Apa Bedanya Gerhana, Okultasi, dan Transit?

Gerhana okultasi transit
Info Astronomy - Tahukah kamu kalau ada tiga fenomena langit berbeda yang memiliki kemiripan? Ketiganya adalah gerhana, okultasi, dan transit. Kita kenalan satu per satu dengan fenomena ini yuk!

Walaupun memiliki sebutan yang berbeda-beda, ketiga fenomena ini memiliki satu kesamaan: merupakan fenomena yang berkaitan dengan kesejajaran benda langit dalam pandangan dari permukaan Bumi kita.

Dari ketiga fenomena ini, mungkin kamu lebih akrab dengan fenomena gerhana. Beberapa hari yang lalu, bahkan kita baru saja melihat gerhana Bulan penumbra. Jadi, mari kita bahas gerhana terlebih dulu ya.

Gerhana, menurut Britannica.com, adalah fenomena ketika satu benda langit berdiameter sudut besar (diameter kenampakannya di langit Bumi) menutupi benda langit lain yang diameter sudutnya sama besar. Di Bumi, kita bisa melihat dua jenis gerhana, yakni gerhana Matahari dan gerhana Bulan.
Dari sudut pandang kita di Bumi, Matahari akan hilang cahayanya ketika Bulan lewat di antara Matahari dan Bumi, fenomena ini adalah gerhana Matahari. Sementara gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada sejajar, dengan Bumi ada di tengahnya, membuat cahaya yang seharusnya menyinari Bulan malah terhalangi.

Nah, peristiwa gerhana sendiri tidak terbatas pada gerhana Matahari dan gerhana Bulan saja. Di alam semesta, ada jenis bintang ganda yang saling mengitari pusat orbit mereka masing-masing. Jika letak kedua bintang itu sejajar dari pandangan ktia di Bumi, pada suatu waktu kita bisa melihat salah satu dari bintang ini menutupi bintang lainnya, yang juga dikenal sebagai gerhana karena diameter sudut bintang tersebut sama besar.

Sudah cukup familiar ya dengan gerhana? Bagaimana kalau okultasi? Tahukah kamu mengenai fenomena ini?

Ketika ukuran diameter sudut sebuah benda langit yang tertutupi jauh lebih kecil daripada diameter sudut benda langit yang menutupinya, dalam astronomi, menurut UniverseToday.com, fenomena tersebut dikenal sebagai okultasi. Dalam pandangan dari Bumi, okultasi seringkali terjadi pada bintang-bintang maupun planet-planet yang tertutupi oleh Bulan.

Salah satu contohnya adalah okultasi Saturnus:
Okultasi Saturnus adalah fenomena ketika Bulan, dalam pergerakannya di langit Bumi, menutupi Saturnus yang kebetulan sedang berada di belakangnya dalam pandangan dari planet kita. Akibatnya, Saturnus akan "hilang" di belakang Bulan untuk beberapa saat.

Nah, fenomena ketiga yang juga memiliki kemiripan adalah transit. Dilansir dari Space.com, fenomena yang satu ini terjadi ketika, dalam pandangan dari Bumi, benda langit yang diameter sudutnya relatif lebih kecil lewat di depan benda langit yang diameter sudutnya lebih besar.

Dari Bumi, kita bisa melihat transit Merkurius maupun Venus di depan wajah Matahari, mengingat kedua planet tersebut adalah planet pertama dan kedua terdekat dari Matahari. Transit Merkurius terakhir sudah terjadi pada November 2019 silam, dan akan terjadi lagi pada November 2032. Sementara transit Venus terakhir adalah pada Juni 2012, dan akan terjadi lagi pada Desember 2117.

Itulah kesamaan dan perbedaan antara fenomena gerhana, okultasi, dan transit. Ingin tahu lebih jauh mengenai ketiga fenomena ini serta bagaimana cara para astronom menghitungnya? Kamu bisa nih ikutan kelas onlinenya di BelajarAstro yang akan dimulai pada 14 Juni 2020. Silakan klik di sini atau klik gambar di bawah ya:
BERIKAN KOMENTAR ()