Mengapa Gerhana Matahari Bergerak dari Barat ke Timur?

Info Astronomy - Setiap harinya, kita selalu melakukan rutinitas yang sama. Matahari terbit dari timur, kita sarapan, berangkat kerja, sekolah, atau kuliah, melakukan aktivitas seharian, lalu pulang ke rumah, Matahari terbenam di barat. Ulangi. Ini adalah pola yang umum bagi semua orang di Bumi.

Tapi bagi peristiwa gerhana Matahari, rutinitas yang biasa kita alami itu sepertinya terbalik. Kalau diperhatikan, fenomena gerhana Matahari selalu terjadi pada titik yang paling barat dalam jalur gerhana, lalu bergerak ke timur.

Belum menyadari hal ini? Coba lihat gambar di bawah ini deh, yang direkam oleh satelit DSCOVR milik Lembaga Antariksa AS (NASA) pada saat fenomena gerhana Matahari total 9 Maret 2016 silam terjadi:
Lihat? Pergerakan bayangan Bulan yang gelap tampak bergerak dari barat Indonesia menuju timur Indonesia. Hal ini tentunya membingungkan bagi sebagian orang, mungkin termasuk kamu juga.

Pada dasarnya, terbit dan terbenamnya benda-benda langit setiap harinya bukan karena pergerakannya sendiri, melainkan karena rotasi Bumi. Ketika planet kita berputar pada porosnya, seluruh benda langit tampak terbit dari timur, bergerak semu melintasi langit, hingga pada akhirnya terbenam di barat.

Nenek moyang kita dulu sempat menganggap bahwa Bumi diam, menyatakan bahwa benda-benda langit lah yang bergerak mengelilingi Bumi. Namun, setelah berabad-abad teknologi pengamatan berkembang, kita pun mulai menyadari bahwa Bumi memang berputar pada porosnya, tidak diam.

Baca Juga: Kalau Bumi Berotasi, Kenapa Kita Tidak Merasakannya?

Bumi bergerak dari timur ke barat. Lalu mengapa pergerakan bayangan Bulan dalam fenomena gerhana Matahari dimulai di barat dan berakhir di timur?

Jawabannya sederhana. Jangan lupa, Bulan tidak diam di langit, ia mengalami pergerakan mengorbit Bumi dari barat ke timur. Dengan kata lain, jika kita bisa melesat tinggi di atas kutub utara, kita akan melihat Bulan yang mengelilingi Bumi dengan arah gerakan yang berlawanan arah jarum jam.

Belum selesai sampai di situ. Ketika dalam satu periode Bulan bergerak mengelilingi Bumi, Bumi kita berputar pada porosnya sekitar hampir 30 kali. Nah, itulah mengapa selama fenomena gerhana Matahari terjadi, jalur bayangan Bulan sudah pasti mengikuti pergerakan orbit Bulan dalam mengelilingi Bumi, yakni dari barat ke timur.

Jangan lupa nih, pada 26 Desember 2019, kita bisa melihat gerhana Matahari cincin yang juga bergerak dari barat ke timur. Namun, kali ini jangan bingung lagi ya, apa lagi menganggap bahwa Bumi itu datar, karena memang tidak nyambung dengan pembahasan ini. Selamat menanti gerhana!
BERIKAN KOMENTAR ()