Mengenal Korona pada Matahari

Info Astronomy - Bukan, virus korona (COVID-19) bukan sedang melanda Matahari, korona yang satu ini berbeda. Dikenal sebagai nama virus di Bumi, korona juga merupakan nama salah satu fitur penting pada Matahari, lho. Kita kenalan lebih jauh yuk!

Sebagai salah satu bintang di alam semesta, Matahari kita dikelilingi oleh selubung gas yang para astronom sebut sebagai atmosfer. Nah, korona adalah bagian terluar dari atmosfer Matahari (dan juga pada bintang lainnya).

Sayangnya, korona kalah terang dari cahaya permukaan Matahari. Hal itu membuat korona sangat sulit dilihat tanpa menggunakan instrumen khusus. Namun, ada satu kesempatan di mana kita bisa melihat korona secara langsung dengan mata telanjang di Bumi: tepat saat puncak gerhana Matahari total.
Selama puncak gerhana Matahari total, Bulan akan tepat berada di antara Bumi dan Matahari. Ketika hal itu terjadi, Bulan akan menghalangi sinar Matahari yang terang itu, membuat korona yang berwarna putih bercahaya dapat terlihat mengelilingi Matahari yang dihalangi Bulan.

Walaupun memiliki suhu yang sangat tinggi, korona pada Matahari sangat redup. Hal itu terjadi karena korona sekitar 10 juta kali lebih rendah kepadatannya daripada permukaan Matahari, sehingga ia muncul lebih redup dan sulit diamati.

Oh iya, ada satu hal yang menarik, atau aneh, dari korona pada Matahari, yaitu suhunya yang tinggi. Bayangkan kamu sedang duduk dekat api unggun yang dinyalakan di atas gunung, kamu tentu akan merasa nyaman dan hangat. Tetapi ketika kamu berjalan menjauh dari api unggun itu, kamu pasti akan merasa lebih kedinginan. Nah, hal itu terjadi terbalik di Matahari.

Berada di lapisan terluar dari atmosfer Matahari, atau dengan kata lain jauh dari permukaannya, korona justru memiliki suhu setinggi hampir sejuta derajat Celsius, lebih panas daripada permukaan Matahari yang "hanya" 5.700 derajat Celsius.

Untuk memecahkan misteri ini, para astronom sampai-sampai mengirimkan sebuah wahana antariksa nirawak Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS) untuk meneliti Matahari. Dari misi tersebut, para astronom menemukan segerombolan material yang sangat panas, disebut sebagai "bom panas", yang bergerak dari permukaan Matahari ke korona. Di korona, bom panas tersebut meledak dan melepaskan energi mereka sebagai panas.

Meski begitu, para astronom berpendapat bahwa bom panas ini hanya merupakan salah satu dari penyebab mengapa korona bisa sangat panas.

Fenomena Menarik pada Korona

Permukaan Matahari didominasi oleh medan magnet. Itu, lho, sebuah kekuatan yang dapat membuat magnet lucu bisa menempel pada pintu kulkas rumah kamu.

Bedanya, medan magnet pada Matahari jutaan kali lebih kuat daripada di pintu kulkas. Akibatnya, medan magnet Matahari dapat memengaruhi partikel bermuatan di korona untuk membentuk fitur yang indah, yang bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini:
Karena korona meluas jauh ke luar angkasa, angin matahari yang berisi partikel bermuatan dan dapat bergerak ke seantero tata surya kita bisa terbentuk di sana. Suhu korona yang sangat tinggi menyebabkan partikelnya bergerak dengan kecepatan sangat tinggi pula. Pada kecepatan tersebut, partikel-partikelnya dapat lepas dari gravitasi Matahari.

Nah, itulah korona pada Matahari.

Fakta menarik: Nama "korona" berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti "mahkota". Para ilmuwan yang pada tahun 1968 memberi nama "korona" pada virus yang ditelitinya berpikir, saat diamati melalui mikroskop, virus yang mereka lihat menyerupai korona pada Matahari.
BERIKAN KOMENTAR ()