Jika Bintang Meledak, Bagaimana Nasib Rasi Bintangnya?

Info Astronomy - Ledakan bintang, atau supernova, merupakan tahap evolusi sebuah bintang masif. Ketika hanya tersisa besi di inti bintang masif, proses fusi tidak bisa terjadi lagi, gravitasi akan membuat bintang berkontraksi, lalu meledak. Nah, jika bintang meledak, bagaimana nasib rasi bintangnya? Apakah berubah?

Perlu diketahui dulu nih bahwa peristiwa supernova sangat jarang terjadi pada bintang-bintang yang dapat kita lihat dengan mudah di langit malam, atau bintang-bintang terang yang membentuk rasi bintang selama ini.

Hal itu disebabkan karena bintang-bintang bisa hidup untuk waktu yang sangat lama, lebih lama jika dibandingkan dengan kala hidup manusia. Menurut EarthSky.org, kala hidup paling pendek dari bintang-bintang bahkan masih mencapai jutaan tahun, dengan sebagian besar bintang diketahui memiliki kala hidup hingga miliaran tahun.

Memang, bintang-bintang yang dapat dengan mudah kita lihat di langit malam memiliki usia yang berbeda-beda. Namun, kebanyakan dari mereka saat ini usianya masih jauh dari tahap akhir evolusinya menurut standar waktu manusia.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Betelgeuse Meledak?

Walau begitu, ada alah satu pengecualian, yakni Betelguese, bintang paling terang di rasi bintang Orion. Betelguese adalah bintang raksasa merah yang diperkirakan akan meledak dalam supernova dalam "waktu dekat", atau bahkan mungkin sudah meledak tapi cahaya dari supernovanya belum mencapai Bumi. Tapi, perlu diingat, "waktu dekat" di sini adalah dalam standar kosmis, yang bisa berarti hari ini, besok, atau ratusan ribu tahun mendatang (atau mungkin bahkan lebih lama lagi).

Nah, jika nantinya Betelgeuse, atau bintang-bintang terang yang membentuk rasi bintang di langit Bumi meledak, bagaimana nasib rasi bintangnya?

Sebenarnya, rasi bintang tidak bergantung dengan kala hidup bintang-bintang anggotanya, lho. Apa sih rasi bintang itu? Mereka sebenarnya hanyalah rangkaian bintang-bintang terang yang tampak dekat dalam pandangan dari Bumi satu sama lain sehingga membentuk suatu tokoh mitologi atau benda-benda mati yang kita kenal.

Rasi bintang bisa berubah tanpa harus menunggu bintang anggotanya meledak kok. Hal itu terjadi karena bintang-bintang di langit juga bergerak mengorbit pusat Bimasakti. Dan karena mereka mengorbit pada jarak dan kecepatan yang berbeda-beda, bintang-bintang ini tidak akan membentuk pola yang sama di langit Bumi selamanya.
Yap, perubahan bentuk rasi bintang ini akibat dari fenomena "gerak diri" bintang-bintang yang mengitari pusat galaksi. Posisi bintang berubah secara dinamis, sehingga bentuk rangkaian rasi bintang yang dulu bukanlah yang sekarang, dan yang sekarang akan berubah di masa depan.

Tunggu, kalau memang bintang bergerak, mengapa kita tidak pernah melihat pergerakan bintang-bintang selama ini?

Kamu bisa kok melihatnya, hanya kurang lama saja, coba amati terus selama minimal 100.000 tahun. Karena jarak bintang-bintang begitu jauh, pergerakan mereka di langit sangat lambat, yang lagi-lagi lebih lambat dari kala hidup manusia.

Baca Juga: Apakah Pola Rasi Bintang Bisa Berubah-ubah?

Analoginya adalah bayangkan kamu sedang berdiri di samping jalan raya dan melihat seberapa cepat mobil-mobil bergerak melintasi pandangan kamu. Kamu akan melihat mobil-mobil bergerak sangat cepat karena kamu berada di dekatnya. Namun, jika kamu berdiri sangaaaat jauh dari jalan raya dan melihat ke mobil-mobil yang sama, mereka akan melewati pandangan kamu jauh lebih lambat.

Hal yang sama terjadi pada bintang-bintang, pergerakan bintang hanya memiliki efek yang bisa terukur dalam rentang waktu yang sangat lama.

Kesimpulannya adalah, jika bintang meledak, nasib rasi bintangnya hanyalah perubahan bentuknya saja, yang mana perubahan rasi bintang karena "gerak diri" bintang bisa jadi jauh lebih cepat jika dibanding perubahan karena bintangnya yang meledak.
BERIKAN KOMENTAR ()