Apa Jadinya Kalau Ada Lubang Hitam Dekat Tata Surya?

Info Astronomy - Tata surya kita terdiri dari delapan planet utama, ratusan bulan, ratusan planet kerdil, ratusan ribu asteroid, dan miliaran komet. Sejauh ini, belum pernah ada satu lubang hitam pun yang mengganggu tata surya kita. Tetapi, bagaimana jika itu terjadi?

Akankah tamu tak diundang itu bisa menelan segala hal yang ada di tata surya, termasuk Bumi kita? Atau hanya sedikit mengganggu kestabilan orbit planet-planet saja?

Sebelum kita membahas lebih jauh, kamu perlu tahu dulu nih (kalau kamu belum tahu) bahwa lubang hitam bukanlah "lubang" dalam artian yang sesungguhnya. Menurut NASA, lubang hitam merupakan sejumlah besar materi yang dimampatkan ke area ruang yang sangat kecil. Pemampatan sedemikian rupa itulah yang membuat lubang hitam memiliki tarikan gravitasi yang sangat kuat. Bahkan cahaya pun tidak bisa lepas dari genggamannya.

Kalau kamu terlalu dekat dengan lubang hitam, kamu sendiri akan dimampatkan ke titik kecil yang tak terhingga itu. Dengan kata lain, lubang hitam yang berada dekat dengan tata surya kita bukanlah berita baik. Lalu, seberapa burukkah hal itu?

Dilansir SpaceAnswers, tingkat kerusakan yang disebabkan oleh lubang hitam di dekat tata surya sebenarnya tergantung pada seberapa besar lubang hitam itu dan seberapa jauh jaraknya. Jika massa lubang hitamnya mengkategorikan dia sebagai lubang hitam supermasif, seperti yang ada di pusat galaksi Bimasakti kita, peluang kita untuk bertahan hidup sangat kecil.
Lubang hitam sebesar itu akan membuat adanya ketidakstabilan orbit, bahkan jika lubang hitam supermasifnya berjarak beberapa tahun cahaya jauhnya. Di pusat Bimasakti kita, lubang hitam supermasifnya sering teramati membuat bintang-bintang di sana memiliki orbit yang tidak biasa. Jika ia ada di dekat tata surya kita, segala hal di tata surya tampaknya akan mengitarinya, termasuk Matahari.

Bagaimana dengan lubang hitam yang massanya lebih kecil? Katakanlah, tata surya kita didatangi oleh lubang hitam yang massanya sekitar 20 kali lebih besar dari Matahari kita.

Jika lubang hitam semacam itu tiba di tapi luar tata surya kita, menurut informasi pada situs web Askamathematican.com, ia akan menyebabkan kekacauan gravitasi di Awan Oort, area di luar tata surya yang terdiri di jutaan objek es cikal bakal komet.

Keberadaan lubang hitam di sana dapat melemparkan lebih banyak komet dan asteroid ke tata surya bagian dalam, di mana mereka bisa menyerang planet-planet. Bumi mungkin menerima beberapa tabrakan dengan komet dan asteroid juga.

Tapi itu hanya pemanasan. Saat lubang hitam bermassa 20 kali massa Matahari itu semakin mendekati tata surya, ia dapat mengganggu orbit semua planet di dalamnya.

Kemungkinan, lubang hitam ini akan mengacaukan orbit planet terbesar di tata surya kita, Jupiter. Lubang hitam akan menarik semua gas dari sang planet raksasa itu, mengubahnya menjadi cakram panas yang berputar-putar mengelilinginya, sampai akhirnya menelan Jupiter sepenuhnya.

Apa yang akan terjadi pada planet kita sendiri? Tentunya bukan hal baik Lubang hitam ini akan mulai mempengaruhi planet kita bahkan ketika ia masih berada pada jarak sejauh orbit Pluto. Pengaruh gravitasinya dapat menarik planet kita keluar dari zona laik huni, dan kita manusia mungkin tidak siap untuk beradaptasi dengan perubahan ini.

Keluar dari zona laik huni, artinya menjauh dari Matahari. Suhu global bisa turun dan membekukan seluruh wilayah Bumi. Lubang hitam ini juga akan menyebabkan keretakan kerak planet kita, gempa bumi ekstrem dan letusan gunung berapi bisa saja terjadi dari fenomena ini.

Pada saat lubang hitam tersebut berada sangat dekat dengan Bumi, tidak akan ada yang lagi tersisa dari planet kita selain permukaan bebatuannya yang dilapisi magma.

Untungnya, kengerian akibat lubang hitam itu tidak akan terjadi. Menurut The Conversation, lubang hitam terdekat dengan Bumi yang kita ketahui sejauh ini adalah V616 Monocerotis, atau yang juga dikenal sebagai A0620-00.

Lubang hitam ini 6,6 kali lebih masif daripada Matahari kita. Jika Bumi berada dalam jarak sekitar 800.000 kilometer (3,7 detik cahaya) dari lubang hitam ini, kengerian di atas bisa terjadi. Walau begitu, V616 Monocerotis saat ini diketahui berjarak sekitar 3.300 tahun cahaya. Itu sangat, sangat jauh, sehingga planet kita masih aman dari kedatangan lubang hitam.
BERIKAN KOMENTAR ()