Tata Surya Kita Hampir Memiliki Dua Matahari

Info Astronomy - Menurut pengamatan yang sudah dilakukan para astronom, setidaknya sekitar setengah dari total bintang di galaksi kita berada dalam sistem bintang biner, yakni yang terdiri dari dua atau lebih bintang yang saling mengorbit.

Namun, tata surya kita rupanya berbeda. Matahari tidak punya saudara bintang untuk bisa saling mengorbit satu sama lain. Matahari hanya diorbiti oleh planet-planet, dengan yang terbesar adalah planet Jupiter.

Nah, ada yang menarik dengan Jupiter. Ia merupakan planet terbesar di tata surya. Bahkan jika kita bisa menggabungkan seluruh massa dari planet-planet lain selain Jupiter di tata surya, jumlah total massanya masih belum mencapai setengah dari massa Jupiter.

Saking besarnya Jupiter, ia bahkan bisa menjadi bintang, dengan catatan kita harus menambah massa Jupiter agar bisa 80 kali lebih masif dari massanya saat ini. Dengan massa sebesar itu, maka tekanan di interiornya akan cukup untuk membuat suhu di inti Jupiter menjadi cukup tinggi sehingga bisa melakukan fusi nuklir hidrogen. Pada titik itu, Jupiter akan menyala sebagai bintang.

Yup, definisi sebuah bintang adalah objek di alam semesta yang bisa memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya bintang-bintang berasal dari proses fusi nuklir hidrogen di intinya.

Sayangnya, Jupiter tidak cukup masif untuk bisa menyala sebagai bintang. Menurut UniverseToday, Jupiter hanya berakhir sebagai planet raksasa gas terbesar di tata surya karena material cakram protoplanet yang ada di sekitar Matahari muda tidak berjumlah cukup banyak.

Jika saja ada lebih banyak material pada cakram protoplanet yang mengelilingi Matahari muda, saat Jupiter membentuk dirinya, bisa saja ia mengumpulkan lebih banyak material penyusunnya dibanding dengan saat ini, hingga akhirnya Jupiter akan menyala sebagai Matahari kedua.

Namun, tampaknya kita memang harus bersyukur Jupiter saat ini hanya menjadi planet raksasa gas. Sebab, jika ada dua Matahari di tata surya, hal itu akan membuat kehidupan di Bumi tidak mungkin bisa ada mengingat planet yang mengorbit dalam sistem biner hampir tidak pernah mendapatkan "sweet spot" untuk suhu permukaannya ideal menahan air dalam bentuk cair di permukaannya.
BERIKAN KOMENTAR ()