Bahayanya Melihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang

Info Astronomy - Saat gerhana Matahari, Bulan kan menutupi Matahari, berarti aman dong untuk melihat ke arah Matahari? Eits, siapa bilang? Kalau ada yang beranggapan seperti itu, kemungkinan ada dua: orang itu belum pernah melihat gerhana Matahari, dan orang itu belum pernah melihat gerhana Matahari.

Setiap kali ada berita tentang gerhana Matahari yang akan segera terjadi, para pengamat langit awam maupun yang profesional sangat bersemangat menanti hari di mana mereka bisa melihat Matahari tertutupi oleh Bulan.

Di momen gerhana Matahari itu, selalu muncul pertanyaan tentang bagaimana cara aman melihat gerhana Matahari dengan mata telanjang? Atau yang lebih spesifik lagi, bisakah kita melihat gerhana Matahari dengan mata yang tidak terhalang pelindung apapun?

Jawabannya, tidak bisa.

Melihat ke arah Matahari saat gerhana terjadi pada dasarnya sama saja dengan kita melihat Matahari saat sedang tidak terjadi gerhana. Walaupun tertutupi oleh Bulan, bagian Matahari yang tidak tertutupi akan tetap terlalu silau sehingga cukup untuk bisa membakar sel-sel di retina mata kamu, menyebabkan kebutaan yang permanen dan tidak dapat diobati.

Dalam dunia kedokteran, menurut ScienceABC.com, dikenal adanya retinopati fotik. Ketika sinar ultraviolet (UV) dari Matahari masuk ke mata karena pengamatan langsung tanpa pelindung, sinar tersebut akan menjalar melalui lensa mata dan ke retina di bagian belakang mata. Retina adalah jaringan peka cahaya yang melapisi permukaan bagian dalam mata.

Baca Juga: Cara Aman Melihat Gerhana Matahari

Setelah diserap ke dalam retina, sinar UV akan memicu pembentukan radikal bebas. Radikal bebas ini selanjutnya akan mulai mengoksidasi jaringan di sekitarnya dan akhirnya menghancurkan batang dan kerucut fotoreseptor di retina. Kerusakan oksidatif ini disebut sebagai retinopati fotik. Duniamu akan gelap selamanya sedetik kemudian.

Dilansir Bloghidupsehat.com, tidak ada pengobatan untuk mengobati retinopati fotik. Pemulihan kondisi ini hanya dapat dilakukan dengan menunggu sampai membaik dari waktu ke waktu, bisa dalam kurun waktu satu bulan hingga satu tahun untuk pulih sepenuhnya. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak dapat sembuh sepenuhnya dari kondisi ini.

"Min, saya tidak punya kacamata berfilter Matahari, bisa pakai kacamata hitam biasa?"

Tidak bisa, kacamata hitam tidak benar-benar melindungi mata kamu terhadap sinar Matahari yang berbahaya. Satu-satunya cara aman untuk menatap Matahari langsung ya menggunakan filter Matahari, tidak ada tawar-menawar demi keamanan. Kalau kamu masih nekat, ya itu hakmu, jangan sampai ini jadi artikel terakhir yang kamu baca.

Pilih filter Matahari yang mengandung kromium, aluminium, atau perak yang disisipkan di permukaannya. Filter tersebut dapat dengan efektif mengurangi intensitas sinar UV, inframerah, dan cahaya tampak dari Matahari, sehingga silaunya bisa diredam hingga 100.000 kali.

Kalau tidak punya filter Matahari, harap tidak nekat juga untuk menggunakan plastik bekas rontgen, plastik film, filter polarisasi, filter densitas netral fotografi, dan lain-lain. Benda-benda tersebut memang bisa meredupkan silau Matahari, tapi tetap tidak aman. Kamu mungkin tidak akan merasakan dampak tidak amannya secara langsung, namun bisa berdampak jangka panjang bagi matamu.

Jaga mata bukan hanya dari hal-hal yang tidak pantas dilihat, tetapi juga dari Matahari.
BERIKAN KOMENTAR ()