S62, Bintang Terdekat dari Lubang Hitam Supermasif

Info Astronomy - Bintang terdekat, bintang terbesar, atau bintang terkecil mungkin sudah pernah kita ketahui. Namun, tahukah kamu ada bintang terdekat dengan sebuah lubang hitam supermasif?

Di pusat galaksi Bimasakti kita, terdapat sebuah lubang hitam supermasif yang dinamai sebagai Sagitarius A* (dibaca "Sagitarius A-star") dengan bobot lebih dari 4 juta kali massa Matahari kita namun terkompresi ke area yang lebarnya hanya 44 juta kilometer.

Keberadaannya sudah diketahui sejak lama. Dan sejak beberapa dekade terakhir, pengamatan menunjukkan bahwa rupanya Sagitarius A* dikelilingi oleh beberapa bintang, yang mana salah satu dari beberapa bintang tersebut ada yang berjarak paling dekat dengan si lubang hitam supermasif ini.

Bintang tersebut dinamai sebagai S62. Walaupun berada sangat dekat dengan Sagitarius A*, bintang ini rupanya memiliki orbit stabil, yang mana merupakan orbit terpendek yang diketahui dari bintang-bintang apapun yang mengitari Sagitarius A*.

Menurut hasil penelitian para astronom, yang bisa kamu baca di tautan ini, S62 mengorbit lubang hitam supermasif Sagitarius A* hanya dalam periode 9,9 tahun. Jarak terdekatnya dengan Sagitarius A* diperkirakan hampir 2,8 miliar kilometer saja, beberapa ratus kilometer lebih dekat dari jarak antara Uranus ke Matahari.

Namun, mengingat adanya medan gravitasi yang luar biasa dari lubang hitam supermasif Sagitarius A*, pada jarak sedekat itu, efeknya membuat bintang S62 ini bergerak dengan kecepatan sekitar 10 persen dari kecepatan cahaya dalam orbitnya!
Meski begitu, masih ada ketidakpastian tentang sifat terperinci bintang tersebut, tetapi para astronom memperkirakan bintang ini memiliki massa sekitar 2,2 kali massa Matahari kita. Bagaimana bintang S62 ini bisa mengitari Sagitarius A* pun masih belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah hipotesis menunjukkan bahwa ada kemungkinan bintang seperti S62 ini memang sudah sejak awal terbentuk di sekitar Sagitarius A*.

Hal membingungan lainnya pada bintang S62 ini adalah, orbitnya yang begitu elips. Salah satu kemungkinan mengapa orbitnya sangat elips adalah dulunya S62 dianggap memiliki bintang pendamping yang lebih besar. Kemudian, seiring waktu, interaksi antara S62 dengan pendampingnya itu kian dekat satu sama lain, muncul lah interaksi gravitasi yang membuat bintang pendampingnya terpental, meninggalkan S62 dalam orbit baru yang lebih elips.

Para astronom bisa sampai pada hasil penelitian ini berdasarkan data yang berasal dari dua instrumen pengamatan pada Very Large Telescope milik European Southern Observatory, yakni pengamatan dengan instrumen NACO yang dilakukan dari tahun 2002 hingga 2018, dan pengamatan dengan instrumen SINFONI dari 2008 hingga 2012.

Pergerakan bintang S62 dapat dengan mudah dilacak pada kedua data dari NACO dan SINFONI. Untuk memastikan, para astronom dalam studi ini juga secara independen mengkonfirmasi keberadaan bintang menggunakan data dari Observatorium Keck di Hawaii.
BERIKAN KOMENTAR ()