Bintang Betelgeuse Berhenti Meredup

Info Astronomy - Pengamatan terbaru terhadap Betelgeuse, bintang paling terang kedua di rasi bintang Orion, kini menemui titik "cerah". Sang bintang super raksasa merah itu diketahui mulai berhenti meredup.

Itu artinya, Betelgeuse masih belum akan meledak dalam supernova. Meski begitu, banyak astronom yang masih bingung tentang mengapa Betelgeuse bisa meredup seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Betelgeuse, yang berjarak sekitar 640 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, merupakan bintang yang kala hidupnya pendek. Ia memulai kehidupannya dalam fase deret utama sebagai bintang putih kebiruan dengan massa 10 hingga 25 kali massa Matahari. Pada tahap itu, Betelgeuse masih aktif mengubah atom hidrogen menjadi helium.

Menurut pengamatan para astronom, Betelgeuse sudah kehabisan hidrogennya sejak sejuta tahun yang lalu, yang menyebabkan suhunya turun dan permukaan terluarnya mengembang menjadi super raksasa merah. Saat ini, Betelgeuse aktif menggabungkan helium menjadi karbon dan oksigen di intinya, berusia sekitar 8 hingga 8,5 juta tahun.

Bintang seperti Betelgeuse hanya akan bertahan hingga 10 juta tahun saja, sebelum akhirnya ia kehabisan elemen-elemen berat pada intinya, menyisakan besi yang tidak lagi bisa memicu proses fusi nuklir sehingga membuatnya meledak dalam supernova.

Sebelum Betelgeuse meledak dalam supernova, ia memang diperkirakan akan meredup dengan cepat sebelum secara spektakuler menjadi begitu terang, seterang Bulan purnama di langit Bumi. Lalu, apakah peredupan beberapa bulan terakhir ini tanda-tanda bahwa ia akan segera meledak secara prematur?

Tampaknya bukan. Teramatir dari September 2019 hingga Januari 2020, Betelgeuse memang mengalami peredupan hingga angka 25 persen. Namun, pengamatan terbaru pada Februari 2020 ini, Betelgeuse mulai bersinar kembali ke tingkat kecerahan yang normal. Apa yang terjadi?

"Pengamatan fotometri terhadap Betelgeuse selama kurang lebih 2 pekan terakhir menunjukkan bahwa sang bintang telah menghentikan peredupannya dengan magnitudo 1," tulis para astronom di Astronomers Telegram.

"Berdasarkan pengamatan ini dan beberapa pengamatan tambahan, Betelgeuse dipastikan telah benar-benar berhenti meredup dan mulai perlahan-lahan kembali cerah. Dengan demikian, episode 'meredupnya Betelgeuse' ini sudah berakhir. Meski begitu, data fotometri tambahan masih diperlukan untuk menentukan fase mencerahnya sang bintang."

Apa yang menyebabkan peredupan kemarin itu? Saat ini masih diselidiki oleh para astronom. Salah satu penyebabnya adalah, sedang ada pendinginan pada permukaan Betelgeuse, sesuatu yang sangat aneh jika memang terjadi pada Betelgeuse, tetapi itu bukan tidak mungkin.
Penyebab yang lainnya adalah keberadaan awan debu raksasa yang dikeluarkan oleh Betelgeuse ke arah bidang pandang kita.

Bintang-bintang yang sudah berada pada fase raksasa merah memang dapat menciptakan dan mengeluarkan sejumlah besar material dari permukaan terluarnya, jauh sebelum mereka meledak dalam supernova. Dalam citra inframerah di atas, kita dapat melihat Betelgeuse yang memang dikelilingi oleh gumpalan debu.

Saat ini, pencinta Betelgeuse tampaknya bisa bernafas lega karena sang bintang belum akan meledak dalam waktu dekat, sambil di sisi lain kecewa karena ingin melihat supernova Betelgeuse yang begitu spektakuler pastinya.

"Pengamatan tambahan masih diperlukan guna memahami sifat peredupan Betelgeuse yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dan apa yang akan terjadi pada bintang tersebut selanjutnya," tutup para astronom.
BERIKAN KOMENTAR ()