Komet SWAN Mulai Terlihat dengan Mata Telanjang

Info Astronomy - Komet SWAN, yang dikatalogkan secara resmi sebagai C/2020 F8, baru-baru ini kecerahannya dilaporkan meningkat secara dramatis dari magnitudo +8 menjadi +5, atau yang artinya cukup cerah untuk dilihat dengan mata tanpa bantuan di langit yang gelap dan cerah.

Beberapa pengamat langit di seluruh dunia telah melihat Komet SWAN ini dengan mata telanjang maupun melalui teropong kecil di daerahnya masing-masing. Lalu, bisakah diamati juga di wilayah Indonesia?

Saat artikel ini dipublikasikan, Komet SWAN berjarak sekitar 96 juta kilometer dari Bumi. Seperti dilansir Space.com, para astronom percaya bahwa Komet SWAN akan menjadi semakin cerah dalam waktu dekat hanya jika dia tidak hancur seperti Komet ATLAS Maret lalu. Jika komet ini semakin cerah, pertengahan Mei adalah waktu terbaik untuk mengamatinya.

Menurut BelajarAstro, Komet SWAN akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 13 Mei 2020, ketika ia terletak pada jarak 84 juta kilometer dari planet kita. Pada jarak itu, kecerahan komet ini diperkirakan akan mencapai +4 (semakin kecil angka magnitudo, semakin cerah).

Komet SWAN akan terus bergerak di sepanjang jalur orbitnya mengelilingi Matahari. Hingga pada 27 Mei 2020, sang komet akan mencapai jarak terdekat dari Matahari, diperkirakan akan mencapai magnitudo kecerahan puncak sekitar +2,5 hingga +3. Pada titik itu, jaraknya 64,4 juta kilometer dari Matahari kita.

Namun, perlu digarisbawahi nih, mengingat komet adalah objek yang sangat tidak terduga, C/2020 F8 juga masih memiliki potensi untuk hancur dan menghilang setiap saat. Jadi, siapkan dirimu untuk kecewa lagi jika skenario ini terjadi.

Bagaimana Cara Melihatnya?

Indonesia adalah salah satu wilayah terbaik untuk mengamati Komet SWAN, lho!

Komet SWAN saat ini sedang terletak di dekat rasi bintang Pisces. Pada 15 Mei 2020, ia akan masuk rasi bintang Triangulum. Lalu pada 18 Mei 2020, komet akan menyeberang ke rasi bintang Perseus. Hingga pada malam hari tanggal 19, 20, dan 21 Mei, Komet SWAN akan sangat dekat dengan bintang bernama Algol (Beta Persei) di rasi bintang Perseus.

Meski begitu, pengamatan di Indonesia bisa dilakukan pada 10-13 Mei 2020, ketika komet ini akan berada di langit timur laut pada pukul 05.00 pagi waktu setempat daerahmu.
Lewat dari tanggal 13 Mei 2020, letak Komet SWAN di langit Indonesia sudah terlalu rendah di atas cakrawala timur laut saat mendekati waktu Matahari terbit. Dengan begitu, kalau menunggu komet ini cukup tinggi di langit, Matahari sudah keburu terbit.

Bagaimana Kenampakan Komet?

Banyak yang belum tahu seperti apa kenampakan komet itu. Kalau kamu menganggap bahwa kenampakan komet adalah bergerak dengan melesat cepat di langit, kamu keliru.

Komet bergerak mengelilingi Matahari, bukan masuk ke atmosfer Bumi layaknya meteor. Karena itu, posisi komet di langit akan tampak "diam", cenderung mengikuti gerak rotasi Bumi. Namun, posisinya akan berpindah-pindah tiap harinya seiring ia bergerak mendekati dan menjauhi Matahari.

Coba deh perhatikan gambar peta langit di atas. Posisi Komet SWAN pada 10 Mei 2020 sangat berbeda dengan posisinya pada 13 Mei 2020, padahal diamati pada arah dan waktu yang sama, yakni langit timur laut pada pukul 05.00 pagi.

Kenampakan komet pun, jika hanya diamati dengan mata telanjang, cuma akan seperti titik hijau kecil di langit, tanpa ekor. Ekor komet terlalu redup kalau kamu mengamatinya tanpa bantuan teleskop. Untuk melihat Komet SWAN dengan ekornya, kamu perlu teleskop dengan magnifikasi minimum 70x.

Selamat berburu Komet SWAN!
BERIKAN KOMENTAR ()