlihat.

Menurut Space.com, kita harus berada di sisi siang hari planet ini dan berada di dalam jalur bayangan Bulan. Dengan kata lain, jika daerah tempat kamu tinggal dilalui jalur totalitas gerhana dalam waktu dekat, kamu sangat beruntung. Karena rata-rata, tempat yang sama di Bumi hanya akan melihat gerhana matahari setiap 375 tahun.
Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pembuka, gerhana Matahari total tidak akan selamanya terjadi. Hal itu disebabkan karena Bulan bergerak menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Akibatnya, gerhana Matahari total akan lenyap di masa depan karena diameter sudut Bulan di langit Bumi akan terlalu kecil untuk menutupi Matahari sepenuhnya.

"Seiring waktu, jumlah dan frekuensi gerhana Matahari total akan berkurang," kata Richard Vondrak, seorang ilmuwan di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Maryland, AS. "Sekitar 600 juta tahun dari sekarang, manusia Bumi akan mengalami peristiwa gerhana Matahari total untuk yang terakhir kalinya."

Sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan oleh NASA memperkirakan gerhana Matahari total akan berakhir sekitar 563 juta tahun. Namun, astronom Belgia, Jean Meeus, menjabarkan dalam bukunya, More Mathematical Astronomy Morsels, bahwa gerhana Matahari total mulai berakhir dalam 620 juta tahun.

Gerhana Matahari total terakhir, kapan dan di mana pun fenomena itu nantinya akan terjadi dan teramati, akan terjadi sangat singkat, hanya beberapa detik atau bahkan kurang. Seiring Bulan yang terus bergerak menjauh dari planet kita, ia akan lebih jarang menutupi Matahari.
Meski begitu, bukan berarti nantinya tidak akan terjadi gerhana Matahari lagi. Diameter sudut Bulan yang akan lebih kecil dari Matahari akan menyebabkan terjadinya fenomena gerhana Matahari cincin, yakni ketika pinggiran Matahari masih terlihat dan membentuk "cincin api".

Gerhana Matahari cincin sendiri saat ini bisa terjadi karena dalam orbitnya mengelilingi Bumi, Bulan bisa melalui jalur yang elips. Sehingga ada masanya ia berada di jarak terdekat (perigee) dan bisa juga di jarak terjauhnya (apogee). Nah, jika saat Bulan mencapai apogee dan terjadi perpotongan orbitnya dengan bidang orbit Bumi, maka akan terbentuk bayangan antumbra, terjadilah gerhana Matahari cincin.

Dengan akan menghilangnya fenomena gerhana Matahari total di masa yang akan datang, kita tampaknya cukup beruntung hidup pada era di mana jarak Bumi ke Bulan masih cukup untuk membentuk fenomena gerhana Matahari total.
BERIKAN KOMENTAR ()