Bagaimana Astronom Tahu Bagian Dalam Matahari?

Info Astronomy - Tanpa Matahari, kehidupan tidak akan mungkin ada di Bumi. Eits, ini bukan pernyataan, tetapi fakta, dan kita semua harus menyadarinya. Matahari telah mengikat seluruh tata surya bersama-sama selama miliaran tahun. Kita bisa belajar banyak mengenai alam semesta berkat Matahari. Meski demikian, kita rupanya baru tahu sedikit tentang bintang terdekat Bumi ini.

Ketika sedang bersantai di pantai sambil melihat Matahari terbenam, mungkin sangat jarang kita bertanya-tanya seperti apa bagian dalam dari bola plasma yang besar itu. Nah, jika kamu ingin tahu tentang interior Matahari, artikel ini akan membahasnya.

Komposisi Kimiawi Matahari

Dikutip dari Space.com, Matahari merupakan bola raksasa gas panas dan bercahaya. Dalam komposisi kimiawinya, Matahari terdiri dari dua gas utama, yakni Hidrogen, yang terdiri dari sekitar 71% massa Matahari, dan Helium, yang membentuk sekitar 27,1% massa Matahari.

Sementara itu, ada pula Karbon, Nitrogen, dan Oksigen yang ditemukan di dalam interior Matahari dengan jumlah gabungan sekitar 1,5% dari total massanya. Lalu, sisa 0,5% terdiri dari unsur-unsur seperti Silikon, Magnesium, Neon, Besi, Sulfur, dan logam berat lainnya.

Baca Juga: Mengapa Bintang Bisa Berusia Miliaran Tahun?

Lapisan-lapisan Matahari

Para astronom telah mempelajari Matahari dalam beberapa cara, termasuk melalui teleskop dan satelit berbasis darat, untuk memperoleh informasi tentangnya sebanyak mungkin. Agar lebih sederhana, para astronom membagi Matahari menjadi enam lapisan utama.
Dari keenam lapisan Matahari, fotosfer merupakan lapisan terdalam yang bisa kita amati secara langsung dari Bumi. Lalu, kromosfer adalah lapisan berikutnya dari Matahari dan merupakan sumber munculnya solar flare (suar matahari). Lapisan berikutnya adalah korona, yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi dapat dilihat menggunakan teleskop koronagraf.

Inti adalah wilayah terdalam pada Matahari, di mana semua energi yang kita terima selama ini dihasilkan melalui reaksi nuklir di bagian tersebut. Bagian inti kaya akan hidrogen dan helium. Ada pula zona radiasi yang terletak di antara inti dan zona konveksi, yang dipenuhi oleh sinar kosmis dan foton yang dipenuhi energi. Lalu zona konveksi membentang dari kedalaman sekitar 200.000 km hingga permukaan yang terlihat, di zona inilah foton terbentuk.

Bagaimana Komposisi Matahari Diketahui?

Tidak, kita tidak perlu repot-repot mengunjungi Matahari untuk mengetahui komposisinya. Karena kalau hal itu dilakukan, sama sama seperti misi bunuh diri mengingat Matahari begitu panas sehingga kita bisa terbakar ketika tiba di sana.

Baca Juga: Bagaimana Matahari Menyala di Ruang Hampa Udara?

Walau begitu, bukan tidak mungkin kita bisa mengetahui komposisi Matahari tanpa mengunjunginya. Manusia dibekali otak untuk berpikir, dan hasil dari pemikiran itulah yang membuat kita bisa mengetahui banyak ilmu pengetahuan.

Begini, menurut UniverseToday.com, ketika cahaya putih melewati sebuah prisma, cahaya tersebut terbagi menjadi tujuh warna penyusunnya (tujuh warna pelangi), yang umumnya dikenal sebagai spektrum.

Ketika percobaan serupa pada tahun 1814 dilakukan pada sinar Matahari oleh seorang ahli optik Jerman bernama Joseph Von Fraunhofer menggunakan instrumen khusus yang disebut spektrometer, ia rupanya menemukan adanya garis-garis gelap dalam spektrum cahaya Matahari. Kenapa bisa?
Dikenal sebagai Garis Fraunhofer, 45 tahun setelah pengamatan Fraunhofer tersebut akhirnya diketahui bahwa garis-garis gelap pada spektrum Matahari merepresentasikan panjang gelombang yang hilang dari spektrum, yang disebabkan oleh penyerapan oleh unsur-unsur kimia di atmosfer Matahari.

Setiap elemen tersebut menyerap panjang gelombang spesifik dari spektrum yang sesuai dengan transmisi elektronik yang terjadi dalam atom-atomnya. Oleh karena itu, garis-garis gelap dalam spektrum Matahari menunjukkan adanya unsur-unsur tertentu pada Matahari, seperti hidrogen, kalsium, dan natrium, karena setiap garis gelap mewakili panjang gelombang yang diserap oleh unsur-unsur tertentu.

Namun, pengamatan terhadap spektrum Matahari untuk mengetahui unsur-unsur yang dikandungnya ini memang memiliki keterbatasan, yakni hanya memberi tahu kita tentang konstituen di permukaan Matahari saja, tetapi tidak komposisi dalam inti Matahari.

Baca Juga: Akankah Matahari Menjadi Lubang Hitam?

Jadi, Bagaimana dengan Intinya?

Emisi dari inti Matahari terutama terdiri dari partikel, seperti neutrino, yang bergerak di latar belakang cahaya yang dipancarkan oleh permukaannya dan karenanya tidak dapat dideteksi dengan peralatan spektroskopi standar.

Dengan demikian, instrumen khusus seperti Super Kamiokande (milik Observatorium Kamioka, Jepang), yang memiliki sensor cahaya yang sangat sensitif, digunakan untuk mengidentifikasi partikel-partikel ini. Partikel-partikel ini mengkonfirmasi terjadinya reaksi fusi nuklir di inti Matahari, yang bertanggung jawab atas emisi partikel-partikelnya.

Nah, itulah bagaimana para astronom bisa tahu bagian dalam Matahari. Hanya karena kita tidak tahu cara para astronom bisa mempelajari interior Matahari, lantas kita menganggap hal tersebut bohong atau cocoklogi. Tapi sekarang, setidaknya kita sudah tahu bagaimana unsur-unsur pada Matahari diketahui.
BERIKAN KOMENTAR ()