Mari Mulai Merayakan Hari Bumi Bukan Hanya Sebatas Ucapan

Info Astronomy - Tiap tanggal 22 April 2020, kita memperingati Hari Bumi. Kalau dipikir-pikir, kenapa hanya ada hari Bumi ya? Kenapa tidak ada hari Mars, hari Saturnus, atau bahkan hari Jupiter? Tidakkah kita sadar kalau planet-planet lain cemburu dengan Bumi?

Tentu cemburunya karena tidak ada hari untuk memperingati mereka, bukan cemburu karena hanya Bumi satu-satunya planet di tata surya yang memiliki kehidupan, terutama manusia, sejauh ini. Manusia? Mars sepertinya tidak butuh, di sana sangat tentram.

Memangnya, kenapa sih kita memperingati Hari Bumi? Apakah ini adalah hari untuk kita semua sama-sama mengucapkan "Selamat Hari Bumi" di media sosial (tanpa ada gerakan kesadaran untuk menjaga Bumi)? Tampaknya Hari Bumi bukan cuma sebatas seremonial.

Kita cari tahu sejarahnya dulu deh. Menurut EarthDay.org, sejarah Hari Bumi dimulai pada masa ketika AS mengalami pasang surut politik dan ekonomi. Selama tahun 1970-an, ekonomi AS mulai menggeliat, tetapi hal tersebut berdampak besar bagi lingkungan.

Orang-orang Amerika kala itu gemar mengendarai mobil besar yang menggunakan bensin bertimbal. Pabrik-pabrik, industri kimia, dan industri minyak sedang "booming", yang mana menjadi penyebab utama meningkatnya polusi udara dan limbah terhadap lingkungan. Kelestarian planet Bumi saat itu seolah bukan menjadi prioritas tinggi bagi kebanyakan orang, terutama karena mereka tidak mengetahui efek samping dari polusi yang mereka timbulkan itu.

Di tengah-tengah kondisi itu, ada sekelompok orang yang sadar akan kemunduran dunia di sekitar mereka dan berinisiatif untuk mulai mengambil langkah-langkah yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya polusi bagi Bumi.

Adalah senator Wisconsin, Gaylord Nelson, yang pertama meluncurkan kampanye untuk praktik industri yang lebih ramah lingkungan. Ia memperkenalkan gagasannya untuk "edukasi nasional tentang lingkungan" pada tahun 1970. Nelson memilih anggota Kongres dari Partai Republik, Pete McCloskey, untuk menjadi ketua bersama dan Denis Hayes dari Universitas Harvard untuk bertindak sebagai koordinator nasional. Tim ini merekrut 85 orang untuk mempromosikan konsep Hari Bumi di seluruh AS.

Pada 22 April 1970, AS merayakan Hari Bumi pertama. Lebih dari 20 juta orang di seluruh AS berkumpul bersama untuk mengadakan aksi unjuk rasa, demonstrasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan untuk mempromosikan lingkungan hidup yang bersih dan aman. Anak-anak, orang dewasa, siswa-siswi, mahasiswa, semua berkumpul untuk mendorong undang-undang baru untuk melindungi Bumi di tingkat lokal, negara bagian, dan nasional.

Berkat upaya Hari Bumi pertama, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat didirikan. Selain itu, UU Udara Bersih, UU Air Bersih, dan UU Spesies Terancam Punah semua diperkenalkan di AS dan disahkan. Itu adalah awal dari perubahan untuk memperbaiki lingkungan.

Hari Bumi Mendunia

Selama beberapa dekade berikutnya, Hari Bumi mulai dirayakan di seluruh Amerika Serikat dan difokuskan untuk menemukan cara praktis untuk melindungi lingkungan di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan sekitarnya.

Pada tahun 1990-an, konsep Hari Bumi mulai mendunia. Di bawah arahan Hayes, lebih dari 200 juta orang yang mewakili 141 negara di seluruh dunia berkumpul untuk merayakan Hari Bumi di masing-masing negaranya untuk mendorong perbaikan lingkungan di tingkat global. Acara ini membuka jalan bagi proyek-proyek masa depan termasuk KTT Bumi PBB 1992.

Sebaiknya Jangan Cuma Seremonial Belaka

Orang-orang kita ini belakangan lebih gemar melakukan seremonial tanpa banyak tindakan nyata. Hari Bumi hanya diperingati sebatas ucapan "Selamat Hari Bumi" di media sosial, sambil tidak melakukan apapun untuk merayakan itu.

Hari Bumi diinisiasi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan secara global, tetapi bukan berarti tidak penting untuk di tingkat lokal. Daripada sekadar seremonial belaka, ada baiknya kita mulai merayakan Hari Bumi dengan tindakan yang benar-benar memiliki dampak baik bagi lingkungan sekitar kita.

Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa memulainya dari rumah. Apa saja sih kegiatan Hari Bumi yang bisa kita lakukan dengan mudah?

Menanam Pohon
Seandainya pohon menghasilkan Wi-Fi, orang-orang pasti menanam pohon di tiap rumahnya. Sayangnya, pohon hanya berfungsi untuk menghasilkan oksigen dan udara bersih.

Pada momen Hari Bumi, menanam pohon adalah cara yang bagus untuk mengajari anak-anak, atau bahkan diri sendiri, tentang pentingnya pohon. Sebagai contoh kalau kamu belum tahu, pohon menghasilkan oksigen dan itu adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup.

Ratusan ribu pohon sayangnya banyak ditebang setiap tahun untuk memberikan ruang bagi pendirian perumahan, pusat perbelanjaan, dan proyek pembangunan lainnya. Untuk memulihkan ekosistem Bumi, hari ini adalah hari yang tepat untuk menanam pohon, di rumah.

Daur Ulang
Hari Bumi juga merupakan waktu yang tepat untuk mulai menerapkan kebiasaan daur ulang. Sungguh, daur ulang adalah tugas yang paling mudah yang dapat dilakukan di rumah. Cobalah untuk menggunakan kembali benda-benda seperti kertas, plastik, atau aluminium alih-alih dibuang setelah sekali pakai. Dipilah, dipisah, biar gampang diolah.

Bumi Ikut Merayakan Dirinya Sendiri?

Hari Bumi tahun ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada festival, aksi, atau demonstrasi di jalan-jalan di seluruh dunia karena dalam kondisi pandemi virus korona (COVID-19). Berkat virus, setiap orang wajib menjaga jarak aman, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan hal-hal lainnya untuk mengerem laju penyebaran COVID-19.

Hal ini cukup unik. Akhirnya kita sadar bahwa festival, aksi, atau demonstrasi pada Hari Bumi bukanlah hal yang benar-benar dibutuhkan untuk menjaga lingkungan Bumi. Hal utama yang bisa kita lakukan untuk menjaga Bumi justru berdiam diri di rumah, mengurangi polusi udara.

Apakah ini cara Bumi untuk merayakan dirinya sendiri? Entahlah, tapi hal ini berhasil. Bisa jadi, Hari Bumi 2020 adalah Hari Bumi terbaik di mana kita benar-benar melakukan sesuatu yang seharusnya sudah kita lakukan sejak lama.
BERIKAN KOMENTAR ()