Planet Venus akan Pamit dari Langit Senja

Info Astronomy - Kalau kamu sering menemukan adanya bintang yang sangat terang di langit barat laut saat senja, ia sebenarnya adalah planet Venus. Mei ini akan menjadi saat-saat terakhir bagi Venus untuk tampil di langit senja pada tahun 2020. Juni mendatang, Venus pamit.

Apa penyebabnya? Jangan lupa, Venus juga mengelilingi Matahari, ia juga merupakan planet yang berjarak lebih dekat dengan Matahari, atau berada di dalam orbit Bumi. Pada 3 Juni 2020 mendatang, Venus akan mencapai titik dalam orbitnya di mana ia akan berada di antara Bumi dan Matahari, yang dikenal sebagai konjungsi inferior oleh para astronom.

Dengan kata lain, Matahari-Venus-Bumi akan berada dalam satu garis lurus, membuat kenampakan Venus berada terlalu dekat dengan Matahari dalam pandangan dari Bumi. Meski begitu, Venus tidak akan menutupi cahaya Matahari yang diterima Bumi karena jaraknya terlalu jauh dari Bumi (sekitar 41 juta km), sehingga diameter sudutnya di langit pun sangat kecil.

Ditambah lagi, walaupun berada segaris lurus, bidang orbit Venus dan Bumi tidak benar-benar sejajar, melainkan memiliki inklinasi (kemiringan) 3,4%, sehingga kita tidak akan melihat Venus transit di depan Matahari seperti yang pernah terjadi pada tahun 2012 silam.
Setelah konjungsi inferior ini, kemunculan Venus akan pindah ke langit timur saat dini hari sebelum Matahari terbit. Jadi, jika kamu masih ingin menikmati keindahan Venus saat senja, ini adalah saat-saat terakhir.

Venus memang hanya muncul seperti bintang terang kalau kita mengamatinya lewat teleskop. Namun, kalau kamu mengamatinya lewat teleskop, Mei ini Venus akan muncul dalam fase sabit seiring mendekatnya sudut elongasi ia ke Matahari.

Ukuran sabit Venus akan menyusut juga dari hari ke hari. Sebagai contoh, pada 5 Mei 2020, fase sabit Venus adalah 21% diterangi sinar Matahari. Sepekan dari sekarang, 12 Mei 2020, fase sabit Venus hanya akan menjadi 14%; dan dua pekan dari sekarang, 19 Mei 2020, fase sabit Venus tinggal 8%. Hingga akhirnya, tiga pekan kemudian, 26 Mei 2020, fase sabit Venus sudah menyusut menjadi 3%.
Mengapa bisa ada fase Venus? Tentu karena ia adalah sebuah planet. Planet tidak memancarkan cahayanya sendiri, melainkan memantulkan cahaya Matahari yang ia terima. Dengan begitu, kalau selama ini kita sering melihat terangnya Venus, sebenarnya kita sedang melihat sisi siang harinya.

Ketika Galileo Galilei (1564-1642) pertama kali melihat fase Venus melalui teleskopnya, ia menyadari bahwa itu adalah bukti autentik bahwa Venus mengorbit Matahari alih-alih mengorbit Bumi. Pengamatan ini berhasil membantah secara ilmiah pada masa itu yang beranggapan bahwa benda-benda langit, termasuk Venus, mengorbit Bumi, atau yang dikenal sebagai geosentris.

Jadi, sampai jumpa lagi di langit dini hari, Venus!
BERIKAN KOMENTAR ()