Cara Melihat Hujan Meteor Lyrid Malam Ini, 22 April 2020

Info Astronomy - Komet Thatcher (C/1861 G1) belum mengunjungi tata surya bagian dalam lagi sejak Perang Saudara di Amerika. Dan diperkirakan, bongkahan es dan debu raksasa itu baru akan kembali lagi pada tahun 2276 mendatang. Namun, setiap April, Bumi melintasi bekas jalur orbit komet ini, membuat debris yang ditinggalkan sang komet masuk ke atmosfer sebagai hujan meteor.

Eits, jangan khawatir dulu. Walaupun terdengar menyeramkan, peristiwa hujan meteor sebenarnya sama sekali tidak berbahaya. Debris dari komet yang masuk ke atmosfer sebagai meteor ukurannya kecil-kecil, mulai dari sebutir pasir hingga sebesar bola kasti. Mereka akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa mencapai permukaan Bumi.

Hujan meteor yang akan kita amati ini bernama hujan meteor Lyrid, nama yang diambil dari titik radiannya (titik kemunculan meteor di langit) yang berada di arah rasi bintang Lyra. Intensitas kemuculan meteor Lyrid cenderung bervariasi dari tahun ke tahun. Namun, jika cuaca cerah dan kamu tau harus mengamati ke arah mana, kamu berkesempatan melihat 10 hingga 15 meteor per jam!

Lyrid selalu terjadi tiap tahunnya dari tanggal 16 hingga 25 April, tetapi waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada dini hari 22 April. Dengan kata lain, malam ini (21/4) kita bisa mempersiapkan pengamatan.

Bagaimana Cara Mengamatinya?

Untukmu yang sebelumnya belum pernah melihat peristiwa hujan meteor, mungkin akan kesulitan saat mencoba mengamatinya malam ini. Dan biar kamu sukses melihat hujan meteor Lyrid, simak cara mengamatinya di bawah ini deh.

Kiat Nomor 1: Cari tau titik radiannya. Kalau kamu mencoba melacak jalur kemunculan semua meteor pada hujan meteor Lyrid, kamu akan menemukan bahwa meteor-meteor ini tampaknya memancar dari arah rasi bintang Lyra, dekat bintang terang Vega.
Yang perlu kamu ketahui tentang titik radian hujan meteor bukan hanya di rasi bintang mana, tetapi juga perlu tahu kapan titik radian itu terbit. Nah, rasi bintang Lyra akan berada pada ketinggian di atas 10 derajat dari cakrawala timur laut pada tengah malam ini (22/4), yang mana itu adalah waktu awal dari pengamatan.

Dengan kata lain, hujan meteor Lyrid bisa diamati mulai tengah malam nanti hingga menjelang Matahari terbit. Perlu dicatat juga nih, titik radian Lyrid tidak akan seterusnya berada di langit timur laut mengingat Bumi yang berotasi.

Kiat Nomor 2: Pastikan lokasi pengamatan gelap gulita. Karena saat ini kita disarankan untuk di rumah saja, jadi pastikan lokasi pengamatan kamu minim polusi cahaya ya. Kondisi lokasi pengamatan yang benar-benar gelap diperlukan agar kamu bisa melihat meteor-meteor lebih jelas.

Kiat Nomor 3: Jangan berharap lebih. Melihat hujan meteor tidak sama seperti melihat hujan air yang muncul keroyokan. Melihat hujan meteor lebih mirip seperti memancing, perlu kesabaran untuk bisa melihat meteor-meteor muncul di langit.

Karena hanya muncul 10 sampai 15 meteor per jam, itu juga hanya berlaku untuk lokasi pengamatan yang benar-benar gelap, maka tidak akan muncul banyak meteor per menit. Jadi jangan heran kalau kamu baru mengamati 1-2 menit dan tidak melihat apapun di langit.

Cara terbaik untuk melihat hujan meteor adalah berbaring sambil mengamati langit, semalaman. Jauhkan diri kamu dari gawai, mulailah pengamatan saat tengah malam dan akhiri pengamatan saat menjelang Matahari terbit.

Semoga cuaca cerah malam ini ya!
BERIKAN KOMENTAR ()