April 2020: Dari Supermoon Hingga Hujan Meteor Lyrid

Fenomena langit April 2020
Info Astronomy - Menemani saat-saat swakarantina di rumah, langit April siap menyuguhkan fenomena-fenomena langit yang menarik untuk diamati, mulai dari supermoon hingga hujan meteor. Kapan tepatnya fenomena tersebut bisa diamati?

Seperti biasa, InfoAstronomy.org selalu merangkum fenomena langit yang akan terjadi setiap bulannya. Dan berikut inilah jadwal fenomena langit April 2020:

1 April 2020: Fase Bulan Perbani Awal
Perbani awal merupakan fase di mana Bulan bentuknya separuh saja, karena memang hanya separuh bagian Bulan yang teramati dari Bumi yang disinari Matahari. Fase perbani awal sendiri adalah fase yang terjadi 7 hari setelah fase Bulan Baru.

Secara astronomis, fase Bulan perbani awal akan dicapai Bulan pada 1 April 2020 pukul 17.21 WIB. Bulan akan terbit pada tengah hari, mencapai langit atas kepala saat Matahari terbenam, dan terbenam pada tengah malam.

4 April 2020: Konjungsi Venus dengan Pleiades
Inilah pertemuan dua objek langit yang menarik tahun ini, planet Venus dengan gugus bintang Pleiades. Menurut EarthSky.org, konjungsi antara kedua objek langit ini hanya terjadi 8 tahun sekali saja, jadi tahun inilah kesempatan kita untuk melihatnya sebelum tahun 2028 mendatang!

Venus dan Pleiades pada konjungsi kali ini akan tampak begitu dekat, yakni hanya 0°15' satu sama lain. Eits, kedekatan mereka hanya karena diamati dari Bumi ya. Kenyataannya, jarak Venus masih relatif lebih dekat dengan Bumi, yakni rata-rata 41 juta km. Sementara Pleiades berjarak sekitar 444,2 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,4 triliun km).

Untuk mengamati konjungsi Venus dan Pleiades ini, amatilah langit barat mulai pukul 18.30 waktu setempat daerahmu. Keduanya akan berada setinggi 28° di atas cakrawala barat. Pasangan kosmis ini bisa terus diamati selama 2 jam 46 menit setelah Matahari terbenam, atau tepatnya pada pukul 20.40 waktu setempat daerahmu.
Fenomena langit April 2020
Dalam momen konjungsi ini, Venus akan bersinar degan magnitudo visual -4,4, sementara gugus bintang Pleiades atau yang dikatalogkan juga sebagai M45 akan bersinar dengan magnitudo visual 1,3. Mereka berada di depan rasi bintang Taurus.

Punya teleskop? Ada baiknya digunakan karena kamu bisa melihat Venus dan Pleiades dalam satu bidang pandang. Meski begitu, mereka tetap bisa diamati dengan mata telanjang kok, meskipun Venus hanya akan tampak seperti bintang kuning terang saja.

8 April 2020: Bulan Purnama Super
Purnama pada April 2020 ini akan terjadi pada tanggal 8, tujuh hari setelah fase perbani awal. Pada purnama, Bulan akan berada berseberangan dengan Matahari di langit Bumi, sehingga akan terbit saat Matahari terbenam.

Menariknya, purnama pada April ini juga dijuluki sebagai Supermoon, yakni fenomena ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi dalam orbit elipsnya untuk tahun 2020. Para astronom biasa menyebutnya sebagai Bulan purnama perigee. Pada momen ini, jarak Bulan akan mencapai sekitar 357.035 km. Bulan akan tampak sedikit lebih besar daripada purnama lainnya tahun ini.

Secara astronomis, Bulan purnama 8 April ini akan terjadi pukul 09.35 WIB. Dengan begitu, pada Matahari terbenam 7 April 2020, kita sudah bisa melihat Bulan menjelang purnama hingga Matahari terbit pada 8 April 2020.

15 April 2020: Fase Bulan Perbani Akhir
Sama seperti perbani awal, pada fase ini Bulan akan tampak separuh saja. Bedanya, bagian yang disinari Matahari pada fase ini adalah yang sebelumnya tidak disinari Matahari pada fase perbani awal.

Secara astronomis, fase perbani akhir akan dicapai Bulan pada pukul 05.56 WIB. Bulan akan terbit pada tengah malam, mencapai langit atas kepala pada saat Matahari terbit, dan akan terbenam pada tengah hari.

15 April 2020: Konjungsi Bulan dengan Jupiter
Planet Jupiter yang sepanjang April ini masih muncul di langit dini hari hingga Matahari terbit akan ditemani oleh Bulan pada 15 April 2020. Keduanya akan sangat dekat dalam fenomena konjungsi, yakni sekitar 2° satu sama lain.
Fenomena langit April 2020
Dalam pandangan mata telanjang, Jupiter hanya akan muncul bagaikan bintang kuning terang di sisi utara Bulan perbani akhir. Tapi jika diamati lewat teleskop, kamu bisa melihat Jupiter lengkap dengan garis-garis atmosfernya dan empat bulan terbesarnya, Ganimede, Kalisto, Io, dan Europa.

Konjungsi Bulan dengan Jupiter ini bisa diamati mulai pukul 01.30 dini hari waktu setempat daerahmu, saat keduanya berada lebih tinggi dari 20° dari cakrawala timur. Keduanya bisa terus diamati sampai Matahari terbit yang membuat langit membiru dan meredupkan Jupiter.

16 April 2020: Formasi Segitiga Bulan-Mars-Saturnus
Dua planet sekaligus akan menemani Bulan pada 16 April 2020 dini hari. Planet merah dan planet bercincin masing-masing akan berada sejauh 4° dan 5° dari Bulan.

Dalam pandangan mata telanjang, kita akan melihat Mars bagaikan bintang merah terang di arah timur Bulan, sementara Saturnus seperti bintang kuning terang di arah barat Bulan. Tentu berbeda jika kamu melihatnya lewat teleskop dengan magnifikasi minimal 225x, Mars akan tampak jelas dan Saturnus akan tampak bersama cincinnya.
Fenomena langit April 2020
Formasi segitiga ketiga objek langit ini bisa diamati mulai pukul 02.30 dini hari waktu setempat daerahmu, ketiga ketiganya sudah berada di atas 20° dari cakrawala timur. Tentunya, fenomena ini bisa diamati sampai Matahari terbit.

22 April 2020: Hujan Meteor Lyrid
Eits, tenang dulu, fenomena hujan meteor ini bukan fenomena yang berbahaya kok. Meteor sendiri merupakan batuan angkasa kecil, seukuran sebutir pasir sampai sebesar bola kasti, yang memasuki atmosfer Bumi lalu terbakar. Karena ukurannya kecil, mereka akan terbakar sampai habis di atmosfer tanpa mencium permukaan Bumi.

Jadi, jangan berekspektasi tinggi dulu bahwa hujan meteor itu seperti di film-film, ketka Bumi dihujani meteor besar hingga menyebabkan bencana. Fenomena hujan meteor seperti Lyrid ini adalah fenomena periodik, yang artinya selalu terjadi setiap tahun, sehingga aman untuk diamati.

Nama "Lyrid" sendiri berasal dari nama rasi bintang Lyra, lokasi di mana meteor-meteor akan tampak muncul di langit saat puncaknya terjadi. Untuk mengamatinya, carilah rasi bintang Lyrid di langit timur laut pada pukul 00.00 tengah waktu setempat daerahmu, dari sanalah kemunculan meteor akan lebih banyak daripada sisi langit lainnya.
Fenomena langit April 2020
Akan ada 18 hingga 20 meteor per jam pada puncaknya ini, dengan catatan lokasi pengamatan kamu cuacanya cerah dan bebas dari polusi cahaya, baik itu dari cahaya lampu kota atau lampu perumahan. Wajib gelap.

Hujan meteor Lyrid paling baik diamati pada pukul 04.00 subuh waktu setempat daerah kamu, ketika titik radiannya (rasi Lyra) berada pada ketinggian 45° dari cakrawala utara, atau hampir berada di langit atas kepala. Pengamatan tidak butuh teleskop, cukup rebahan sambil mengamati langit dan meteor-meteor akan melesat cantik.

23 April 2020: Fase Bulan Baru
Bulan Baru adalah fase Bulan yang tidak bisa diamati. Pada fase ini, Bulan akan terbit dan terbenam bersama Matahari, sehingga sisi terangnya yang disinari Matahari sedang membelakangi Bumi kita. Dalam penanggalan Hijriah, fase ini menandai berakhirnya suatu bulan kalender.

Secara astronomis, fase Bulan Baru akan terjadi pada pukul 09.26 WIB.

26 April 2020: Konjungsi Bulan dengan Venus
Fenomena langit April 2020
Setengah jam setelah Matahari terbenam, cobalah amati langit barat. Kamu akan melihat Bulan sabit muda awal Ramadan yang di dekatnya ada planet Venus. Kedua objek langit ini akan terpisah sejauh 6° satu sama lain.

Dalam pandangan mata telanjang, Venus akan seperti bintang paling terang di arah utara Bulan sabit. Venus akan bersinar dengan magnitudo visual -4,5 dan Bulan dengan magnitudo visual -10, keduanya bisa diamati sampai pukul 20.30 waktu setempat daerahmu.

Konjungsi Bulan dan Venus ini menutup serangkaian peristiwa langit pada April 2020. Semoga cuaca di daerahmu cerah agar bisa melakukan pengamatan. Selama masih ada pandemi COVID-19, ngamat tetap di rumah saja ya. Clear skies and stay healthy!
BERIKAN KOMENTAR ()